Saya heran bahwa di satu pihak Pertamina itu sekarang dianggap sebagai salah satu perusahaan PSC yang harus bersaing dengan perusahaan PSC lainnya di Indonesia, di lain fihak Pertamina tidak boleh melakukan farm-out kepada perusahaan lain, sedangkan untuk perusahaan PSC lainnya melakukan farm-out dan farm-in itu adalah hal yang biasa. Ini sama saja dengan menganak-tirikan anak kandung sendiri.


Mungkin ada perbedaan persepsi mengenai farm-in/farm-out ini. Pengertian saya melakukan farm-out itu tidak perlu harus untuk seluruh block, tetapi untuk satu prospect pun bisa, bahkan untuk satu well saja bisa. Contohnya kalau walaupun sudah ada perjanjian farm-out untuk seluruh block, suatu perusahaan yang melakukan farm-in bisa saja tidak ikut dalam pemboran explorasi salah satu prospect, tetapi ikut untuk prospect yang lainnya. Saya yakin ini yang terjadi juga di Indonesia. Farm-in/farm-out adalah business deal antar perusahaan dan tidak usah melibatkan pemerintah. Di zaman BPPKA suatu PSC yang akan melakukan farm-out tidak perlu izin, cukup dengan memberi tahukan saja. Farm-out biasanya dilakukan untuk membagi-bagi risiko. Perusahaan sebesar Exxon-Mobil atau Shell pun sering melakukan farm-in/farm-out, bahkan perusahaan seperti Inpex tidak pernah bertindak sebagai operator, cuma farm-in melulu di mana-mana di Indonesia, tetapi bisa menjadi perusahaan besar dan bisa merambah ke luar Indonesia.



Yang saya ingat dulu H.Patragas dulu pernah menawarkan participating interest hanya untuk lapangan Kemuning/Nglobo Utara saja pada perusahaan selain Ampolex (Amerada Hess, Penzoil dsb), sedangkan untuk prospek lainnya pada Ampolex, walaupun pada akhirnya participating interest untuk seluruh blok diambil Ampolex (yang kemudian seluruh saham/kepemilikan Ampolex dibeli oleh Exxon-Mobil, sehingga seluruh participating interest atas blok Cepu dipegang Exxon-Mobil).



Jadi mengapa diberlakukan prinsip "undivided interest" bagi Pertamina? Mengapa Pertamina di-anak-tirikan oleh orang tuanya sendiri?

RPK

----- Original Message ----- From: "Achmad Luthfi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 16, 2006 9:01 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Who is in charge ?


KKS Pertamina EP itu satu kontrak utk seluruh wkp di Indonesia, kalo KKS
Pertamina EP itu dinilai masih identik dengan bentuk PSC maka berlaku
prinsip "undivided interest", maksudnya kalo Pertamina EP farm-out
sekian % dari interest share-nya yha hrs berlaku seluruh blok, tidak
bias partial (divided) misalnya di Jawa Barat saja. Lha kalo setelah
farm-out kemudian operatorship-nya dialihkan maka seluruh blok Pertamina
EP dioperasikan oleh Partner-nya....yha.. kalo ini dilakukan maka
Pertamina EP akan menjadi perusahaan portfolio saja...tentunya
menyedikan kita semua.

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, May 15, 2006 12:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Who is in charge ?

Pak Lutfi,
Kalau PSC boleh dipindah tangankan operatorshipnya, sesuai aturan
kalau ngga salah setelah 3-5 tahun awarded. Nah apakah KKS dengan
Pertamina itu juga boleh dipindah tangankan juga operatorship-nya ?
Nantinya yang "in-charge" siapa ?

Suwun, sharing infonya.

