Abah,

Diapirisme di Jawa Tengah-Jawa Timur banyaknya di sisi utara Kendeng Zone, 
terutama di wilayah Randublatung Deep Zone, termasuk yang Abah amati di 
lapangan-lapangan tua di barat Surabaya itu (lapangan tertua di Jawa Timur, 
Kuti-Anyar, walaupun "anyar" tapi tua he2, ditemukan di wilayah ini)adalah 
terusan timur dari Randublatung Zone, bahkan sampai ke offshore Madura Strait. 
Section seismik U-S di wilayah ini (Santos, Mobil, Husky, dll) dengan jelas 
menunjukkan keberadaan diapirisme tersebut.

Di wilayah Sangiran - areal tempat Lapindo mengebor sumurnya ini masuk ke 
wilayah Kendeng selatan atau lebih tepatnya Solo Depression Zone (semua 
pembagian tersebut kita tahu dari van Bemmelen, 1949, 1972). Ada beberapa 
kenampakan diapir seperti yang mengangkat Upper Kalibeng di Kubah Sangiran. 

Tetapi, dari section seismik di mana titik sumur dibor Lapindo tak ada gejala 
diapir muncul di situ. Semua reflektor bisa ditarik cukup mudah, hanya memang 
dirajang-rajang sesar. Horizon2 yang mestinya ekivalen dengan Kabuh, Pucangan, 
dan Kalibeng, atau bawah Kalibeng tak menunjukkan kehadiran diapir.

Hanya, sedimen2 volkaniklastik ini kelihatannya diendapkan di lingkungan 
sedimentasi cepat, dan sumur telah melewati zone overpressured. Bagaimana kalau 
ini semacam underground blowout yang di-release via rajangan sesar2 yang banyak 
itu ke permukaan. Banyak sesar2 yang terus ke permukaan.

Kejadian pertama sehari sesudah gempa Yogya, apakah ada pengaruh gempa ke situ 
? Masih dicari hubungannya dengan mengumpulkan hard data-nya. Ada laporan 
Malang, Pasuruan, Bangil digoncang gempa saat gempa Yogya terjadi. Tetapi harus 
ada buktinya dulu.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 07, 2006 8:26 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] 'semburan' lumpur dan gas didekat jaln tol SBY

>

 Awang,

 Dari segi konsep regional yang Anda katakan mungkin benar seperti itu ,
akan tetapi pada tahun 1975-an (saya lupa persis-nya) , saya ditugasi un
tuk mempelajari lapangan lapangan tua disekitar `Surabaya (umur-ku waktu
itu 30-an).
Saya melihat dengan jelas adanya shale diapirism yang benar benar "text
book" dari penampang seismik.
Hal yang sama Anda  dapat lihat pada struktur Lingsir Sepat yang di-bor
Pertamina akhir 1970.

Jadi kalau bukan shale diapirsm, kondisi subsurface apa ya ?

Mungkin Anda` dapat share , apakah lintasan seismik melalui daerah itu sama
sekali tidk menunjukan shale diapirism ?

Bagaimana membandingkan mud vulcano di Sangiran (?) dengan kasus ini ?

Si-Abah




____________________________________________________________________________

  Pak Awang,
>
> Tadi malam saya nonton MetroTV sekitar jam 10:35, disebutkan bahwa lumpur
> yang kadang-kadang muncul tersebut banyak mengandung silika dan susunannya
> sama dengan abu Merapi. Tayangan melebar ke berbagai tempat di kabupaten
> dekat Jogya dan beberapa pendapat termasuk para pakar dari UGM, UPN, ITB,
> dan pengamat gempa/gunung api (Ibu Sri Mulyani yang memperlihatkan bekas
> situs yang rontok dan ambles). Oleh Ibu Sri Mulyani disebutkan bahwa
> lumpur yang muncul ke permukaan melalui retakan-retakan terjadi sejak abad
> ke 13 (sayang saya tidak mendengarkan secara lengkap alias mulai ngantuk).
>
> Pertanyaan saya:
> (1) Apakah ada percampuran komposisi antara lumpur hasil sedimentasi cepat
> yang disemburkan dengan material dari gunung api sewaktu masih dalam
> kondisi subsurface ? Saya pikir mungkin komposisinya tidak sama karena abu
> gunung api lebih banyak "gelas" dibandingkan dengan silika yang terbawa
> oleh lumpur sedimentasi cepat.
> (2) Secara stratigrafi, apakah posisi lumpur (mud) ini saat ini sangat
> dangkal ? Kira-kira formasi apa ?
> (3) Apakah IAGI sudah melakukan dokumentasi kejadian alam seperti ini
> untuk pembelajaran kita semua termasuk mahasiswa dan masyarakat umum saat
> ini dan dikemudian hari (misal disimpan di website). Hal ini mungkin bisa
> dilakukan dengan meminta salinan dari TV.
>
> Thanks. Iman
>
> -----Original Message-----
> From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 06, 2006 9:02 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
>
>
> "Mud extrusion" seperti yang Abah sebutkan memang gejala biasa saja kalau
> ia terdapat di zone tekanan tinggi-sedimentasi cepat seperti di Jalur
> Deformasi RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) yang terbentang sejak dari
> barat Rembang sampai timur Sakala. Betul, di sini ditemukan banyak diapir,
> rembesan minyak, dan gas. Api abadi Mrapen Purwodadi pun ada di jalur ini,
> juga rembesan gas yang menyembur ketika penduduk menggali sumur lantas
> membakar rumah di Wirosari, Sragen beberapa saat yang lalu pun ada di
> sini. Zaman dulu, akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, semua ekspresi
> permukaan hidrokarbon ini telah membimbing ke penemuan lapangan-lapangan
> minyak pertama di Jawa Timur.
>
> Tetapi, lokasi sumur Lapindo kali ini di luar jalur itu. Saya pikir
> keluarnya lumpur kali ini tak ada hubungannya dengan diapirisme di RMKS.
> Lapindo, BPMIGAS, dan fungsi-fungsi terkait di Pemda sedang berada di sana
> dan sedang mengadakan koordinasi untuk menanggulangi tindakan2 darurat
> agar lumpur tak semakin luas penyebarannya, memasuki rumah2 penduduk,
> menutup jalan tol, dll.
>
> Mengapa bisa keluar lumpur sebanyak itu ? Seperti juga halnya asal-muasal
> gempa Yogya yang punya banyak pendapat, begitulah juga asal-muasal mud
> extrusion ini. Kelihatannya kita, para geologists, geophisicists, juga
> kadang2 petroleum engineers ditakdirkan untuk berbeda2 pendapat he2..
> Sementara data di lapangan dikumpulkan dan dianalisis, yang lebih penting
> adalah membendung penyebaran lumpur atau 'melokalisirnya' agar tak semakin
> melebar di permukaan. Kita belum membicarakan bagaimana menghentikan
> semburan ini, sebab sampai saat ini tak ada yang bisa memastikan dari
> titik mana asal lumpur keluar. Sebuah relieve well tak akan efektif
> dilakukan sementara asal semburan tak diketahui.
>
> Kuatir terjadi cratering seperti pernah terjadi di banyak kasus blow out
> atau mud extrusion, rig pemboran sudah dipindah. Sayang sekali ada problem
> ini, sementara pahat bor baru saja menyentuh gamping Kujung, sang target
> utama. Ini adalah reef Kujung paling selatan di Jawa Timur dari jajaran
> tinggian2 isolated platform carbonates di Jawa Timur.
>
> Salam,
> awang
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 06, 2006 8:28 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
>
>
>
>
>      Rekans
>
>      Dalam dua hari terakhir  (kemarin dan kemarin dulu) , di Kompas
>      diberitakan telah terjadi semburan lumpur disertai gas yang (katanya)
>      bau-nya menusuk.
>      Lokasi dari semburan tersebut tidak jauh dari sumur eksplorasi Lapin-
>      do Brantas.
>
>      Tentu saja karena kedekatan-nya sumur tersebut langsung dituduh
> sebagai
>      pencetus semburan.
>
>      Apakah ini benar, seingat saya struktur struktur tua disekitar
> Surabaya
>      seperti Kruka , Kuti memang  menununjukan adanya shale diapir pada
>      kedalaman relatif dangkal.
>      Mungkin ada yang dapat memberikan pencerahan.
>
>      Si-Abah
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke