-----------------------------------del 4. Warta IAGI. Apakah dapat selalu terbit? Apakah isinya mencerminkan kegiatan IAGI? Apakah selalu dikirimkan kepada semua anggota? Apakah semua anggota bayar iuran anggota? IAGI memiliki anggota mendekati 3000 orang (?) tetapi yang membayar iuran kurang dari 300 orang (?)(per Agustus 2004). Dari iuran ini, bila warta IAGI hanya diberikan kepada yang membayar iuran, praktis hanya 300 orang itu yang selalu berkomunkasi dengan IAGI. -------------------------------del
Warta IAGI (BERITA IAGI) terbit setiap 3 bulan, artinya dalam setahun ada 4 berita IAGI. Dan masa kepengurusan ADB tahun 2002 - 2005 selalu terbit. BI (berita IAGI) terbit sejumlah anggota IAGI, karena BI dibagikan kepada seluruh anggota, baik anggota yang membayar iuran, tidak bayar iuran, asalkan punya alamat yang jelas. Jadi jika anggota IAGI yang tidak bisa akses internet, masih bisa berinteraksi dengan IAGI lewat BI. Di BI juga ada rubrik suara pembaca, untuk memberikan masukan, unek2 anggota terhadap IAGI. Biasanya, bisa saya katakan 99.99 % tulisan yang masuk ke redaksi BI pasti dimuat. tentu saja dimuat, karena tidak gampang pula untuk mencari tulisan dari para anggota. Untuk isinya, BI adalah rangkuman dari perjalanan IAGI per tiga bulan, ditambah tulisan-tulisan lepas dari para anggota. Bisa baca di rubrik SIKLUS yang memuat berbagai kegiatan IAGI, bahkan rapat dan hasilnya pun disajikan disana. jadi jika ada anggota IAGI yang tidak up date dengan kegiatan IAGI berarti bisa dikatakan tidak baca BI. Hanya saja karena waktu penerbitan 3 bulan sekali, jadi beritanya datang terlambat. Anggota IAGI yang bayar iuran sekitar 500-600 orang per tahun. salam benz (mantan redaksi BI dan sekretariat IAGI) Pada tanggal 06/07/01, wahyu budi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
IAGI tidak mungkin dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan semua anggotanya. Banyak hal yang menyebabkannya. Secara "alamiah", anggota-anggota yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan IAGI akan terseleksi dengan sendirinya. Banyak hal yang menyebabkannya, antara lain waktu / kesempatan, biaya, tenaga dan komunikasi. Kita dapat melihat hal ini dalam beberapa hal berikut: 1. Interaksi via iagi-net / website iagi. Dalam interaksi internet ini, dengan sendirinya terpilah antara anggota yang memiliki kemudahan akses dan yang tidak memilikinya. 2. PIT-IAGI. a). Acara ini dilaksanakan berpindah-pindah. Tidak samanya kekuatan keuangan anggota membuat tidak semua anggota dapat ikut serta pada setiap PIT yang diadakan. (mungkin memiliki makalah maupun kesempatan / waktu). b). Untuk acara seminar. Tidak semua anggota memiliki kesempatan menulis makalah. (dengan berbagai sebab) c). Sebagai tempat pertemuan interaksi anggota. Tidak semua memandangnya penting. Atau ingin hadir tapi tidak ada biaya. 3. Keterlibatan dalam kegiatan IAGI. Tidak semua anggota memiliki kesempatan / waktu. Keterbatasan biaya. Hambatan komunikasi (anggota tidak tahu rencana kegiatan iagi dan iagi tidak tahu kondisi anggotanya, kecuali yang dekat dengan pengurus). 4. Warta IAGI. Apakah dapat selalu terbit? Apakah isinya mencerminkan kegiatan IAGI? Apakah selalu dikirimkan kepada semua anggota? Apakah semua anggota bayar iuran anggota? IAGI memiliki anggota mendekati 3000 orang (?) tetapi yang membayar iuran kurang dari 300 orang (?)(per Agustus 2004). Dari iuran ini, bila warta IAGI hanya diberikan kepada yang membayar iuran, praktis hanya 300 orang itu yang selalu berkomunkasi dengan IAGI. Dengan keterbatasan itu, rasanya tak mungkin IAGI dapat memenuhi keinginan / kebutuhan semua anggotanya dengan baik. Untuk memperbaiki komunikasi, kemungkinan yang nampak mudah adalah melalui warta IAGI, tetapi ini pun terbentur pada masalah Iuran Anggota (alamat anggota). Yang tidak membayar iuran, dianggap tidak memandang penting berkomunikasi dengan iagi, jadi kepadanya tidak dikirimkan warta iagi. Lalu ???!!! 1. Kalau ada kesempatan ke warnet, sekali-kali, buka email, lihat diskusi iagi-net atau website iagi. 2. Kalau pas PIT-IAGI diadakan di dekat rumah, datanglah kalau pas ada rezeki untuk bayar regristrasi (yang sekarang semakin tinggi,?) 3. Kalau ingin terus berkomunikasi dengan biaya sedikit, cukup bayar iuran iagi saja (yang masih murah)(saya sendiri masih nunggak iuran 2 tahun..., maaf) Salam WBS --- sanggam hutabarat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > wah Cak Ar koq past tense melulu..gimana Panitia? eh > perlu juga nich denger suara Pak Ketum > > salam geologi > shb > == > > > Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Broers, > IAGI adalah milik rakyat Indonesia, IAGI bukanlah > milik segelintir golongan "orang2 sukses", seperti > yang tersinyalir. ---- dipotong---- > > lam-salam, > ar- > (Divisi Sumberdaya Manusia PP-IAGI 2005-2008...... > > > > heri ferius wrote: > Saya mungkin masih anggota IAGI, itupun karena > didaftarkan oleh...., dan sampai saat ini belum > pernah ikut iuran, sudah ngak terima kartu anggota > baru lagi sejak th2000 an, mungkin IAGI ngak bikin > baru atau salah alamat ?, ngak tahulah kalau > dibayarin terus, tapi rasanya tidak mungkin lah.. > > Maaf, karena awan dengan kegiatan IAGI, tapi yang > ketangkap dari info2 dan email di IAGI, sepertinya > sama saja dengan assosiasi2 lainnya, hanya milik > atau dinikmati oleh segelintir orang2 sukses, > berduit, perusahaan, pejabat dll, dsb. Selain dari > itu, yang lain mungkin hanya sekedar liwet. > > Sudah saat nya IAGI mikir dan kalau dapat saling > membantu tentang masa depan geologist yang kurang > mampu / tidak sukses, bukan jadi barrier, malah > banyak geologist yang banting stir ke bidang lain, > hanya sekedar menutupi kehidupan primer, karena > mungkin dulu salah jurusan, tapi terpaksa tamat PT > sebagai geologist dalam rangka menyenangkan hati > ortu. > > Bila perlu IAGI dan atau anggota2 dapat memberi > jalan keluarnya bagi masyarakat geologi dimana saja > berada. Kalau itu masuk agenda saluto buat IAGI. > Saya sendiri di Riau malah hanya sekedar tahu akan > ada PIT IAGI di PKU (ngak / belum aktif aja, kok > protes..) > > Begitu juga, mengapa kita lebih mudah dapat data > dari BULE, dari pada bangsa sendiri, mungkin > jawabannya ada pada diri masing2. Seperti: ngak PD, > takut bersaing, ABS, dll, dsb. Coba saja di > Indonesia untuk bertanya gaji saja, katanya tidak > ettis, padahal maksud bertanya untuk menawarkan gaji > yang lebih tinggi..... > > PIT IAGI akan lebih menggigit bila membahas hal2 > sehari2 spt; bencana gempa, longsor dll dsb. Kalau > perlu ganti topik dan lokasi agar lebih update dan > akan dikenal masyarakat.. Jangan hanya perusahaan2, > institusi aja, sekedar bikin buku warna-warni. > Sementara yang diluar garis lingkaran ngapain aja > .... > > Sekedar pemikiran dan semoga berkenan walaupun dari > sisi negatif. > > > Salam > Heri Ferius > 1393 > > > > ----- Original Message ----- > From: "mohammad syaiful" > To: > Sent: Wednesday, June 28, 2006 5:20 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] PIT IAGI 2006 : Apakah > perlu ditunda/dibatalkan ? > > > > mengapa pit iagi digambarkan sbg sosok yg mewah > dan jauh di langit, lepas > > dari bumi alias masyarakat? > > apakah dg pit iagi, dapat diartikan kita tidak > memedulikan gempa yogya dan > > bencana lainnya? > > apakah dg pit iagi, kita dikarikaturkan sbg sedang > bermewah-mewah? > > > > kalo perlu, pit iagi bisa dilaksanakan tanpa dasi; > bisa dilakukan tanpa > > makan prasmanan (bisa nasi bungkus aja bung). > > > > memang kita adalah gerombolan geologist, yg bebas > berinterpretasi. namun > > menurut saya, tidaklah perlu interpretasi yg > terlalu jauh. > > > > inilah jawaban saya, spontan (cuma dipikir > sebentar, he..he..), atas wacana > > mas budi prasetyo. > > > > semoga berkenan. > > > > salam, > > syaiful > > *anggota iagi > > > > > > On 6/28/06, Budi Satrio wrote: > >> > >> Kawans, > >> Apakah perlu PIT IAGI 2006 di Pekanbaru di > tunda/batalkan ? > >> Setelah letusan Merapi, Gempa Jogja dan semburan > lumpur === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

