Pak Andang, bergantung kepada di mana episentrum gempa, kalau ia ada tepat di 
mulut Grindulu Fault, ya mungkin akan seperti senasib reaktivasi Opak Fault. 
Kalau tidak, ya kemungkinan reaktivasinya kecil.

Masalahnya, pusat gempa kemarin tak ditemukan titik temu antara instansi2 yang 
berwenang (BMG dan Badan Geologi). BMG menentukan titik pusat gempa 
(episentrum) di laut, sementara Badan Geologi menaruhnya di darat. Suatu 
perbedaan yang menyolok dan berbahaya sebenarnya. Kedalaman pusat gempa di 
kerak Bumi pun berbeda. Kata BMG 33 km, sedangkan kata Badan Geologi 17.1 km. 
Data USGS (United States Geological Survey) menaruh episentrum di tepi pantai, 
tak jauh dari Parang Tritis dengan kedalaman pusat gempa 33 km. Data akan 
semakin diperbaiki, tetapi perbedaan2 itu berbahaya ! Harus diputuskan antara 
BMG dan Badan Geologi di mana lokasi sebenarnya episentrum gempa kemarin karena 
ini penting untuk analisis2 selanjutnya. Mereka harus duduk bersama, gunakan 
semua hasil rekam seismograf dari berbagai tempat.

Ini analisis saya, tentu bisa saja salah, saya mendasarkannya kepada semua 
keterangan BMG, Badan Geologi, USGS, dan peta2 geologi (Lembar Yogyakarta 
-Wartono Rahardjo, Sukandarrumidi, Rosidi, 1977 & Lembar Surakarta - Surono, 
Budianto Toha, Sudarno, 1988) serta tektonik di wilayah ini. Saya tak bisa 
menentukan di mana posisi episentrum sebenarnya karena saya tak punya data 
mentah seismogramnya dan di mana lokasi2 seismografnya. Kalau ada, semua data 
kegempaan bisa dianalisis dari kurva2 seismogram itu (interval P-S, amplitude, 
dsb).

Gempa ini telah membentuk patahan minor sesar mendatar (strike-slip front 
rupture) berarah BD-TL yang lalu menyambung ke patahan tua yang terentang dari 
Parang Tritis sampai BD Klaten. Karena episentrum tak jelas, panjang front 
rupture belum bisa ditentukan. Patahan tua ini paling tidak berumur 
post-Miosen, membatasi litologi volkanik Kuarter yang melandasi Bantul dan 
litologi masif karbonat yang melandasi Wonosari. Patahan ini di permukaan 
dilalui Sungai Opak. Saat gempa terjadi, gaya gempa dipropagasi dari minor 
strike-slip fault tadi lalu menyambung ke sesar tua tadi yang sebenarnya sesar 
normal tetapi diaktifkan ulang sebagai sesar mendatar menganan (dextral - 
dextral slip ini bisa disimpulkan secara kasar dari focal mechanism solution 
keluaran USGS). 

Layaknya gelombang, energi gempa merambat melingkar ke segala arah, seperti 
kita menjatuhkan batu di telaga yang tenang. Dari sesar tua ini, energi 
merambat ke utara ke Yogya sampai Semarang, ke timur ke Wonosari sampai 
Pacitan, ke selatan ke Samudra Hindia, ke barat ke Bantul sampai Banyumas. 
Semua yang dilaluinya akan digoyang. Bergantung kepada daya fleksibilitas 
bangunan terhadap goyangan dan batuan apa fondasinya, itulah yang menentukan 
tingkat kerusakan bangunan.

Bantul menderita kerusakan paling parah, sebab di samping wilayah ini paling 
dekat dengan sesar tua teraktifkan tadi, ia juga berdiri di atas endapan 
volkanik Kuarter yang belum terkonsolidasi dengan baik. Dan, yang membuatnya 
parah, Bantul benar2 terletak di suatu konfigurasi batuan lunak yang diapit di 
timur dan baratnya oleh dua masif karbonat (Wonosari dan Sentolo), maka 
gelombang gempa bisa mengalami reverberasi (gaungan) acak sebab gelombang 
dipantul2-kan dari dua masif yang mengapitnya dan terkonsentrasi di Bantul. 
Sedimen yang lunak di bawahnya bahkan bisa menguatkan gelombang (efek 
amplifikasi).

Ke depan, ada tugas mahaberat buat para ahli geologi yang berkiprah di 
kegempaan. Semua sesar2 tua yang menjorok sampai ke pantai secara tegak harus 
dipetakan. Di selatan, semua wilayah2 terkompresi di utara palung Jawa atau di 
timur palung Sumatra harus diperiksa, adakah wilayah2 "intra/inter-plate 
coupling" - ini adalah wilayah2 di mana kompresi dua lempeng mengunci massa 
batuan secara tektonik, kelak dari sinilah front-rupture gempa akan berasal 
saat batuan patah tak kuat lagi menahan stres. Kalau ia menyambung ke sesar tua 
di daratan, sesar tua akan bangkit kembali (reactivated) dan akan menjadi 
sarana penebar malapetaka di sekitarnya. Sekiranya ada hal2 yang seperti itu, 
wilayah2 ini tak laik untuk dikembangkan.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, May 29, 2006 10:37 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Sesar Opak - Sesar Grindulu ==> Re: [iagi-net-l] 
Aftershocks Bergerak ke NE

Sesar sepanjang hampir 40 KM dari pantai selatan Jawa di mulut kali Opak ke 
arah Prambanan/Klaten (sampai Jatianom?) kelihatannya BUKAN SESAR BARU. Di 
peta geologi P3G-pun sesar tersebut sudah terpampang. Arahnya 30-40-an 
degree NE. Kalau memang benar bahwa sesar tersebut teraktifkan sebagai 
rupture-front-nya gempa yang dipicu oleh konvergensi India-Australia ke 
bawah Eurasia, maka nampaknya kita juga perlu mewaspadai hal yang serupa 
kemungkina nterjadi pada SESAR GRINDULU, yaitu kelurusan strike-slip fault 
yang hampir sejajar dengan SESAR OPAK tersebut tapi posisinya ada di 
Timur-nya Pacitan. Panjangnya juga sampai 40 KM, dari pantai Pacitan ke arah 
Selatan Madiun, dengan arah sekitar 30-40 degree-an NE.

Agak berbeda dengan daerah Bantul, sesar Grindulu di Jawa Timur ini sudah 
sering ber-ulah (alias aktif) dengan menghasilkan longsoran-longsoran 
gerakan tanah di daerah Pacitan dari waktu ke-waktu. Dari Peta Geologi P3G 
terlihat tanda SESAR GESER MENGANAN pada segmen-segmen Sesar Grindulu 
tersebut.

Masalah utama yg muncul dari analisis diatas biasanya adalah pertanyaan: 
KAPAN sesar Grindulu akan bernasib serupa dengan Opak di Bantul??  Dan 
seharusnya, dalam keterbatasan kita (ahli geologi) membaca ayat Gusti Allah, 
kita wajib menjawab bahwa: ==== yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan 
diri,.. bukan meramal "kapan"-nya ====

Salam

ADB


----- Original Message ----- 
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 27, 2006 11:07 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Aftershocks Bergerak ke NE (Gempa Yogyakarta 27 
Mei 2006)


> Kalau sesar baru ini memanfaatkan konfigurasi substrate di wilayah ini, 
> maka ia akan berpropagasi dari episentrum gempa utama ke arah TL sampai 
> ujung utaranya di Perbukitan Jiwo. Artinya, Solo atau bahkan Klaten pun 
> luput dari "robekan". Maksimum, ia akan sekitar 30 km ke arah TL dari 
> garis pantai Parang Tritis.
>
>  Kalau kita perhatikan Sungai Opak, ia mengalir di sepanjang batas 
> litologi antara gamping Miosen Wonosari dan deposit volkanik Kuarter 
> Merapi yang menutup Sleman, Yogya, dan Bantul. Kelihatannya, sesar baru 
> ini pun mungkin terbentuk di batas litologi ini sebab batas ini pun bisa 
> jadi sebenarnya suatu batas struktur tua yang mengindentasi  garis pantai 
> selatan Jawa Tengah. Di wilayah ini, Pegunungan Selatan Jawa tenggelam 
> dari Nusa Kambangan sampai muncul kembali di timur Sungai Opak.
>
>  Rupture front-nya baru, dibangkitkan gempa Yogya 27 Mei 2006, tetapi ia 
> bisa saja berpropagasi sebagai strike-slip fault memanfaatkan struktur 
> substrate yang sudah ada di sini sejak Paleogen - yaitu batas timur 
> indentasi garis pantai selatan Jawa.
>
>  Mudah2-an benar, ia tak sampai Solo, Klaten pun tidak agar swarm of 
> aftershocks tak merangsek makin ke utara.
>
>  salam,
>  awang
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Gambar ploting gempa2 susulan versi BMG dan versi USGS aku pasang di
> http://rovicky.blogspot.com
> Sepertinya gempa2 USGS ini yg sesuai dengan dugaan pak Awang.
>
> Setelah saya plot lokasi2 gempa tersebut sepertinya memang
> propagasinya kearah NE.
> Yang saya takut propagate ke solo. Saya ngga tahu sepanjang mana sesar
> aktif ini.
> Saya inget dulu sewaktu kuliah ada yg akan mengukur pergeseran sesar
> ini dengan GPS waktu itu (akhir 80an). tetapi tentunya GPS belum
> secanggih saat ini. Pergerakan sesar saat itu tidak terdeteksi, karena
> mungkin keakurasian dan presisi alat GPS yg masih belum sebaik saat
> ini.
>
> RDP
>
> On 5/27/06, Awang Satyana wrote:
>> Plotting episentrum mainshock dan aftershocks gempa Yogya dari pukul 
>> 05.55 (main shock) sampai episentrum aftershocks pukul 08, 09, dan 11 
>> menunjukkan bahwa pusat2 gempa sedang bergerak ke daratan. Pukul 11.21 
>> posisi episentrum sudah di bagian tenggara daratan Yogyakarta. Magnitude 
>> gempa semakin menurun. Sampai pukul 14.30 sudah terjadi 74 aftershocks.
>>
>> Gerakan perpindahan ini sejajar dengan slip vector konvergensi lempeng 
>> Hindia terhadap Eurasia, yaitu 10 derajat NE. Focal mechanism solution 
>> menunjukkan strike-slip faulting pada rupture front-nya. Bisa jadi sesar 
>> mendatar baru ini menyusup di bawah daratan Yogya sepanjang sekian km 
>> dengan arah 10 deg NE, dan dari situ pulalah mungkin keluar episentrum2 
>> gempa susulan.
>>
>> Kalau kita tarik garis 10 deg NE dari episentrum gempa utama di Lautan 
>> Hindia menuju daratan Yogya, di situlah mungkin aftershock epicentrums 
>> akan berkumpul, semoga tak terlalu merusakkan walau goncangan terkuat 
>> aftershocks mungkin akan tak jauh keluar dari garis itu.
>>
>> salam,
>> awang
>>
>> Salahuddin Husein wrote:
>> Trims, Pak Awang.
>> Saya lupa memperhatikan data kedalamannya, terlalu terpaku pada plotting
>> di permukaan. Maklum panik juga sebab rasanya ini gempa terbesar di
>> jogja dengan tingkat kerusakan yang tinggi selama ini.
>>
>> udin,-
>>
>> Awang Satyana wrote:
>> >
>> > Tak ada pergeseran episentrum gempa. Gempa 4.5 SR pukul 11.21 AM itu 
>> > (USGS) adalah masih aftershock gempa pertama 6.2 SR pukul 05.56 AM. 
>> > Coba plot lokasi episentrum dua gempa ini - itu sangat menunjukkan slip 
>> > vector lempeng Samudra Hindia berkonvergen terhadap Jawa, yaitu 10 deg 
>> > NE. Kalau diplot semua episentrum-nya pasti membuat swarm of earthquake 
>> > epicentrums yang akan menunjukkan slip vector konvergensi lempeng2 di 
>> > wilayah ini.
>> >
>> > Focal mechanism plotting menunjukkan strike-slip faulting, ini bukan 
>> > strike-slip di daratan, sesar lama, tetapi saya pikir itu "rupture 
>> > front" pada Benioff zone, yaitu robekan/retakan/patahan baru yang 
>> > terjadi akibat gempa ini. Ingat, "sobekan" ini bisa terjadi pada 
>> > tingkat 3 km/detik. Maka, akan bergantung kepada berapa panjang retakan 
>> > bidang sesar terbentuk, secepat itulah propagasi gelombang gempa 
>> > menjalar ke permukaan.
>> >
>> > salam,
>> > awang
>> >
>> >
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
>> countries) for 2ยข/min or less.
>>
>
>
> -- 
> How to win the game without breaking the rule --> make the new one !
>
> ---------------------------------------------------------------------
> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> ----- Call For Papers until 26 May 2006
> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save 
> big. 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.7.3/350 - Release Date: 5/28/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.7.3/350 - Release Date: 5/28/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke