Cak Ar, Aku rodo bingung sama pertanyaan sampeyan yang notabene adalah orang "dalam". Lha kalau orang dalam sendiri nanya, apalagi kita yang di "pinggiran....":-).
Perkara 37 sumur cukup nggak dan bagaimana profil produksi dan depletion curvenya mestinya ada studi atau simulasi dinamiknya. Dan ini menurut aku sudah sangat teknis sekali karena namanya modeling pasti tidak unik, tergantung konsep geologi yang dipakai. Kemudian di ujungnya juga berkaitan dengan arsitektur fasilitas produksi untuk optimalisasi profil hasil simulasi itu. Dan namanya arsitektur, ya tergantung selera dan aliran si arsiteknya..... Jadi kalau ditanya apakah 37 sumur itu cukup, ya susah untuk dijawab ........ Tapi kalau soal sunk cost, aku juga pengin tahu he he he .... salam, ----- Original Message ----- From: "Ariadi Subandrio" <[EMAIL PROTECTED]> To: "IAGI NET" <[email protected]> Sent: Tuesday, June 06, 2006 5:36 AM Subject: [iagi-net-l] Cepu POD.... > Notifikasi BPMigas untuk POD Blok Cepu adalah meminta pergeseran skedul membangun fasilitas produksi setelah pemboran.... gud, pre-audit yg tepat. > > Gimana dengan Sunk Cost yang mencapai diatas 500 jt US Dolar? -- disetujui kah oleh BPMigas? dan, Skenario dengan 37 sumur (produksi + injeksi?) mampukah Banyu Urip dipompa mencapai 160 ribu barel per hari? akan bertahan untuk jangka waktu berapa lama? seberapa cepat depletion dari carbonate reservoir-nya? > > adakah pencerahan rekan-rekan ? > > > lam-salam, > ar-. > > > > BP Migas Setujui POD Blok Cepu > Maryadi - detikcom > Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) telah > menyetujui planning of development (POD) Blok Cepu yang diajukan oleh > Pertamina dan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI). > EMOI dan Pertamina diminta oleh BP Migas untuk segera memulai aktivitas > pengeboran di Blok Cepu agar ladang minyak tersebut bisa berproduksi > sebelum akhir 2008. > Hal itu diungkapkan Kepala BP Migas Kardaya Warnika di Jakarta, Senin > (5/6/2006). > "BP Migas sudah berikan notifikasi atas POD yang diajukan JOC Cepu, > prinsipnya kami menyetujui usulan mereka," katanya. > BP Migas berharap produksi minyak di Blok Cepu bisa dipercepat. "Kami > minta agar produksi bisa dipercepat dari target akhir 2009 menjadi akhir > 2008," papar Kardaya. > Dengan disetujuinya POD Blok Cepu, kata Kardaya pihak EMOI dan Pertamina > sudah bisa melakukan proses tender untuk keperluan proses pengeboran. > Untuk tahap awal ada 37 sumur yang akan dibor di lapangan Banyu Urip. > Selain itu Pertamina dan EMOI diminta mengkaji lagi fasilitas produksi > dan rute pipa pengangkutan minyak dari lokasi pengeboran ke Pelabuhan > Tuban, karena yang dalam POD tersebut masih hitungan pada tahun 2001. > POD Cepu dimasukkan lagi ke BP Migas pada 5 mei 2006 lalu, setelah > sebelumnya sempat ditolak karena tidak lengkap. BP Migas mengusulkan > pengeboran Blok Cepu dilakukan dalam dua tahap. > "Tadinya mereka ingin semua fasilitas produksi siap dulu, baru mulai > pengeboran, makanya target produksi mundur," ujarnya.(mar) > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

