Ngomong tentang pemakaian bio petrol ini mengingatkan saya tentang uji coba bio petrol yang dilakukan di Malesa yang menggunakan minyak kelapa sawit. Kalo gak salah, uji coba sudah berlangsung 4 tahun menggunakan sejumlah bus dari kantor kantor pemerintah dan satu lagi sedan mercy. Hasilnya selama 4 tahun itu mesin kendaraan bagus, gas buang hanya air saja dan mengeluarkan bau yang cukup sedap seperti ketika sedang menggoreng dengan minyak sayur saja. Pemerintah sini mendukung banget ide ini karena Malesa termasuk negeri pengekspor minyak kelapa sawit dunia, cadangan yang melimpah dan renewable. Sekarang Singapura sudah mulai mengembangkan teknology ini juga dan kalo tak salah sudah resmi di launching. Untuk menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar kendaraan diperlukan ongkos biaya sekitar RM2000 (5 juta IDR, mudah mudahan gak salah mengingat beritanya dah lama banget) untuk penambahan kita piranti pembakaran. Sekian sekilas info.
On 5/22/06, Adriantos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear IAGI, Saya lihat di TV tentang biosolar yang sudah diperkenalkan di Jakarta (sudah ada 4 stasiun BBM yang menyediakan biosolar) Hal itu sangat menarik, terutama dikaitkan dengan penghematan pemakaian minyak fossil. Adakah diantara rekan-rekan yang bisa memberikan penerangan lebih jauh tentang itu : bagaimana perbandingannya campurannya antara biodisel (dari palmoil) dengan petroleum dieselnya (menurut BPPT bisa dicampur sampai 10% ??) dan apakah ada yang tahu mengenai synthesis reactionnya? Mas Awang, mas Rovicky, atau pakar lainnya, mungkin bisa memberikan pencerahan? Thanks and regard, S. Adrianto --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min.
-- Salam hangat Shofi

