Saya kira teserah masing2 apakah percaya Mama Lauren atau Geoscience. Kalau buat saya Mama Lauren, Permadi, M'Bah Marijan adalah sekadar hiburan. M'Bah Marijan bahkan diundang menghadiri pembukaan piala dunia? Di bidang medis juga hal sama terjadi, kalau penyakit sudah tidak bisa disembuhkan secara medis, banyak orang (bahkan yang terpelajarpun) lari ke apa yang disebut pengobatan alternatif, apakah itu dengan ilmu gaib, herbal dll. Juga di kepolisian (bahkan di negara Amerika Serikat) mencari penyelesaian suatu kejahatan sering digunakan paranormal/ psyschic. Yang jadi masalah tentu jika penyelesain paranormal ini dijadikan kebijakan pemerintah.
Di negara modern tentu hanya sains digunakan dasar kebijakan.
Yang kita perhatikan adalah apakah pemerintah akan melakukan kebijakannya berdasarkan Mama Lauren, Permadi atau M'Bah Marijan, jika geoscience gagal /tidak mampu melakukan prediksi bencana? Kita ingat juga masalah UU santet, tentu dalam negara modern tidak mungkin UU ini diberlakukan, karena secara sains santet tidak dapat dibenarkan existensinya.
Wassalam
RPK
----- Original Message ----- From: "Leonard Lisapaly" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 05, 2006 7:40 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Membatasi Kalangan dalam Diskusi Gempa Yogya



Mungkin karena tingkat akurasi prediksi Mama Loren dianggap cukup bagus
hingga beliau dijadikan nara sumber ?

LL
"Bukan penggemar Mama Loren"

-----Original Message-----
From: Iman Argakoesoemah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 05, 2006 7:35 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Membatasi Kalangan dalam Diskusi Gempa Yogya

Sebenarnya pesan yang ingin disampaikan TV kepada publik cukup sederhana,
yaitu Mama Loren lebih "pintar" dari kita ?? TV menganggap bagus acara itu
ditayangkan sebagai pengujian terhadap tingkat kesadaran masyarakat pada
"ramalan". Juga ingin ditampilkan aspek teknis vs aspek mistik bersama-sama sebagai hiburan. Setelah diguncang dengan tayangan "memburu hantu dan kartu horoskop" begitu lama, apakah masyarakat sudah "lebih percaya" pada hal-hal
mistik ? Kalau ya, kirim saja Mama Loren ke Jogya ...... ???


Thanks. Iman

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 02, 2006 10:18 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Membatasi Kalangan dalam Diskusi Gempa Yogya


Masalahnya, Pak Ridwan, para wartawan pun sekarang sangat tanggap menjemput
bola. Mereka telah memegang nama-nama para ahli geologi yang bisa segera
dihubungi kalau ada bencana seperti ini. Tanpa ahli geologinya mengemukakan
sendiri, mereka sudah mengontaknya. Coba kita simak koran2 enam hari
belakangan ini, mereka telah menghubungi banyak ahli terkait (Pak Fauzi, Pak Prih Haryadi, Pak Surono, Pak Benyamin, Pak MT Zen, Pak Yusuf BPPT, Pak Heri Haryono LIPI, dll). Nah, tanpa diskusi kita di milis IAGI keluar pun, mereka sudah tahu informasinya. Dalam hal ini, seperti yang saya sebut berulang2 di milis ini bahwa perbedaan pendapat kali ini berbahaya, bijak2lah berpendapat
(kepada para ahli yang dimintakan pendapatnya oleh para wartawan) sebab
masyarakat kita bukanlah masyarakat bodoh.

Dan, kalau rekan2 sempat nonton ulasan Mama Loren (peramal terkenal itu)
tentang gempa ini di suatu stasiun TV, wah...ini akan tambah meresahkan. Kok
Mama Loren dikonsultasikan soal gempa, itulah... Dan, ANTV pun berani
mengkonfrontasikan pendapat Pak Surono dan Pak Fauzi kok di satu acara.

Informasi sudah begitu terbuka, sulit membendungnya. Kembali kepada kebijakan
para ahli itu.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Ridwan Djamaluddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 02, 2006 9:47 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Membatasi Kalangan dalam Diskusi Gempa Yogya

Rekan-rekan Anggota IAGI,

Saya dihubungi oleh Dr. Dwikorita, Anggota IAGI yang Ketua
Jurusan Geologi UGM, dan sekarang sangat sibuk melayani
pertanyaan publik tentang masalah kegempaan. Intinya, Ibu
Rita merasakan kepanikan publik akibat informasi dari
kalangan ahli geologi yang membingungkan masyarakat;
khususnya tentang kemungkinan gempa susulan.

Disadari bahwa diskusi ilmiah di kalangan ahli geologi
adalah sangat penting dalam pengkayaan khasanah keilmuan,
namun potensi dampak negatif bagi masyarakat hendaknya
diminimalkan.

Berdasarkan kondisi di atas, saya menghimbau agar bahan
diskusi yang beredar di milis iagi-net tidak dengan
sengaja ditembuskan ke luar iagi-net.

Hal-hal lain yang normatif hendaknya kita lakukan dengan
cermat, misalnya dalam memberikan pernyataan kepada
wartawan, penyuluhan dll.

Untuk mengakomodasi wacana diskusi ilmiah, IAGI akan
melanjutkan diskusi yang telah dilaksanakan hari Selasa
yang lalu dengan topik yang lebih dalam, antara lain:
metoda perhitungan dan pemodelan gempa, dan usulan
rancangan riset untuk memahami fenomena gempabumi dan yang
terkait.

Salam, Ridwan Djamaluddin


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.1/354 - Release Date: 6/1/2006


--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.1/354 - Release Date: 6/1/2006


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke