Barangkali ada yang mau share tentang subjek diatas.

Seperti yang kita tahu, penentuan volume of shale dari wireline log bisa
didapatkan dari gamma ray, resistivity dan density neutron. Dari gamma ray
kita sering menggunakan shale dan sand line sebagai referensi untuk
perhitungan volume shale, dengan perhitungan index gamma ray misalnya.
Begitu juga dengan kurva laen yang saya sebutkan diatas. Defleksi dari shale
line akan berkorelasi langsung dengan volume shale. Pertanyaan saya adalah :

1. Bagaimana caranya kita menentukan silt? apakah kalo ada cycle misal
fining atawa coarsening upward ditengahnya mesti berukuran silt? kalo ya,
bagaimana konsep ini diterangkan mengingat kita menghitung volume shale dari
cycle ini dengan cara yang sama? Adakah pendekatan pendekatan tertentu
(asumsi) yang harus dilakukan untuk penentuan silt ini? Apakah bisa dengan
Neutron Density atau tool laen.

2. Konsep dasar CMR adakah mengukur pore throat size distribution yang
berhubungan dengan dengan kemungkinan besarnya ukuran butir. Misal, pore
throat yang kecil akan berhubungan dengan clay size yang mengindikasikan
adanya clay bound water, semakin besar pore throatnya (permeabilitasnya),
semakin besar pula ukuran butir (rule of thumb permeability vs ukuran
butir). Pertanyaan saya, seberapa besar akurasi analisa ukuran butir dari
CMR/NMR? juga akurasi kalo kita melakukan analisa CMR di core dan
mengahsilkan analisa ukuran butir (untuk penentuan T2 cutoff nya).



Salam

Shofi

Kirim email ke