Jumat, 02 Juni 2006 - 13:20 WIB
Gunung Merapi Terus Aktif Pasca Gempa Yogya
Aktifitas Gunungapi Merapi pasca gempa yang mengguncang Yogya pada
Sabtu (27/5) lalu dilaporkan terus aktif. Bahkan terjadi kecenderungan
peningkatan aktifitas dibandingkan dengan keadaan sebelum gempa Yogya.
BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknik Kegunungapian)
Yogyakarta melaporkan, sepanjang hari Kamis (1/6) mulai pukul 00.00
s.d. 24.00 WIB Merapi telah meluncurkan awan panas sebanyak 144 kali.
Sedangkan pada Jumat (2/6) 00.00 s.d. 06.00 WIB terjadi 35 kali
luncuran awan panas. Berdasarkan data-data tersebut, status Gunungapi
Merapi saat ini masih dalam keadaan AWAS.
Selain itu, menurut para pengamat di lapangan, untuk pertama kalinya
pada masa erupsi ini, luncuran lava pijar telihat mengarah ke sektor
barat dengan jarak luncur maksimum 2,5 km. Hal lainnya adalah
bertambahnya ketinggian asap solfatara yang teramati dari puncak
Merapi. Berikut data lengkap tentang aktifitas Gunungapi Merapi sampai
dengan hari Jumat (2/6) pukul 06.00 WIB :
1. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 1 Juni 2006, keadaan asap
solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap
maksimum 1300 meter, teramati dari Pos Babadan. Cuaca di sekitar
puncak cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hari berkabut
dan mendung. Dari Pos Kaliurang teramati 50 kali guguran lava pijar
mengarah ke hulu Kali Krasak dan sebagian ke hulu Kali Boyong dengan
jarak luncur maksimum 2 km dan 88 kali mengarah ke hulu Kali Gendol
dengan jarak luncur maksimum 1,5 km. Awan panas yang teramati dari Pos
Kaliurang sebanyak 11 kali, mengarah ke hulu Kali Krasak dan hulu Kali
Boyong dengan jarak luncur 3 km dan 15 kali ke hulu Kali Gendol dengan
jarak luncur 1,5 km.
2. Pada tanggal 1 Juni 2006 pukul 00.00 s.d. 24.00 WIB, tercatat 315
gempa guguran, awan panas 144 kali, gempa MP 35 kali, gempa vulkanik 2
kali dan gempa tektonik 13 kali.
3. Pada tanggal 2 Juni 2006 pukul 00.00 s.d. 06.00 WIB, keadaan asap
solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, tinggi 500 meter
teramati dari Pos Babadan. Awan panas teramati dari Pos Kaliurang
terjadi 2 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 1 km.
Sementara itu, guguran lava pijar terjadi 75 kali menuju hulu Kali
Krasak dan hulu Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2 km, dan ke
arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 1,5 km. Rekaman seismograf
mencatat gempa MP 6 kali, gempa guguran 87 kali, awan panas 35 kali,
dan gempa tektonik2 kali.
4. Aktifitas Gunungapi Merapi masih tetap dalam status AWAS karena
masih terdapat potensi terjadinya awan panas akibat aktifitas magmatis
di puncak.
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------