RDP

On 5/15/06, Achmad Luthfi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PSC Indonesia menganut prinsip "single operatorship", maksudnya bila
di
dalam parties itu ada lebih dari 1 perusahaan maka operatornya
diserahkan pada kesepakatan di dalam parties itu sendiri, sehingga
pemerintah tidak ikut campur tangan dalam "joint operating
agreement/joa" diatara para pihak dalam parties itu. Pemerintah hanya
terlibat satu agreement yaitu PSC atau Kontrak Kerjasama (KKS). Bila
para pihak dalam parties itu sudah bersepakat maka kesepakatan itu
disampaikan ke pemerintah melalui BPMIGAS dan kemudian pemerintah
mengakui bahwa perusahaan yang disepakati oleh para pihak tersebut
sebagai operator.

Salam: LTH

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, May 15, 2006 11:16 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Who is in charge ?

> Rasanya sudah ada tuh...
> - 3 tahun masa eksplorasi operatorship tidak boleh dipindah
tangankan
> - setelah itu terserah pemain.. partner puas ya operatorship
diteruskan,
> tidak puas ya tinggal tergantung mayoritas sahamnya.... bisa ambil
alih
> operatorship...... bisa juga ada pemain baruyang masuk via farm in
dan
> syaratnya minta jadi operator........
> Menjadi operator dan tidak menjadi operator itu urusan masing2
perusahaan
> sesuai dengan taktik dan strategi bisnis mereka.....
>
> Salah satu KPS merupakan pemain utama di Indonesia dengan banyak
share
di
> sebagian besar lapangan di Indonesia... tapi sampai sekarang masih
suka
> untuk tidak menjadi operator..

  SEBUT LAH ITU   -  I   N   P  E   X

> Low profile tapi banyak untung, gak salah khan.....?
>
>
>
> salam,
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Surya, Sudana (TPC)" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, May 12, 2006 5:24 AM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Who is in charge ?
>
>
> Memang sangat membingungkan masyarakat. Di Cepu terjadi perebutan
tahta
> sbg operator, sementara di beberapa KPS justru enggan menjadi
operator.
> Apakah pemerintah kita tidak punya undang-undang / peraturan yg
mengatur
> ttg operatorship. Jangan peraturan yg menyesuaikan kemauan
> perusahaan...Tetapi perusahaan yg harus mengikuti peratutan
pemerintah
> RI. Kalo pemerintah nya teges, misalnya 'pemegang share terbesar yg
> berhak menjadi operator'..harga mati dan tdk bisa ditawar. Sehingga
tdk
> ada share 50:50.....hrs 51:49.....etc.
>
> Abah, ini sptnya dampak dari iklan rokok : Kalo bisa
dipersulit...kenapa
> harus dibikin gampang.....nise wik n lah.
>
> Salam,
> Ss>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: sanggam hutabarat [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, May 12, 2006 9:14 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Who is in charge ?
>
>
>   tapi ada juga yang nggak mau jadi operator walaupun sharenya
paling
> besar..apakah semata-mata motifnya karena  tidak menguasai
> teknikal..atau ada udang yang lain Abah?
>
>   salam,
>   sgm
>   --
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>   >
> Rekans
>
> Jadi jangan heran kalau dalam berbagai kerjasama antar Perusahaan
Minyak
> selalu terjadi "perebutan untuk menjadi operator".
> Sebagian besar "pertempuran" terjadi secara diam diam artinya tidak
> masuk ruang publik .Terkecuali masuk kasus Cepu.
>
> Bukan hanya tetapi juga keuntungan finansial , dengan berbagai cara
> dapat dicapai.
> Ini 6tentu saja normal wong namanya bisnis, ya pinter pinter kita
saja,
> tapi kalau sudah menyangkut kepentingan bagi "fulus" Pemerintah dan
> Rakyat , tentunya UU dan PP serta perangkat admin Negara -lah yang
harus
> berperan lebih dominan.
>
> Si - Abah
>
>

________________________________________________________________________
> __
>
>
> Cilaka memang, kirain cuma rakyat awam yg tidak tahu tentang hal
ini.
>> Kalau ketidaktahuan ini sampai ke level departemen ya parah donk.
>>
>> BP Migas perlu kasih informasi ini ke DPR agar ketika berbicara
>> mewakili rakyat faham siapa sebenarnya malaikat yg membantu rakyat
>> itu. dan juga ke Presiden, agar dalam rapat kabinet dijelaskan lagi
ke
>
>> semua mentri, karena urusan migas ini pasti menyangkut multi
> departemen.
>>
>> Jangan sampai terjadi : "asal bule pasti bagus, asal bule pasti
baik"
>>
>>
>>
>> A R I E F   B U D I M A N
>> Pertamina - Eksplorasi Sumatra
>> Phone : (021) 350 2150 ext.1782
>> Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Wednesday, May 10, 2006 7:38 PM
>> To: [email protected]; HAGI-Net; migas indonesia
>> Subject: [iagi-net-l] Who is in charge ?
>>
>> Ternyata siapa yg lebih berperan (in charge) didalam operasi migas
>> suatu daerah ditentukan siapa kontraktornya. Dalam hal setiap
kegiatan
>
>> walaupun logo BPMIGAS ada disebelahnya tetap saja nama kontraktor
>> tetep lebih diakui. Padahal kita tahu bahwa biayanya juga nantinya
>> masuk "cost recovery". Namun itulah keuntungan "operator" di
Indonesia
>
>> ini. Lah Departemen sosial saja memberikan penghargaannya ke
>> kontraktor bukan ke BPMIGAS. Soalnya kalau BPMIGAS juga yg mendapat
>> penghargaan nanti dibilang "jeruk minum jeruk". Namun .... Itulah
yg
>> menyebabkan rakyat didaerah akan sangat mungkin saja beranggapan
>> "program 'community development' itu adalah pemberian dari
kontraktor
>> ... pemerintah pusat mah ngga mau bantuin".
>>
>> Sulit memang ... karena kalau toh akhirnya ditunggu-tunggu dananya
>> turun melalui pemerintah pusat, apakah juga akan sampai kedaerah
>> seefisien kalau lewat KPS ?...
>> waaah mbulet juga deh ...
>>
>> Disinilah "previledge" untuk mendapatkan "nama" bila menjadi
operator.
>> Lembu yg diperah sapi yg dapet nama ....
>>
>>
>> RDP
>> ===========================4/28/2006 8:02:11 AM PEMBERIAN
PENGHARGAAN
>> INVESTASI SOSIAL KEPADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA (KKKS)
AMERADA
>> HESS DAN KONSORSIUM NATUNA BARAT JAKARTA, 27 APRIL 2006
>>
>> Pada hari ini, Kamis, 27 April 2006, 2 Kontraktor Kontrak Kerja
Sama
>> BPMIGAS yang terdiri: Amerada Hess yang beroperasi di Kabupaten
>> Gresik, Jawa Timur dan Konsorsium Natuna Barat yang merupakan
>> konsorsium dari ConocoPhillips, Premier Oil dan Star Energy yang
>> beroperasi di Kepulauan Natuna memperoleh Penghargaan Investasi
Sosial
>
>> untuk kategori perusahaan tambang minyak dan gas bumi. Penghargaan
>> diberikan atas keberhasilan kedua perusahaan tersebut dalam
>> melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu
>> salah satu program yang dilaksanakan agar perusahaan dan komunitas
>> atau elemen-elemen dalam jaringan sosialnya bisa tumbuh dan
berkembang
>
>> bersama.
>>
>> selengkapnya :
>> http://www.bpmigas.com/media-siaranpers-detail.asp?id=2006040110
>>
>>
>> --
>> "uniformity does not necessarily signify connectivity"
>>
>>
---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>> IAGI Website: http://iagi.or.id
>>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>>
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
>> IAGI Website: http://iagi.or.id
>>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>>
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
IAGI
> Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
"uniformity does not necessarily signify connectivity"

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke