Belum lama pemerintah mencanangkan penggunaan briket batubara untuk energi 
alternatif pengganti minyak tanah, hal tsb mengingat tingginya harga minyak 
dunia waktu itu > 60$ perbarrel, bahkan dengan mantap pemerintah mencanangkan 
program pembuatan 1 juta kompor briket batubara untuk rumah tangga, setelah 
harga minyak dunia turun gaung tsb HILANG. Sekarang setelah harga minyak 
kembali naik tajam > 70$ perbarrel. pemerintah berniat mengurangi konsumsi 
minyak tanah dengan elpiji dgn program mengganti kompor minyak tanah dgn kompor 
elpiji (terutama di jakarta) dan menstop program briket batubara dengan alasan 
kesehatan (Koran Tribun Samarinda 17 mei 2006) Tentu saja hal itu sangat 
mengagetkan pengrajin kompor briket batubara. Pada waktu pameran briket 
batubara yg dibuka RI 1 di kemayoran bulan Oktober tahun kemarin yang diwarnai 
dengan demo memasak menggunakan briket batubara, bahu belerang dan abu yg 
menyesakkan sudah dirasakan pengunjung pameran. Sepertinya sebelum pencanangan 
program tsb " tdk ada studi sebelumnya" atau pura-pura tidak tahu??? akankah 
program kompor elpiji di jakarta akan bernasib sama????


With kind regards,

Widoyo
Geologist
PT Carsurin
Tel (62-21) 654 0425
Fax (62-21) 654 0418

Kirim email ke