Maap nih, ga sempat baca lagi papernya Arse, udah lupa...

Asal overpressurenya sendiri dari mana ya?
Kenapa sampai bisa preserved di Kujung Reef, tentu ada pressure seal yang
efektif, benar begitu??


-soerya-


On 18/06/06, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Utk Kujung Karbonat khususnya di BD trend ini silahkan baca papernya Arse
Kusumastuti di AAPG Buletin tahun 2002. Sangat lengkap dituliskan oleh
Arse
disana. Dan menjadi artikel penting utk Kujung Karbonat di East Java.

Kujung ini di deskripsikan sebagai reef bulid up. Ada 4 stages reef
buildup
disini. Ada 5 sumur yg sudah penetrasi Kujung Karbonate ini sebelum BP-1
yaitu BD-1, BD-2, KE11-C, KE 11-E, dan Porong-1. Pengukuran pressure ya
biasa saja pakai RFT. Di sumur BD-1 2 sudah ada DSTnya jadi pengukurannya
lebih akurat.

rdp

On 6/19/06, [EMAIL PROTECTED] <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Mas Vicky
>
> Formasi Kujung ini sistem karbonatenya apa ya...?
> Terus bagaimana mekanisme overpressure di carbonate ini.
> Apakah memang karbonate ini adalah karbonate massive...tanpa ada
campuran
> input klastik..?
> Dan bagaimana pengukuran pressure itu di lakukan di karbonate
tersebut..?
>
>
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
>
>                       "Rovicky Dwi
>                       Putrohari"               To:       OutOfTopic <
> [EMAIL PROTECTED]>
>                       <[EMAIL PROTECTED]        cc:
>                       m>                       Subject:  Re: [IAGI-oot]
> Memperkarakan ahli (geologi)?
>
>                       18/06/2006 09:26
>                       PM
>                       Please respond to
>                       "OutOfTopic"
>
>
>
>
>
> Padahal untuk kasus di Fm Kujung di BD trend pernyataan ini
> bisa membahayakan. Karena dari Sumur Porong-1 saja sudah ada pengukuran
> pressure di Formasi Kujung yg besarnya 15.7 EMW. Bahkan sempat mengalami
> gain sebesar 150 bbl dan sumur distop pengeborannya ... jelas OP kan ?.
>
> Sedangkan di BD 1 dan 2 yg satu trend Mobil Oil melakukan pentupan
Casing
> hingga DUA KALI. 75ft sebelum dan 75 ft sesudah Top Kujung .... (lihat
> paper
> IPA). Jadi kalau menyatakan carbonate selalu loss juga bukan pendapat
> general !
>
> RDP
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !


Kirim email ke