Dear Dr Yatno dan Fellow Gemstone Lovers,

Naah ini dia komentar yang mang Okim tunggu-tunggu. Walaupun sedikit greget dan emosionil tetapi hati tetap dingin sehingga yang keluar adalah introspeksi yang sangat positip Sekedar penjelasan, orang yang memeriksa ruby Tanzania dan daun meja giok beda sekali dan keduanya bukan murid Pak Yatno. Salam batumulia, mang Okim


----- Original Message ----- From: "Y S Yuwono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 16, 2006 2:23 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: GEMSTONE LOVERS : MEJA GIOK RP 18 MILYAR


Mang Okim & others

Posting Mas Miko yg dulu (ruby Tanzania) aku gak kasih komentar meskipun
sedih juga ada rekan yang mal-praktek seperti itu, kok berani-beraninya
melakukan praktek gemologi padahal kemampuannya kelihatannya hanya sebagai
petrographer. Tapi posting yang kedua ini (meja giok) sudah keterlaluan,
apakah person yang sama yang melakukannya Mas Miko?

Ngomong-omong mengenai kemampuan analisis mikroskup polarisasi (mineral
dan batuan), saya sangat prihatin sekali, di ITB sejak kurikulum baru
dimulai 3 th yl sudah tidak ada lagi MK mineral optik, pelajaran mineral
optik digabung menjadi satu dengan MK Petrografi (3sks). Dulu Min Optik 3
sks dan Petrografi 3 sks. Bisa dibayangkan betapa kalang kabutnya saya
memberikan MK Petrografi (3sks) tsb yang isinya Min Optik dan Petrografi.
Tapi karena saya harus melaksanakan kuliah tersebut ya terpaksa saya
laksanakan sesuai kemampuan saya dengan kondisi yang ada. Saya selalu
pesankan pada mhs saya bahwa kuliah dan praktikum yang saya berikan sangat
tidak memadai dan saya anjurkan utk lebih banyak belajar sendiri dengan
acuan dan referensi sangat mendasar dari kuliah saya terutama dalam hal
identifikasi mineral.

Jangan-jangan yang melakukan analisis yang bikin heboh ini mantan mhs
saya????? Karena mhs geologi ITB mulai angkatan 2000-2001 sudah terkena
kurikulum baru ini. He.... sekedar curiga.
Salam gemstone,
Yatno

----- Original Message ----- From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 12, 2006 3:14 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: GEMSTONE LOVERS : MEJA GIOK RP 18 MILYAR


Dear Fellow Gemstone Lovers,

Waah .....waah, mang Okim bikin heboh niih. Mang Okim pernah posting juga
di milis IAGI tentang sepotong bahan mentah mirah delima  dari Tanzania
yang diperiksakan ke sebuah Laboratorium Petrologi terkemuka di
Indonesia. Cara memeriksanya sangat luar biasa, tak beda dengan batuan
biasa. Mirah delima yang sedang dalam proses negosiasi dengan harga
dasar 1 milyar rupiah tersebut ( menunggu sertifikat ) langsung dibelah
dengan slab saw yang biasa dipakai untuk motong batu granit dll. Hasil
yang keluar bukan mirah delima atau ruby melainkan batuan ultra basa (
rubynya terbungkus mineral zoicite berwarna hijau .... ciri khas ruby
Tanzania ).

Akibat " mal praktek " di atas maka negosiasi langsung batal dan teman
mang Okim yang memeriksakan ke Lab Petrologi kena denda  30 juta rupiah
( harga ruby tersebut hanya  100 juta rupiah tetapi dimakelarin oleh
teman mang Okim ke calon buyer Jepang dengan harga 1 milyar rupiah ).
Hanya yang mang Okim heran kok posting tersebut tak bikin heboh yaa ? Tak
ada satupun gemstone lovers IAGI yang mempersoalkannya.

Kembali ke Laboratorium Geologi Optik dari sebuah universitas yang sangat
terkenal di Indonesia, mang Okim sarankan untuk tidak diekspose deeh.
Mang Okim baru nyadarin kalau  hal tersebut belum tentu benar .  Mungkin
karena olah oknumnya saja yang pakai nama lembaga tanpa izin. Kop
suratnya siih sudah OK , demikian juga nomer sertifikatnya. Hanya
disamping nama pemeriksanya tak terlihat ada cap lembaga.

Nanti ada cerita lain deeh yang menyangkut nama lembaga. Yang ini ada
lucunya, tak bikin penasaran. Bukan dari unsur geologi tetapi dari
Jurusan Kimia. Untuk sementara, salam batumulia yaa, mang Okim


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             -----  Submit to:

[EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke