>
  Rekans

  Baca Ferdi nulis nama VOC, jadi ngelamun WAH KITA DULU KOK BODO KALI
  YA ............, SAMA PERUSAHAAN DAGANG SAJA BISA DIJAJAH.
  APA INI AKAN TERULANG LAGI DALAM VERSI YANG LEBIH MODEREN, RAPI DAN
  KELIHATAN LEGAL.

  Jadi ingat kata kata Richard`Claporth malam minggu , bahwa ekonomi
  Indonesia ini belum mandiri.

  Si - Abah

_________________________________________________________________________
  >
> Kalau data harusnya untuk jakarta cukup lengkap karena jakarta kan sudah
> dari zaman voc terkenal, jadi kalau kejadian luar biasa pasti tercatat..
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
> |---------+---------------------------->
> |         |           "Bowo Pangarso"  |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           >                |
> |         |                            |
> |         |           09/06/2006 09:09 |
> |         |           AM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
>   
> >-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>   |
>                                                      |
>   |       To:       [email protected]
>                                                      |
>   |       cc:
>                                                      |
>   |       Subject:  Re: [iagi-net-l] mata air panas di gedung arsip
> nasional Jakarta                                            |
>   
> >-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>
>
>
>
> Rekans,
> Sebelum memulai pembicaraan saintifik yang mendalam.
> Apa ya kira-kira jawaban praktis tetapi tetap valid yang bisa diberikan ke
> misalnya tetangga sebelah rumah kalau ada yang bertanya "bakalan ada gempa
> merusak kayak di yogya ngga ya di jakarta?, soalnya saya liat diberita ada
> air panas keluar pak di gd. Arsip Nasional", ya mirip kayak pertanyaannya
> pak Aziz, sebesar apa potensi gempa yang ada?
>
> Karena saya pikir saat ini masyarakat benar-benar perlu diedukasi (dan
> perasaan saya kok mengatakan ini salah satu bentuk bakti geologist ke
> masyarakat ya?), dan kelihatannya geologist kecepatan mengedukasinya kalah
> sama media massa.......
>
> soalnya berita di media itu selalu "bad news is good news"....
>
> lam salam,
> Bowo
>
> Pada tanggal 6/9/06, Yahdi Zaim <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>>
>> Ass.W.W.,
>> Pak Aziz Rifai (AR) dan Rekans Yth.,
>> Sebenarnya dalam Newsticker Metro TV nama Geologist-nya disebutkan,
>> yaitu
>> Prof. Dr. SUPARKAH, mestinya yang benar adalah Prof.Dr. SUPARKA (tanpa
>> huruf
>> akhir H), suami ibu yang juga geologist, Prof.Dr. Emmy SUPARKA, Guru
> Besar
>> dan Dosen di Program Studi Teknik Geologi FIKTM - ITB, yang juga
>> menjabat
>> sebagai Wakil Rektor Kemitraan dan Ketua Lembaga Penelitian dan
>> Pemberdayaan
>> Masyarakat (LPPM) - ITB.
>> Tentang mataair panas di Gedung Arsip Nasional Jakarta, rasanya saya
>> juga
>> baru dengar. Bagaimana nih, Pak Lambok M. Hutasoit (GL-ITB)dan Pak
>> Abdurrahman Assegaf (GL-USAKTI) yang sering ngubek2 masalah air DKI ?.
>>
>> Wassalam,
>>
>> Yahdi Zaim,
>> Anggota KK Geologi dan Paleontologi
>> Program Studi Teknik Geologi
>> FIKTM - ITB
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "Aziz Rifai" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>
>> Sent: Friday, June 09, 2006 6:49 AM
>> Subject: [iagi-net-l] mata air panas di gedung arsip nasional Jakarta
>>
>>
>> Semalam baca newsticker di metrotv,
>> Menurut Geolog LIPI (tidak disebutkan namanya), mata air panas tersebut
>> berasosiasi dengan patahan gempa,
>> Mungkin ada diantara iagi-netters yang tahu lebih banyak tentang mata
>> air panas tsb, mohon pencerahannya,
>> Apabila benar berhubungan dengan patahan gempa, sebesar apakah potensi
>> gempa yang ada?
>>
>> Terima kasih sebelumnya dan have a nice weekend
>>
>> Regards,
>>
>>
>> Aziz Rifai
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke