Pak RDP,

Kalo pak Danny telah mengatakan bahwa lokasi gempa bukan dilokasi yang 
diperkirakan 
maka dia telah menganulir lokasinya. Tetapi apakah data2 yang didapat dari 
penelitian (S3-nya)Danny itu dapat diabaikan begitu saja?

Danny adalah hanya sedikit dari orang yang meneliti gempa2 Aktif (neo tectonic) 
di dunia. Beberapa peneliti dengan latar belakang structural geologsit, 
ataupun background lainnya, telah mengabdikan diri dalam bidang ini. Pollrad 
& Bullock di awal tahun 70 an meneliti gempa2 aktif di daerah Israel dan 
tleh menghasilkan sebuah paper yang menjadi salah satu acuan dalam memprediksi 
gempa2 aktif. Mereka mengatakan bahwa gempa bergerak dalam bentuk En-echelon 
fault  shear meovement dan menganalisa gempa2 tersebut dengan metoda shear 
stress-strain analysis. Teori ini juga yg dipakai oleh dosennya Danny, Prof 
Kerry Tshe, dalam meneliti gempa2 di San Andreas fault di daerah California. 
Prof Tshe, setelah mendapatkan gelar S3nya, dalam papernya di pertengahan 
tahun 80 an "memprediksi" gempa besar di California dia wal 90an (trahun 
92??).
Saya sendiri lupa apakah lokasi terjadi gempa tersebut memang sesuai dengan 
yang dipredisk oleh Pfor Tshe tersebut, tapi dia memang meprediksi gempa 
tersebut akan terjadi.

Danny melakukan penelitian S3 nya dengan menganalisa coral dalam menentukan 
pergerakan 
Sumatra fault. Dan dia mendapatkan data yang dianggap cukup akurat, untuk 
menyimpulkan gempa dan tsunami di yang melanda Aceh dan dia coba memprediksi 
gempa2 besar yg akan datang. Tapi salah tempat, tapi dilokasi yg berdekatan, 
apakah itu bisa dianggap terlalu menyimpang?

Banyak hal dalam geology yang bisa dianggap meramal, termasuk mencari minyak 
dan mineral deposit. Tetapi data2 yang didapat adalah data real dan geologist 
dapat mengambil kesimpulan/prediksi dengan berbagai analisa yang didapatnya. 
Juga ini terjadi dengan gempa di Yogya, dimana data2 yang adala adalah real 
tapi analisa dari data(=gempa) tersebut dapat memberikan kesimpulan yang 
dihasilkan bisa berbeda2.

Tentu akan menarik jika kita mengajak Danny untuk  berdiskusi dan menunjukkan 
data2 
yang dia dapat dari prediksinya terhadap gempa besar yg akan datang. Pasti 
aan da kesimpulan yang diambil selain

Tak banyak orang yang mengabdikan dirinya dalam pure science=geology, tapi 
hasil2 penelitian/pretiksi mereka mudah2an bisa merguna untuk masyarakat 
yang lebih luas.

Wassalam,
Ydui Jurnalis

=======
Coba klik disini :
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/12/tgl/28/time/112255/idnews/263332/idkanal/10

"Gempa Aceh bukan Gempa Besar yang diramalkan"

*Gempa Aceh Bukan Gempa Besar yang Diramalkan*
Suwarjono - detikcom  *Jakarta* - Gempa besar di Aceh yang terjadi ini
di betul-betul di luar prediksi. Para pakar gempa sebetulnya sudah
memprediksikan di perairan Sumatera, terutama di sekitar Kepulauan
Mentawai dan Siberut dalam kurun 0-50 tahun ke depan akan terjadi
gempa besar, sekitar 9 Skala Richter. Gempa yang terjadi kali ini
berada di luar area yang diprediksikan. "Gempa Aceh yang terjadi ini,
dari rekaman sejarah geologinya kurang ada data. Para ahli sebetulnya
sudah memberikan perhatian besar justru di sekitar Mentawai dan
Siberut karena sejarah gempa besarnya yang terjadi dalam siklus
200-300 tahunan. Jadi gempa di Aceh kali ini, bukan gempa yang
diramalkan sebelumnya," tutur Dr Danny H Natawidjaja, ahli gempa dari
Puslitbang Geoteknologi LIPI Bandung kepada *detikcom* Selasa
(28/12/2004). Dalam satu kegiatan diskusi Geologi Selat Sunda setahun
yang lalu di Bandung, Danny menuturkan dari catatan geologi, siklus
seismik gempa berskala 9,0 Skala Richter di sekitar zona subduksi di
barat Sumatra, sudah berada pada ujung siklus 200 tahunan-nya. Gempa
besar tercatat pernah terjadi di Mentawai pada tahun 1381, tahun 1608,
dan yang terakhir tahun 1833. Dari siklus itu, diprediksikan bahwa
ujung siklus seismik tersebut sudah dekat meski tetap saja sulit
mengetahui persis kapan gempa berkekuatan 9,0 Skala Richter itu akan
bisa terjadi. Kejadian gempa disertai tsunami besar kali ini,
menurutnya ternyata terjadi di luar area yang diperkirakan itu.
Berarti prediksi bahwa dalam kurun waktu hingga 50 tahun ke depan,
potensi gempa-gempa berskala besar masih akan bisa terjadi di sekitar
Mentawai dan Siberut. Bahkan segmen pergerakan gempa di dasar Samudra
Hindia kali ini, menurut Danny bisa saja memicu ketegangan di
sebelah-menyebelahnya. "Kalau akumulasi ketegangan dan energi di
pinggir-pinggir lempeng tektonik atau zone subduksi itu tidak
tertahankan, bisa terjadi gempa-gempa lain," tuturnya. Kembali ke soal
gempa Aceh itu, untuk keamanan masyarakat maka dalam periode satu
bulan ke depan masih harus diwaspadai gempa-gempa susulan dan
dampaknya. "Kalau gempa utamanya saja berskala 9 Skala Richter,
potensi gempa susulan hingga maksimal 1 skala di bawahnya bisa saja
terjadi. Gempa berskala 8 SR itu juga tergolong besar dan dampaknya
juga bisa dahsyat," katanya. Karena itu, masyarakat sendiri menurutnya
memang dituntut untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri karena
potensi gempa memang mengancam.



RDP

On 6/3/06, Kristiawan Candra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear profesional iagi,
>
>   Saya iseng2 cari di google tentang Bpk. Danny yang disebut2 di milis iagi 
akhir2 ini. Ternyata saya ketemu link di:
>   http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1136304373&5&2006&;;
>
>   Kalo saya baca dari website tsb... dan kalo tanggal di tulisan tersebut 
> bener... 
Berarti Bapak Danny ini juga sudah punya "insting" ilmiah akan gempa di 
Jawa (Jogja) dari tahun lalu... yang terbukti terjadi di Jogja sekarang.
>
>   Nah... kalo benar yang dikatakan Bpk. Jurnalis kalo Bpk Danny ini yang 
"nge-backup" pernyataan si Paranormal Permadi... Maka bisa jadi akan ada 
bencana di JKT. Tapi tentunya harus ditelaah secara ilmiah dulu. Meski saya 
juga sebetulnya selalu bersikap skeptik dengan "peramal".
>
>   Thanks
>
>   KrisCan
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Mungkin mas Yudi bisa memberikan penjelasan apa yg dimaksud "betul"?
> "Betul" bahwa Permadi menyatakan itu ? atau "betul" bahwa ramalannya
> akan terjadi ?
>
> Seingatku Danny pernah mengkoreksi bahwa gempa Aceh itu bukan yg
> diperkirakan Danny ditahun 2003. Segmen yg diperkirakan saat ini masih
> diselidikai apakah terpengaruh oleh getaran Gempa Aceh yang 9.2 itu.
>
> Kalau boleh tahu apa yg dinyatakan Danny pada waktu itu, apakah benar
> Danny meramalkan gempa akhir 2004/awal 2005 ?
>
> salam
> rdp


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke