Halo Yuriza, apa kabar!!
   
  Bisa aja kita gonta-ganti jenis mud di setiap different-phase (setelah 
set-casing), tergantung karakter reservoirnya.
   
  Kita, di Algeria, dealing dengan Lower Devonian dan Ordovician sandstone, low 
permeability dan dry gas. Secara teknis drilling, semua orang setuju kalau 
lebih bagus kita pakai oil-base-mud, hole-nya biasanya lebih mulus-mulus. 
Makanya di Total Mahakam delta, systematically kalian pakai oil base mud untuk 
banyak alasan. 

  Kita, di Algeria, rule of thumb kita adalah : kalau reservoirnya sandstone, 
dry gas dengan low permeability - katanya, lebih baik pakai water-base mud, OBM 
nggak reservoir friendly untuk reservoir kita disini (tight reservoir, 
fractured reservoir). Sedangkan untuk reservoir dengan kemungkinan permeability 
dan porosity lebih baik, kita drilling pakai oil-base-mud. Makanya, selama 
pengeboran, kita gonta-ganti dari WBM-OBM-WBM lagi tergantung reservoirnya.
   
  Aku sendiri sedang coba cari lagi explanasi yang lebih rinci mengenai hal 
ini, karena konon pernah ada studi-nya. Kalau dapat, nanti aku kirim ke 
japri-nya Yuriza.
   
  Have a nice day!
   
  salam,
  anto
  
[EMAIL PROTECTED] wrote:
  Dari kemaren kok nggak ada yang jawab sih ...
Arief deh yang jawab ... boleh nggak sih mud digonta ganti gitu ...dari oil
base mud kemudian digelontor pake air laut .....



|---------+---------------------------->
| | "Arief Budiman" |
| | | | .com> |
| | |
| | 19/06/2006 09:17 |
| | AM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
| |
| To: |
| cc: |
| Subject: RE: [iagi-net-l] Mengebor karbonat |
>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|




Amir,
Teknis memasuki karbonat tergantung karekter karbonat itu dan lithology
batuan sebelumnya.

Biasanya yg bikin loss circulation itu reef formation.
Karakter reef juga macem2, ada yg baru di-cucuk dikit udah loss, ada yg
sampe 10m tidak bergeming. Kalau baru di-cucuk dikit udah loss emang
ngerepotin. Kalau ini yg ada maka deteksi terbaik dari ROP, tapi hati2
juga biasanya di loss zone ROP juga lumayan cepet.

Lithology di atas reef juga macem2, ada yg diawali dg sisipan limestone
(bisa mencapai ketebalan 5m-an) di dalam high press shale. Kalau ini yg
ada maka repot kalau begitu ketemu lst, langsung turunkan MW, bisa2 kita
malah dapet kick di bawah lst tsb.

Kalau sebelum masuk loss zone carbonate diawali dg formasi sisipan lst dai
dalam high press shale dan (syukur2) lossnya kira2 5-10m di bawah top reef,
maka set casing 5m-an di bawah top reef, setelah yakin kita di dalam reef
(gak akan ketemu lagi high press shale).

Mengatasi loss circ?
Prosedur biasa, tergantung seberapa besar lossnya
- bisa dng ngurangi pump rates (pump press berkurang, ecd berkurang)
- bisa dg LCM
kedua langkah di atas dilakukan sambil reduce MW (kalau perlu air
sungai/laut yg digelontorkan ke dalam lobang)

                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

Kirim email ke