Selain masalah 'damage claim' dari penduduk, penelitian asal semburan lumpur 
juga akan mempengaruhi masalah 'insurance'. Dan, ujungnya tentu ke masalah 
siapa yang mau menanggung ini semua, apakah ujungnya akan Negara via mekanisme 
cost recovery ? Maka penelitian yang benar harus dilakukan dan juga diumumkan 
dengan benar. Untuk sementara, memang Lapindo yang mengganti semua kerugian 
(lihat acara Metro TV kemarin malam).

Salam,
awang



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 08, 2006 7:55 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] 'semburan' lumpur dan gas didekat jalan tol SBY]



  Kasus ini akan menjadi semakin menarik , kalau nanti sampai kepada
persoalan "claim damage" yang mungkin akan diajukan baik oleh Penduduk
setempat dimana sawah mereka telah tercemar oleh lumpur , atau oleh fihak
lain (LSM , Pemerintah Daerah dsb) yang menyatakan telah mengalami
kerugian baik langsung maupn tidak langsung.

  Tentunya fihak yang pertama akan dituduh adalah Lapindo Brantas.

   Bagaimana peran profesional disini ?

   Menurut pendapat saya yang akan banyak berperan adalah geologist,
geophysicst dan petroleum enggineer.
   Bagaimana "end story" nya ? Kita lihat saja nanti.

   Tapi yang pasti "kebenaran hukum" nanti haruslah adil , transparan dan
mendasarkan keputusan akhir berdasarkan kaidah teknis dan kaidah hukum
yang adil dan benar.
Tentunya tidak mau rakyat dirugikan oleh industri , akan
tetapi kita juga tidak mau industri dipersalahkan oleh suatu kejadian alam
yang bukan diakibatkan oleh aktifitasnya .

    Semoga saja  , akibat yang merugikan penduduk segera dapat diatasi.

    Si-Abah.












---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke