Penjelasan Bung ADB  di MetroTV malam ini tadi  yang disampaikan dg Mantab
semoga dapat memberikan pencerahan kpd masyarakat luas , apalagi siaran  tsb
pada jam tayang yang cukup luas pemirsanya.Karena berita berita yang telah
berkembang di Media sudah melebar kemana mana , ada isu memang disengaja
untuk pembebasan tanah ,ada isu politik untuk menjatuhkan seseorang ,ada isu
lingkungan , dll.
Dengan berbagai peristiwa geologi yg berturut turut sejak tsunami -
gempaNias- Longsor - Merapi - Gempa Jogya - Lumpur panas, kayaknya ada
hikmahnya  terhadap sosialisasi Pergeologian yang  cukup besar , sekarang
ini masyarakat lebih mengenal geologi .Masyarakat non geolog sekarang ini
banyak bertanya ttg masalah masalah tsb apabila  bertemu dg geolog, oleh
karena itu bahan bahan diskusi  baik dr millist semacam IAGI  ini  maupun
diskusi dilingkungan geologi sangat membantu bagi " geolog geolog Amatir"
( geolog yang kurang memahami masalah seperti tsb ) untuk dapat   memberikan
penjelasan thd pertanyaaan masyarakat non geologi.dilingkungannya.
Pengalaman saya sebagai pengurus RW Komplek perumahan di Kalibata, sering
mendapatkan pertanyaan sekitar permasalahan tsb apabila berkumpul warga
ataupun dalam rapat RT/RW.Hal ini tdk kami dapatkan sebelum peistiwa
peristiwa tsb terjadi,bahkan ada yang nanya di Univ mana saja ada jur
Geologi ( mungkin akan memasukan anaknya atau cucunya ke geologi...... )
makanya koleksi bahan bahan diskusi dari millist ini cukup dapat membantu
dalam memjawab berbagai pertanyaan.
.Ternyata Pencerahan pencerahan di Millist ini (meskipun terbatas
dilingkungan geolog IAGI ) dapat secara tidak langsung  mensosilisasikan
geologi ke masyarakat luas non geologi..Oleh karena itu bagi yang tahu suatu
masalah  terutama untuk topik geologi yang lagi hangat dibicarakan
masyarakat luas.jangan segan segan untuk bagi pengtahuannya lewat millis
ini.

ISM

Subject: [iagi-net-l] Lumpur Porong, ADB, dan tim-tim-an


Dalam 2 hari ini email saya tdk terima dari iagi-net, mungkin karena
kepenuhan (gak ditengok-tengok selama week-end s/d pagi ini) terus
bounching. Jadi, mohon maaf kalau belum sempat cawe-cawe ikutan nimbrung di
lalu-lintas diskusi soal Lumpur Porong ini.

Saya di Porong tgl 2 Juni (4 hari setelah kejadian), sempat berhenti dalam
perjalanan Surabaya-Malang dan juga 4 Juni ketika kembali dari Malang ke
Surabaya terus ke Jakarta lagi. Pada kurun waktu 2-4 Juni itu saya coba
berkoordinasi dengan IAGI Jatim (dengan cc ke Sekjen PP-IAGI) untuk segera
turun tangan membahas action plan IAGI (Jatim maupun PP) membantu
menanggulangi masalah lumpur tersebut. Tentunya saat itu saya juga langsung
berkomunikasi dengan kawan2 geosaintis dari Lapindo (mas Bambang, mas Agung,
Kang Iwan, Cak Rennier dan jugamas Kenul) untuk mencari tahu dan urun rembug
tentang analisis penyebab dan rencana penanggulangannya. Semuanya lewat SMS
dan tilpun langsung. Di Malang, IAGI Jatim sempat berkumpul 3 Juni
mempersiapkan diri ikut meneliti semburan lumpur Porong tersebut: ada mas
Arief Rachmansyah (Ketua IAGI Jatim), Adi Susilo (Unibraw), dan juga mas
Kukuh (Sekjen IAGI Jatim, lewat tilpun). B eberapa hari kemudian IAGI Jatim
akhirnya bisa berkomunikasi juga dengan kawan-kawan dari Lapindo untuk
mendapatkan informasi teknis dari tangan pertama, sehingga setelah itu
beberapa pernyataan dari Arief, Adi, Amin, Marcillinus, Soffian keluar di
media (lokal dan nasional) dalam rangka memberikan informasi kepada
masyarakat. Pada hari-hari antara 6-9 Juni saya harus off dari peredaran krn
ada urusan bisnis di Dubai, tapi tetap monitoring dan komunikasi dengan
rekan-rekan IAGI Jatim dan Lapindo untuk saling menginformasikan ide
analisis dan usulan penanggulangan lumpur.

Pada Sabtu 10 Juni saya bertemu dengan mas Bambang Istadi Lapindo di Jakarta
dan berbincang - dikusi panjang lebar soal penyebab luapan lumpur dan
memberikan komitmen untuk ikut membantu sebagai nara sumber independen dalam
tim-tim yang rencananya akan dibentuk untuk penanggulangannya. Pada waktu
Rapat dengar Pendapat Komisi VII dengan BPMigas, Lapindo, ESDM soal Lumpur
Porong Senin 12 Juni 2006, saya coba berikan beberapa masukan ke para
anggota DPR yang terhormat lewat sms tentang beberapa hal:

1. Dalam konteks bagi-hasil migas pusat-daerah, pemboran Banjar Panji-1 dan
penanggulangan semburan lumpur yang keluar lewat rekahan2 di sekitar Porong
tersebut kemungkinan SEMUANYA akan mempengaruhi penerimaan daerah (khususnya
Kab Sidoardjo) dalam bagi-hasil migas 2006, karena biaya pemboran eksplorasi
dan penanggulangan insiden lumpur Porong tsb kemungkinan juga akan
dibebankan sbg COST RECOVERY yang dipotongkan ke revenue hasil lifting migas
Lapindo sblm dibagi 70 Pemerintah : 30 Kontraktor. Dari bagiannya yang 70%
Pemerintah akan menyalurkan 21% (30% x 70%) ke daerah. Dg demikian secara
akunting bagi-hasil migas: Daerah (Sidoardjo, Prov., dan Kab di jatim
lainnya) ikut menanggung 21% dari biaya Banjar Panji-1 dan semburan lumpur
Porong. Untuk itu disarankan Daerah berperan aktif dalam penanggulangan
tersebut dan jangan sungkan-sungkan untuk menegosiasikan dana penaggulangan
demi rakyat yang terkena dampak yang nantinya toh akan dipotongkan di
produksi migas Lapindo.#ADB-Anggota Dewan Pakar FKDPM#
(argumen dlm Info diatas dalam beberapa minggu terakhir nampaknya juga patut
dipertanyakan lagi karena kemungkinan BPMigas juga akan mempertimbangkan
masak2 sebelum memperhitungkan pembiayaan "accident" tsb melalui
full-cost-recovery ... lihat email pak Awang ttg hal tsb)

2. Saya tidak punya HARD DATA, tapi dari logika petroleum geologi
(sementara) yang terjadi adalah release dari overpressured marine mud-diapir
level Kalibeng lewat rekahan2 sepanjang patahan-patahan Kwarter yang dipicu
oleh instabilitas pressure di sub-surface (bisa krn underground blow-out krn
praktek pemboran ataupun krn trigger gempa - less likely) #andang#

3. Dalam waktu 15 hari sejak kejadian semburan lunmpur 29 Mei SEHARUSNYA
para engineer dan geosaintis Lapindo (dan konsultannya) SUDAH MENGETAHUI
penyebab teknis retakan dan semburan lumpur di sekitar Banjar Panji-1. Kalau
dikatakan sampai sekarang masih meneliti dan smntara itu mengemukakan gempa
sebagai penyebabnya, nampaknya memang perlu bantuan dari kalangan yang SUPER
EXTRAORDINARY AHLI ... mungkinkah sangat kompleks permasalahan bawah
permukaannya shg 15 hari-pun belum tahu penyebabnya dan apa yg harus
dilakukan untuk menanggulanginya? #andang bachtiar#

4. Dari data kronologi pemboran yang ada di tanganku (kudapat dari wartawan
Kompas, 11 Juni 2006), 99% bisa dipastikan telah terjadi underground
blow-out yang menyebabkan retaknya bidang lemah rekahan/sesar Porong yang
akhirnya jadi konduit lumpur Kalibeng overpressure muncul ke permukaan.

13 Juni 2006 saya kirim lagi sms ke pihak-pihak yang berkepentingan sbb:

5. Insiden Lumpur Porong: fakta petroleum geology dan data kronologi
pemboran menunjukkan bhw yg terjadi adalah UNDERGROUND BLOWOUT yg ditrigger
oleh prosedur pemboran yang kurang sempurna... untuk corrective action
menutup sumber kebocoran tdk cukup hanya dengan mengerjakan trajectory sumur
asal, tetapi juga harus menutup sumber2 lain di bawah - sepanjang patahan
Porong. Salam #andang bachtiar - narasumber teknis migas untuk KLH#
14 Juni 2006 (s/d 16 Juni) saya harus ke KL untuk urusan bisnis konsultansi,
tapi masih sempat berkoordinasi dengan kawan PP-IAGI yang saat itu sdh
membentuk cikal-bakal Tim Penanggulangan dibawah koordinasi Pak Ridwan
Djamaluddin sekjen dan Ketua Tim pak Edy Sunardi. Beberapa input yang saya
salurkan ke mereka waktu itu:

6. 15 Juni 2006, menanggapi permintaan ide ke Tim IAGI:
Rojer2 Ed, gud lak untuk Tim PP-IAGI yang menangani Kasus Porong... beberapa
suggestion / ide dr aku:
a. Istilahnya tolong lebih diperlunak dlm bahasa Indonesia menjadi GUNUNG
LUMPUR (bukan gunung api lumpur) shg masyarakat tdk bertambah bingung &
ketakutan dengan istilah "volkano" tersebut.
b. yang jauh lebih penting drpd sekedar memberi istilah geologi yang
mentereng pada proses tsb adalah MENCARI SUMBER PENYEBABNYA dan MENCOBA
MENANGGULANGINYA
c. pressure instability di sub-surface yang memicu terbentuknya Gunung
Lumpur tersebut besar kemungkinan diakibatkan oleh underground blow-out dr
proses pemboran BP-1: perhatikan sekuen kronologi laporan pemboran yg
menyebutkan ada loss, tight-hole, kick, well killing, stuck, dsb..., periksa
dg seksama GEOLOGRAPH, MUD RECORD, dan GRAPH2 DI MONITORING UNIT (SPM, MUD
TANK, TEMP, dsb)
d. argumen gempa sbg penyebab liquefaction shg Gn Lumpur muncul hanya bisa
valid kalo kita juga bisa menerangkan kenapa di Wunut, Tanggul angin, Kuti,
Krukah, Sekarkorong, Mudi, sukowati, Cepu dan Lapangan2 yang lebih dekat ke
garis Bantul-Klaten tidak mengalami hal yang sama dg Banjar Panji, padahal
Kalibeng Mud Layer ada semua di daerah2 tersebut.
e. Possible corrective action:
e.1. kill the natural venting by drilling relieve well and disposed cement
in Kalibeng zone (or deeper zone depending on the result of damage zone
investigation)
e.2. control surface venting by drilling & producing the mud close to the
natural venting area (5 spots?), or
e.3. abandon all the area flooded by mud & make them natural museum (the mud
venting may continue on months or years until the pressure stabilizes)
f. Tim BG-ESDM/IAGI/KLH/Lapindo/BPMigas/Pemda/ITS/ITB/Walhi/Unibraw/PU atau
tim dari manapun juga, mohon segera dihitung dan diantisipasi kemungkinan
luas daerah dan relief vertical amblesan yang mungkin akan terjadi krn
perpindahan massif dari lapisa lumpur di subsurface ke permukaan (spt Paleo
Porong Structure Collapse). Kalau hal ini terjadi dan kita tdk antisipasi:
akan timbul kepanikan baru (lihat email2 penjelasan Pak Awang di IAGINET
soal collapse structure). Ayo kawan, keluarkan segenap kemampuan
ilmu-analisis-itung2an untuk menyelamatkan bumi dan ekosistim kita #andang
di KL#

7. Masih 15 Juni waktu di KL ada sms masuk dr Koordinator Walhi yang
menanyakan: "Bagaimana menurut brur tentang patut kiranya polisi dan
penyidik lainnya mengembangkan dugaan tentang ada unsur kesengajaan dlm
peristiwa lumpur panas ini, mengingat wilayah padat penduduk, dan sawah klas
1A yg belum tentu mau dilepas oleh pemiliknya, padahal potensi gas cukup
besar dan bisa dipasok langsung ke industri yang banyak di Sidoarjo?". Saya
menjawab dg sms dan saya cc-kan juga ke petinggi2 KLH sbb:
- Brur Chalis, menurut aku (dg background 20tahunan di industri e&p migas)
kecil sekali kemungkinan KESENGAJAAN,... kalau KETELEDORAN (Negligence)
mungkin iya: ADA,... selain itu untuk memproduksi gas melalui sumur tidak
dibutuhkan tanah hektaran, bahkan kalo perlu hanya dr 1 platform yang
200x200 meter saja smua gas di struktur Banjar Panji itu bisa diambil
(berbeda dg tambang batubara, emas, dan dalian2 lainnya yg butuh bukaan
tanah luas, di migas penggunaan surface facility bisa sangat
diminimalkan)... so... agak terlalu berlebihan brur kalo dibawa ke arah
tuduhan kesengajaan strategi-bisnis #andang#
(Note: seringkali aku memang harus kasih banyak penjelasana dan pencerahan
sama mereka - termasuk JATAM- spy mereka mengerti jugalah kesetimbangan
kebutuhan antara eksploitasi resources dg sustainability dari 2 sisi yg
berimbang... Syukur mereka mau mengerti dan mau diajak omong)

8. Masih berurutan dg komunikasi diatas, kawan dr WALHI melanjutkan
bertanya:"Thx brur, kalo hendak distribusi gas dari sumur ke industri
dibutuhkan apa saja? instalasi? apakah tetap tidak butuh lahan yang luas?
dan keamanan yang tinggi? butuh masukan brur sebelum ngomong di fgd jam 10
ini, thx ya brur". Saya jawab:
-Yang dibutuhkan u/Banjar Panji (kalau berhasil nemu gas) sebenarnya tinggal
small gas processing facility unit untuk ngumpulin gas dari sumur2 sebelum
dikirim / tie-in (diikat) ke main gas pipeline yg skrg sudah existing dr
Lapangan Wunut ke Gresik (punya PGN).. Facility unit tsb paling butuh tanah
1-2 hektar saja brur... yg agak ribet pembebasannya mungkin bikin flowline
(dr sumur ke GPFU) dan pipeline (dr GPFU ke main pipeline Wunut-PGN)..
Right-off-way pipa bisa sampai 25 meter kiri-kanan pipa dikalikan panjang
pipa = berapa m2 tanah??? Dan biasanya orang jarang mau di-cuil-i tanahnya
sedikit2 seperti itu tapi memanjang... apalagi dilewati gas yang kalo ada
apa2 kebocoran mereka jadi beresiko... Mungkin hal2 itulah yg musti
dipertimbangkan brur.....

Sepulang dr KL, Jumat 16 Juni, saya rasanya gatel ingin turun ke Porong
lagi,... akrena saya dengar Tim-Tim ITS/ITB sudah mulai bergerak di
lapangan, dn saya penasaran kalau-kalau saya bisa berkontribusi disana. Maka
saya coba hubungi beberapa kawan untuk ikut sama2 ke Surabaya, saya dapat
volunteer Cak Ariadi, dan Cak Soffian (Surabaya) u/temani saya turun ke
lapangan. Besok paginya jam 6 pake Garuda berangkatlah saya dg Cak Ar ke
Surabaya. Kebetulan saya dapat fasilitas chopper untuk bisa terbang diatas
lokasi, maka saya manfaatkan dg memberikan tawaran kepada Tim ITS dan IAGI
untuk ikutan terbang. Maka terbanglah kami 9:30 - 10:15 berputar2 diatas
lokasi (ADB, Ar, Soffian, Amin ITS, Sukemi ITS: cuma ada 5 seat tersedia).
Chopper hanya mau terbang diatas 500 feet krn takut ada flamable gas.
Beberapa pengamatan waktu terbang berputar 4 kali diatas lokasi:

9. - Bau H2S masing menyengat dr ketinggian tersebut (apakah H2S atau
hidrokarbon? mungkin bercampur)
- Lokasi semburan-1 (200m SW of original BP-1 well) masih aktif dg golakan
semburan +/- 3 meter (?)
- Dari atas hanya bisa mengidentifikasi 3 lokasi semburan: Loc-1 (SW of
BP-1), loc-2 (NE of BP-1 north of toll road) dan loc-3 (NE of BP-1 the most
northern part: rumah penduduk?) semua dg kenampakan mud volcano, 2 sdh tdk
aktif, --- implikasi: intermittent? atau complete depresurization?
- Ternyata ke-3 lokasi tersebut TIDAK SEGARIS, perlu data GPS detail.
Implikasi: pola rekahan/patahan musti dikalibrasi betul sebelum ngitung
volume dsb
Info2 tsb saya kirimkan juga ke pihak2/tim2 yang berkepentingan.

10. Malam harinya saya berinisiatif mengumpulkan tim2 geosains yang terlibat
dlm insiden lumpur Porong, saya undang smuanya secara pribadi:
Koordinasi informal teknikal tim2 geosains penanggulangan semburan lumpur
Porong 17 Juni 18:30 - 22:30 bisnis-center Shangrilla Surabaya 17 orang:

PP-IAGI (Ariadi Subandrio)

IAGI Jatim (Kukuh, Iwan, Handoko, Helmi Narotama)

ITS (Seno, Amin Widodo)

ITB (Kukuh)

KLH (Roy)

Lapindo (Bambang Istadi, Agung Darmoyo)

Bumi Resources / EMP (Gesang Budiarso)

DPR (Taufikurrohman)

Geologist bebas (Andang Bachtiar, Soffian, Ikhsyat)

Undangan juga disampaikan ke Tim PP-IAGI (Edy Sunardi, Ridwan Djamaluddin)
dan Tim BG-ESDM (Untung Sudarsono), tapi tidak bisa datang.

Beberapa resume penting:

  1.. Evaluasi kronologi pemboran untuk bantu penentuan zona potential
damage
  2.. Perhitungan volume & tekanan zona overpressure Kalibeng & modelling
depletion time & subsidence untuk penentuan plan A-B-C penanggulangan
  3.. Butuh koordinasi lebih ketat dan segera dengan tim drilling (Rudi
Rubiandini - ITB): karena koq mereka sdh keluar dg rencana killing well
sementara Tim Subsurface belum memastikan hasil analisisnya..
  4.. Bench-marking surface geology (lokasi-lokasi bidang lemah - titik
semburan di permukaan) untuk bantu interpretasi geofisika
  5.. Harus kerjakan juga reprocessing 3 seismik lines untuk shallow
tomography & interpretasi - calculation overpressure zone
  6.. Composite field geophysical methods untuk delneasi shallow structures
  7.. Worst case scenario Bleduk Kuwu
  8.. IAGI (Jatim) take-care dikotomi gempa vs drilling-induced disaster
  9.. Subsidence issue harus juga dihandel (oleh Tim ITS)
  10.. Next coord meeting Jumat 23 Juni after jumatan
11. Kemaren hari Senin 19 Juni 2006 saya coba kontribusi dalam rapat Tim
PP-IAGI yang dipimpin oleh Pak Edy Sunardi di Pertamina (17:00-19:30),
meskipun secara resmi saya tidak masuk dalam keanggotaan Tim, tapi mudah2an
ide2 dan pemikrian saya masih bisa bermanfaat buat kawan2 di PP-IAGI.
Diantaranya, Tim juga mengirim surat ke Tim-drilling-nya BPMigas/ESDM
dibawah arahan Pak Rudi Rubiandini untuk segera berkoordinasi mengenai Plan
A-B-C dari relieve well maupun aksi penanggulangan bawah permukaan tsb, dg
asumsi:
A. Kalau memang zona damage sumber tekanan berasal dari 6100 feet dan lebih
dalam maka oke-oke saja plan-nya Pak Rudi untuk killing well di zona itu,
tetapi
B. Kalau zona damage sudah merembet ke Clay Kalibeng 2000-6000 feet, dan
posisinya bukan di sumur (tapi di bawah lokasi semburan2 tsb), maka action
plan killing well yang lain hrs disiapkan
C. Apalagi kalau ternyata dari hasil analisis semua insiden tersebut
dikarenakan adanya contiuning recharging dr diapiric system Pliocene
Kalibeng, maka harus ada plan C yg lebih kurang abandonement the whole area
(Bledug Kuwu case).
Saya dengar Tim PP-IAGI akan sgr involved dg keseluruhan Tim yg lain....

12. Hari ini saya juga mendengar kabar bahwa Tim ITB/ITS (Pak Prihadi/ Pak
Makky) sudah mengindikasikan adanya bidang diskontinuity (patahan?) dr VLF
yang bidangnya mengarah/miring ke barat dari jajaran semburan tsb. Dengan
data itu, maka dilakukan adjustment positioning SNUBBING UNIT yang akan
masuk ke lokasi (supaya tidak crossing retakan - zona semburan dua kali).

13. Sore nanti saya diminta bicara di Metro TV, mudah2an cukup bisa
menjelaskan ke masyarakat.

14. Note: soal gonjang-ganjing pengamat perminyakan di acara WALHI kemaren,
sebenarnya di acara tersebut saya sudah meneriakkan koreksi secara lantang
tentang kekeliruan definisi yang disebutkan oleh ALi (TM-81)... bahwa indeed
BP-1 itu eksplorasi, dan dalam PP nggak ada Amdal u/eksplorasi, dsb dsb
(sesuai dg tulisan Abah) ,... tapi pers kayaknya gak tertarik dg penjelasan
saya (padahal SUARA SAYA PALING KERAS disana). Thats the fact of life.


Salam

ADB
arema


On Tue, 20 Jun 2006 08:29:28 +0700 (WIT)
[EMAIL PROTECTED] wrote:
.....Tapi aku "curiga" jangan janganan
>Adb sudah ada di
>Surabaya , kan dia AREMA.


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke