>
Ismed dan Rekans
Kalau melihat kedalaman 9297 feet , maka kelihatannya sudah menembus
Kujung Unit - I , dan terjadi losses .
Sudah dapat diminimalkan (memnurut press release itu) , ya yang keluar
dari well - head memang sedikit .
Tapi mengingat statusnya , kelihatan-nya antara casing shoe yang terakhir
9 5/8 inch (???) sampai ke TD, lobang sumur masih terbuka.
Apakah terjadi internal blow out , yang kemudian menimbulkan "fracture"
sampai kepermukaan ?
Ya , mungkin saja.
Iseng iseng ,`saya buka buku lama "Geology of Petroleum" nya Levorsen ,
hal 152 s/d 157 yang judulnya "disacordant and diapiric shale".
Apakah lapisan incompetent clastics (lapisan formasi yang berumur Pliosen)
menutupi lapisan lapisan Tersier (yang competent)? Saya tidak memiliki
informasi-nya.
Kalau kondisi geologi-nya seperti ini mungkin saja (sekali lagi refer ke
buku tsb), kalau terjadi "internal blow out" di-lapisan Kujung Unit-I
yang merupakan objektif pemboran, dan menyebabkan adanya fracture sampai
permukaan.
Fracture ini yang menjadi jalan keluarnya "incompetent shale" tadi,yang
jadi pertanyaan saya adalah :
1. Apakah "shale diapir" dilapisan muda tidak terditeksi oleh seismik?
Hal ini mungkin saja , kalau lapisan incompetent-nya realtif tipis.
2. Apakah sedimen setebal 9000 feet dapat ditembus oleh fracture sehingga
sampai kepermukaan ?
3. Apakah terjadinya "fracture" ini akibat aktifitas lain-nya , gempa
umpama-nya.
Pada e-mail saya pertama , saya sudah mengatakan bahwa peristiwa ini akan
sangat rumit penyelesaian-ny
Saya sangat kecewa dengan statement Menteri Negara LH , yang mengatakan
bahwa operasi Lapindo Brantas harus dihentikan , tanpa menunggu suatu
kesimpulan "case" ini secara lebih baik.(Kompas hari ini)
Apakah move politik ? Ya , boleh saja kan dia memang dalam posisi
politik.
Harapan saya , apapun alasan-nya (ekonomi dan politik ) kita harus
tetap menjunjung etika profesi untuk jujur secara profesional berdasarkan
data teknis yang tersedia.
Kita semua menyadari bahwa yang penting saat ini adalah mengatasi akibat
semburan ini , akan tetapi bagaimana penanganan-nya bisa efektif tanpa
mengetahui penyebab-nya ????
Si-Abah.
____________________________________________________________________________
Kalau membaca ' Press-Release' dan keluarnya lumpur,nampaknya telah
> terjadi
> 'undeground blow-out"
> Dan setuju sekali bahwa penanganannya pasti sulit dan agak lama.
>
>
> On 6/13/06, Aziz Rifai <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Kalau nggak salah, keluarnya Lumpur itu tidak dari sumur Pak,
>> Tapi dari rekahan disekitar sumur..
>>
>>
>> Regards,
>>
>>
>> Aziz Rifai
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: [EMAIL PROTECTED]
>> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Tuesday, June 13, 2006 7:07 AM
>> To: [email protected]
>> Subject: Re: [iagi-net-l] 'Semburan' Lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
>>
>> kalau memang cuma satu sumur yang mengeluarkan lumpur ...
>> apa tidak ada teknik untuk mematikan well yang blow out misalnya
>> disemprot
>> beton atau semen...?
>> yang penting lubangnya tertutup dan lumpur tidak menyembur keluar.
>> Masalah sebab kan bisa dicari setelahnya sambil jalan.
>>
>> Yang saya tidak mengerti , kalau drilling di onshore apa tidak pakai
>> BOPnya...? Apa BOPnya sudah terbang duluan terkena tekanan dari
>> lubang...?
>>
>> Regards
>>
>> Kartiko-Samodro
>> Telp : 3852
>>
>>
>>
>> |---------+---------------------------->
>> | | "liamsi" |
>> | | <[EMAIL PROTECTED]|
>> | | id> |
>> | | |
>> | | 12/06/2006 08:10 |
>> | | PM |
>> | | Please respond to|
>> | | iagi-net |
>> | | |
>> |---------+---------------------------->
>>
>> >-----------------------------------------------------------------------
>> ------------------------------------------------------|
>> |
>> |
>> | To: <[email protected]>
>> |
>> | cc:
>> |
>> | Subject: Re: [iagi-net-l] 'Semburan' Lumpur dan gas didekat
>> jaln tol SBY |
>>
>> >-----------------------------------------------------------------------
>> ------------------------------------------------------|
>>
>>
>>
>>
>> Rupanya masyarakat ( yang maunya pingin cepat dapat jawaban) masih harus
>> menunggu lagi untuk memperoleh informasi ttg hal ini . Di TV tadi
>> Pihak
>> Lapindo di DPRD Jatim belum bisa memastikan penyebab semburan tsb,
>> begitu
>> pula di DPR pihak BP Migas juga belum bisa mejelaskan hal ini.( memang
>> harus
>> dikaji lebih detail lagi ) . Nah kalau masalah ini berlarut terus tanpa
>> ada
>> satu lembaga atau siapaun yang memberikan penjelasan ttg masalah ini ,
>> minimal secara garis besar ttg kondisi geologi daerah tsb shg dapat
>> menimbulkan terjadinya peristiwa tsb , maka ada kemungkin potensi
>> untuk
>> dijadikan komoditas politik, dll ( yg mungkin bisa dipolitisir) spt
>> dalam diskusi yg lalu ( demo demo misalnya ) bisa terjadi.
>> Ada baikinya juga bagi yang paham daerah ini /kondisi geologi daerah
>> ini
>> dg berbagai kemunkinan yang bisa terjadi dg adnya semburan semburan tsb
>> tanpa harus menyebutkan dg pasti penyebabnya misalnya , untuk
>> memberikan
>> pencerahan /gambaran ttg hal ini di media ( Mungkin dg mengirimkan
>> tulisannya dimedia paling tidak atas nama pribadi... ) sekedar
>> memberikan
>> gambaran kondisi geologi daerah ini dg segala kemungkinannya di
>> masyarakat
>> biar tdk gampang terprovokasi ( Pakai istilahnya Pak RDP "Jangan
>> enunggu" )
>>
>> Ism
>>
>> Subject: RE: [iagi-net-l] 'semburan' lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
>>
>>
>> > >
>> >
>> > Ferdi
>> >
>> > Kalau dilapangan lapangan Kruka dan sekitarnya , shale diapir adalah
>> > dari batuan yang muda (pliocene kalau tidak salah ingat).
>> >
>> > Si- Abah
>> >
>> > ______________________________________________________________________
>> >
>> > Pak Awang
>> > >
>> > > Apa gamping Kujung ini merupakan seal dari lapisan overpressure di
>> > > bawahnya...?
>> > > terus apakah lumpur ini menyembur hanya di satu tempat / di well
>> atau
>> juga
>> > > di tempat - tempat yang lain....?
>> > > Apakah ada wells lain yang menembus formasi yang sama di tempat lain
>> yang
>> > > mengalami hal yang sama...?
>> > > Apakah formasi overpressure shale itu tidak terdeteksi di seismic
>> ...?
>> > >
>> > > Kalau memang gamping itu merupakan seal dari lapisan overpressure di
>> > > bawahnya dan gamping itu fracture karena faults ya repot juga.
>> > > apa injeksi wells bisa membantu...?
>> > > bagaimana kalau dipaksa masukkin casing langsung sampai menutup ke
>> zona
>> > > fracturenya dan baru di dipompa semen ....?
>> > >
>> > > Regards
>> > >
>> > > Kartiko-Samodro
>> > > Telp : 3852
>> > >
>> > >
>> > >
>> > > |---------+---------------------------->
>> > > | | "Awang Harun |
>> > > | | Satyana" |
>> > > | | <[EMAIL PROTECTED]|
>> > > | | om> |
>> > > | | |
>> > > | | 07/06/2006 11:26 |
>> > > | | AM |
>> > > | | Please respond to|
>> > > | | iagi-net |
>> > > | | |
>> > > |---------+---------------------------->
>> > >
>> >-----------------------------------------------------------------------
>> ----
>>
>> --------------------------------------------------|
>> > > |
>> > > |
>> > > | To: <[email protected]>
>> > > |
>> > > | cc:
>> > > |
>> > > | Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas
>> didekat
>> > > jaln tol SBY |
>> > >
>> >-----------------------------------------------------------------------
>> ----
>>
>> --------------------------------------------------|
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > > Pak Amin,
>> > >
>> > > Loss terjadi begitu masuk ke gamping Kujung. Bau menyengat H2S di
>> semburan
>> > > lumpur itu mungkin berasal dari material di level ini. Tetapi itu
>> segera
>> > > hilang, dan digantikan lumpur panas yang terus-menerus keluar. Di
>> atas
>> ada
>> > > banyak sedimen volkaniklastik, termasuk yang di dalam wilayah
>> > > overpressured-nya. Lumpur diketahui juga mengandung material
>> volkanik.
>> > > Sebagian kecil saja kelihatannya material lumpur pemboran yang dulu
>> loss
>> > > masuk ke formasi disemburkan balik, sebab jumlah total lumpur yang
>> > > sekarang
>> > > tersembur sudah sangat jauh melampaui jumlah lumpur pemboran yang
>> hilang.
>> > > Artinya ini semburan lumpur dari sedimen subsurface yang mengalami
>> > > liquefaction. Ia tersembur karena masih punya tekanan dan ada
>> konduitnya
>> > > ke
>> > > atas. Pipe sticking di zone overpressure kelihatannya menunjukkan
>> bahwa
>> > > overpressure mungkin memegang peranan penting di sini.
>> > >
>> > > Salam,
>> > > awang
>> > >
>> > > -----Original Message-----
>> > > From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > > Sent: Wednesday, June 07, 2006 9:23 AM
>> > > To: [email protected]
>> > > Subject: Re: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol
>> SBY
>> > >
>> > > Pak Awang bagaimana kondisi sumurnya sendiri?
>> > > Saya baca di koran sempat terjadi loss total, sebelum kejadian.
>> > >
>> > > Ada kemungkinan memang pengeborannya sendiri
>> > > mengalami masalah. Seperti problem di penyemenan, casing bocor,
>> > > sehingga memungkinkan fluida dari tekanan yang lebih tinggi
>> > > mengalir ke tekanan lebih rendah, bahkan ke permukaan tanah. Bisa
>> > > lewat belakang casing atau fracture. Tidak harus ada overpressure
>> > > dalam kejadian seperti ini.
>> > >
>> > > Mungkin ada permasalahan politis/ ekonomis, sehingga pihak Lapindo
>> > > mengatakan tidak ada hubungan pengeboran dengan semburan lumpur dan
>> > > gas.
>> > >
>> > > On 6/6/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> > >> Pak Iman,
>> > >>
>> > >> Wah sayang saya terlewat nonton acara tersebut, tetapi keterangan
>> Ibu
>> > >> Sri
>> > > Mulyani sangat logis sebab sekuen yng ditembus sumur itu banyak
>> sedimen
>> > > volkaniklastiknya, sehingga kalau semburan lumpurnya banyak material
>> > > volkanik ya wajar saja. Hanya, bagaimana tahu bahwa itu retakan2
>> hasil
>> > > bentukan abad ke-13. Kemarin ini teman2 Lapindo menafsirkan ulang
>> semua
>> > > sesar yang mungkin ada di sekitar wilayah itu, dan rasanya tak
>> mungkin
>> itu
>> > > hasil Kuarter apalagi beberapa ratus tahun yang lalu.
>> > >>
>> > >> 1. Sumur dibor di daerah Kendeng yang merupakan jalur depresi dalam
>> > >> sejak
>> > > Neogen. Banyak sedimen turbidit diendapkan di sini, termasuk
>> material
>> > > volkaniklastiknya, maka memang ini wilayah overpressured akibat
>> dewatering
>> > > yang gagal oleh proses sedimentasi yang terlalu cepat.
>> > >> 2. Mungkin yang dimaksud posisi asal lumpur ? belum diketahui
>> dengan
>> > > baik, asal lumpur bisa dari sekuen 3000an ft sampai hampir 10.000
>> ft.
>> Di
>> > > situ kan banyak formasinya dari Pucangan, Wonocolo, Tuban, sampai
>> ekivalen
>> > > Kujung atas atau Prupuh.
>> > >> 3. Rencananya IAGI akan ikut menyelidiki masalah ini, bekerja sama
>> > >> dengan
>> > > ITB (itu baru info selintas).
>> > >>
>> > >> Salam,
>> > >> awang
>> > >>
>> > >> -----Original Message-----
>> > >> From: Iman Argakoesoemah
>> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > >> Sent: Tuesday, June 06, 2006 1:39 PM
>> > >> To: [email protected]
>> > >> Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln
>> tol
>> SBY
>> > >>
>> > >> Pak Awang,
>> > >>
>> > >> Tadi malam saya nonton MetroTV sekitar jam 10:35, disebutkan bahwa
>> > >> lumpur
>> > > yang kadang-kadang muncul tersebut banyak mengandung silika dan
>> susunannya
>> > > sama dengan abu Merapi. Tayangan melebar ke berbagai tempat di
>> kabupaten
>> > > dekat Jogya dan beberapa pendapat termasuk para pakar dari UGM, UPN,
>> ITB,
>> > > dan pengamat gempa/gunung api (Ibu Sri Mulyani yang memperlihatkan
>> bekas
>> > > situs yang rontok dan ambles). Oleh Ibu Sri Mulyani disebutkan bahwa
>> > > lumpur
>> > > yang muncul ke permukaan melalui retakan-retakan terjadi sejak abad
>> ke
>> 13
>> > > (sayang saya tidak mendengarkan secara lengkap alias mulai ngantuk).
>> > >>
>> > >> Pertanyaan saya:
>> > >> (1) Apakah ada percampuran komposisi antara lumpur hasil
>> sedimentasi
>> > > cepat yang disemburkan dengan material dari gunung api sewaktu masih
>> dalam
>> > > kondisi subsurface ? Saya pikir mungkin komposisinya tidak sama
>> karena
>> abu
>> > > gunung api lebih banyak "gelas" dibandingkan dengan silika yang
>> terbawa
>> > > oleh lumpur sedimentasi cepat.
>> > >> (2) Secara stratigrafi, apakah posisi lumpur (mud) ini saat ini
>> sangat
>> > > dangkal ? Kira-kira formasi apa ?
>> > >> (3) Apakah IAGI sudah melakukan dokumentasi kejadian alam seperti
>> ini
>> > > untuk pembelajaran kita semua termasuk mahasiswa dan masyarakat umum
>> saat
>> > > ini dan dikemudian hari (misal disimpan di website). Hal ini mungkin
>> bisa
>> > > dilakukan dengan meminta salinan dari TV.
>> > >>
>> > >> Thanks. Iman
>> > >>
>> > >> -----Original Message-----
>> > >> From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > >> Sent: Tuesday, June 06, 2006 9:02 AM
>> > >> To: [email protected]
>> > >> Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln
>> tol
>> SBY
>> > >>
>> > >>
>> > >> "Mud extrusion" seperti yang Abah sebutkan memang gejala biasa saja
>> > >> kalau
>> > > ia terdapat di zone tekanan tinggi-sedimentasi cepat seperti di
>> Jalur
>> > > Deformasi RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) yang terbentang sejak
>> dari
>> > > barat Rembang sampai timur Sakala. Betul, di sini ditemukan banyak
>> diapir,
>> > > rembesan minyak, dan gas. Api abadi Mrapen Purwodadi pun ada di
>> jalur
>> ini,
>> > > juga rembesan gas yang menyembur ketika penduduk menggali sumur
>> lantas
>> > > membakar rumah di Wirosari, Sragen beberapa saat yang lalu pun ada
>> di
>> > > sini.
>> > > Zaman dulu, akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, semua ekspresi
>> permukaan
>> > > hidrokarbon ini telah membimbing ke penemuan lapangan-lapangan
>> minyak
>> > > pertama di Jawa Timur.
>> > >>
>> > >> Tetapi, lokasi sumur Lapindo kali ini di luar jalur itu. Saya pikir
>> > > keluarnya lumpur kali ini tak ada hubungannya dengan diapirisme di
>> RMKS.
>> > > Lapindo, BPMIGAS, dan fungsi-fungsi terkait di Pemda sedang berada
>> di
>> sana
>> > > dan sedang mengadakan koordinasi untuk menanggulangi tindakan2
>> darurat
>> > > agar
>> > > lumpur tak semakin luas penyebarannya, memasuki rumah2 penduduk,
>> menutup
>> > > jalan tol, dll.
>> > >>
>> > >> Mengapa bisa keluar lumpur sebanyak itu ? Seperti juga halnya
>> > >> asal-muasal
>> > > gempa Yogya yang punya banyak pendapat, begitulah juga asal-muasal
>> mud
>> > > extrusion ini. Kelihatannya kita, para geologists, geophisicists,
>> juga
>> > > kadang2 petroleum engineers ditakdirkan untuk berbeda2 pendapat
>> he2..
>> > > Sementara data di lapangan dikumpulkan dan dianalisis, yang lebih
>> penting
>> > > adalah membendung penyebaran lumpur atau 'melokalisirnya' agar tak
>> semakin
>> > > melebar di permukaan. Kita belum membicarakan bagaimana menghentikan
>> > > semburan ini, sebab sampai saat ini tak ada yang bisa memastikan
>> dari
>> > > titik
>> > > mana asal lumpur keluar. Sebuah relieve well tak akan efektif
>> dilakukan
>> > > sementara asal semburan tak diketahui.
>> > >>
>> > >> Kuatir terjadi cratering seperti pernah terjadi di banyak kasus
>> blow
>> out
>> > > atau mud extrusion, rig pemboran sudah dipindah. Sayang sekali ada
>> problem
>> > > ini, sementara pahat bor baru saja menyentuh gamping Kujung, sang
>> target
>> > > utama. Ini adalah reef Kujung paling selatan di Jawa Timur dari
>> jajaran
>> > > tinggian2 isolated platform carbonates di Jawa Timur.
>> > >>
>> > >> Salam,
>> > >> awang
>> > >>
>> > >>
>> > >>
>> > >> -----Original Message-----
>> > >> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > >> Sent: Tuesday, June 06, 2006 8:28 AM
>> > >> To: [email protected]
>> > >> Subject: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol
>> SBY
>> > >>
>> > >>
>> > >>
>> > >>
>> > >> Rekans
>> > >>
>> > >> Dalam dua hari terakhir (kemarin dan kemarin dulu) , di Kompas
>> > >> diberitakan telah terjadi semburan lumpur disertai gas yang
>> > >> (katanya)
>> > >> bau-nya menusuk.
>> > >> Lokasi dari semburan tersebut tidak jauh dari sumur eksplorasi
>> > >> Lapin-
>> > >> do Brantas.
>> > >>
>> > >> Tentu saja karena kedekatan-nya sumur tersebut langsung dituduh
>> > > sebagai
>> > >> pencetus semburan.
>> > >>
>> > >> Apakah ini benar, seingat saya struktur struktur tua disekitar
>> > > Surabaya
>> > >> seperti Kruka , Kuti memang menununjukan adanya shale diapir
>> pada
>> > >> kedalaman relatif dangkal.
>> > >> Mungkin ada yang dapat memberikan pencerahan.
>> > >>
>> > >> Si-Abah
>> > >>
>> > >>
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > >> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > >> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > >> No. Rek: 123 0085005314
>> > >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > >> No. Rekening: 255-1088580
>> > >> A/n: Shinta Damayanti
>> > >> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >>
>> > >>
>> > >> --
>> > >> No virus found in this incoming message.
>> > >> Checked by AVG Free Edition.
>> > >> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date:
>> 6/5/2006
>> > >>
>> > >>
>> > >> --
>> > >> No virus found in this outgoing message.
>> > >> Checked by AVG Free Edition.
>> > >> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date:
>> 6/5/2006
>> > >>
>> > >>
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > >> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > >> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > >> No. Rek: 123 0085005314
>> > >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > >> No. Rekening: 255-1088580
>> > >> A/n: Shinta Damayanti
>> > >> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > >>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >>
>> > >>
>> > >
>> > >
>> > > --
>> > > ***********************************
>> > > Amir Al Amin
>> > > Operation/ Wellsite Geologist
>> > > (62)811592902
>> > > amir13120[at]yahoo.com
>> > > amir.al.amin[at]gmail.com
>> > > ************************************
>> > >
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > > ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > > No. Rek: 123 0085005314
>> > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > > No. Rekening: 255-1088580
>> > > A/n: Shinta Damayanti
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >
>> > >
>> > > --
>> > > No virus found in this incoming message.
>> > > Checked by AVG Free Edition.
>> > > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date:
>> 6/5/2006
>> > >
>> > >
>> > > --
>> > > No virus found in this outgoing message.
>> > > Checked by AVG Free Edition.
>> > > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date:
>> 6/5/2006
>> > >
>> > >
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > > ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > > No. Rek: 123 0085005314
>> > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > > No. Rekening: 255-1088580
>> > > A/n: Shinta Damayanti
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > > ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > > No. Rek: 123 0085005314
>> > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > > No. Rekening: 255-1088580
>> > > A/n: Shinta Damayanti
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > >
>> ---------------------------------------------------------------------
>> > >
>> > >
>> >
>> >
>> >
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > No. Rek: 123 0085005314
>> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > No. Rekening: 255-1088580
>> > A/n: Shinta Damayanti
>> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> >
>> >
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> ----- Call For Papers until 26 May 2006
>> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------