Thanks pak RDP. Lha kok masih jauh banget yah...semoga cepet
teratasi....
Ss> 

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, July 05, 2006 9:26 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?- Sampai
dimana kita ??

silahkan tengok
http://hotmudflow.wordpress.com/
ada beberapa update dari media center di Sidoarjo di bagian atas
biasanya update dari kegiatan subsurface.

rdp

On 7/5/06, Surya, Sudana (TPC) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Anggota ysh,
>
> Setelah sekian lama mengikuti perkembangan di media maupun diskusi ttg

> Lumpur Lapindo, dengan beberapa pandangan yg berbeda sangatlah
menarik.
> Seingat saya ada beberapa sekenario yg akan dilakukan untuk mengatasi 
> masalah lumpur panas ini (snubbing unit, kill well, etc..etc..). Saya 
> ingin menanyakan ke rekans : Seperti apa perkembangan dari penanganan 
> nya dan apa hasilnya ?? Mohon di share infonya....nuwun.
>
> Salam,
> suryo
>
> -----Original Message-----
> From: reki indrawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, July 05, 2006 8:56 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?
>
> Pak Awang,
>
>
>
> Kalau memang Lumpur ini berasal dari Lumpur Pliosen yang relative 
> shallow dan mempunyai kenampakan di seismic seperti tertarik/tertekuk 
> ke segala arah (collapse structure?), apakah pada waktu drilling 
> interval ini sudah di casing & cementing dan apakah ada indikasi 
> overpressure pada area/interval ini? selain seperti indikasi bahwa 
> hanya ada clay pada cutting dan bukan limestone pada interval sembulan

> yang kemungkinan adalah mud volcano.
>
>
> Jadi pengen tau apakah cement yang dipompa untuk killing well itu bisa

> membuat formation diatasnya yang punya pressure lebih kecil dari 
> density cement akan fract (differential pressure). Sehingga mungkin 
> apabila ini adalah underground blow out, differential pressure yang 
> cukup besar antara cement yang digunakan untuk killing well dengan 
> formation pressure di open hole akan memicu terjadinya fract pada 
> formasi. Atau apakah cement yang dipompa untuk killing well tidak 
> cukup kuat untuk menahan overpressure dari formasi.
>
> Kalau benar lumpur itu berasal dari Lumpur Pliosen seperti yang Pak 
> Awang duga, kemungkinan adalah akibat differential pressure, apalagi 
> ditambah banyaknya sesar di daerah tersebut.
>
>
> Salam
> Reki
>
> On 7/4/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Saya belum melihat gambar di Majalah Tempo terbaru tersebut, tetapi 
> > kalau soal apakah di bawah Banjar Panji-1 ada gunung lumpur (mud 
> > volcano), berdasarkan data regional maka indikasinya cukup kuat. 
> > Data seismik Banjar Panji tak terlalu baik kualitasnya karena 
> > tutupan endapan volkanik di permukaan.
> >
> > Lapindo dalam usulannya mengidentifikasi dua sembulan (diharapkan
> > karbonat) : (1) sembulan dangkal berumur Pliosen (2) sembulan dalam 
> > berumur Miosen Awal yang setara dengan Kujung (dan sudah ditembus
> sumur Porong).
> > Berdasarkan kesetaraan regional agak aneh tiba2 ada sembulan terumbu

> > Pliosen di wilayah selatan Jawa Timur seperti Banjar Panji. Kalau 
> > itu sumur di sekitar wilayah Tuban atau offshore sekitar Pangkah, 
> > saya tak
>
> > akan heran sebab paling tidak itu terumbu Paciran. Saat diskusi 
> > pengusulan sumur ini dua tahun yang lalu, saya meminta kepada kawan2

> > Lapindo untuk mempelajari sedimentasi regional Pliosen Blok Brantas 
> > yang mungkin bisa mendukung/atau malahan melemahkan distribusi 
> > terumbu
> Pliosen ini.
> >
> > Tetapi, terumbu Pliosen itu hanya objektif kedua. Objektif utamanya 
> > adalah terumbu Kujung I/Prupuh yang nyata ditunjukkan oleh data 
> > seismik kurang bagus sekalipun. Usulan Banjar Panji mempunyai nilai 
> > eksplorasi tinggi, lebih-lebih lagi penemuan di isolated reef Kujung

> > di onshore Jawa dan Selat Madura sudah banyak terjadi. Sumur 
> > disetujui
> untuk dibor.
> >
> > Walaupun sempat maju-mundur pelaksanaannya, sumur Banjar Panji-1 
> > akhirnya dibor. Saya berharap sumur ini berhasil sebab akan membuka 
> > banyak peluang baru eksplorasi karbonat Kujung di batas selatan 
> > Cekungan Jawa Timur. Lalu, timbullah bencana itu dan terus terjadi
> sampai sekarang...
> >
> > Bencana semburan lumpur Banjar Panji, apapun penyebabnya, membuat 
> > saya
>
> > memandang lain struktur amblesan Porong. Tak pernah dikemukakan 
> > orang2
>
> > sebelumnya (baik oleh Huffco Brantas sejak zaman Peter Willumsen, 
> > maupun oleh Lapindo pada zaman Arse Kusumastuti dan Agung Darmoyo 
> > sekarang, atau oleh studi2 dari pihak luar di sini ITB, Lemigas, 
> > dll.)
>
> > bahwa Porong ambles karena proses cratering mud volcano ! Porong 
> > selama ini hanya disebut collapse karena tektonik, subsidence.
> >
> > Data seismik (reprocessed) Porong dengan kuat menunjukkan beberapa 
> > horizon seismik Pliosen yang tertarik/tertekuk dari segala arah ke 
> > bawah, ditutupi
> > lapisan2 Plistosen dan Holosen yang datar, dan di pusat tekukan ada 
> > zone free of reflector yang menyerupai feeder pipe mud volcano 
> > berdiri
>
> > vertikal dari top of Kujung ke atas ke pusat tekukan reflector 
> > Pliosen. Dianalogikan dengan mud volcano di South Caspian Basin
> (Stewart & Davies, 2006 :
> > Structure and emplacement of mud volcano systems in the South 
> > Caspian Basin, AAPG Bull, v. 90, n. 5, p. 771-786), struktur 
> > amblesan Porong sangat khas sebagai : "a single mud volcano bicone 
> > at a shallow
> structural level".
> > Feeder pipe lumpurnya berasal dari clay di atas top Kujung.
> >
> > Apakah Banjar Panji telah menembus mud volcano ? Mungkin saja.
> > Sembulan dangkal Pliosen itu bukan sembulan terumbu, tetapi sembulan

> > cone (bicone) gunung lumpur. Tak ada karbonat dangkal di cuttings, 
> > yang ada adalah clay di kedalaman prognosis sembulan terumbu dangkal

> > tersebut. Setelah kejadian ini ada beberapa level yang mencurigakan 
> > sebagai shale diapirs yang membentuk "stack of mud volcano bicone"
> (tumpukan kerucut2 gununglumpur).
> >
> > Ada beberapa sesar yang melalui kompleks Banjar Panji, wajar saja 
> > suatu struktur tersesarkan itu - malahan ini jenis perangkap utama 
> > di banyak tempat. Bagaimana kalau itu benar gunung lumpur, lalu 
> > dipotong2
>
> > sesar, dan kestabilan materinya terganggu hentakan berulang yang 
> > kuat (strong cyclic loads), lalu tak ada pipa selubung penahan di 
> > situ, lalu ada komunikasi pressure tinggi ke rendah atau sebaliknya,

> > apakah sediment failures akan terjadi ? Apakah sebenarnya erupsi 
> > gunung lumpurlah yang tengah terjadi saat ini di Banjar Panji ?. 
> > Untuk mengatakannya YA/TIDAK tidaklah mudah, dan mencari tahu apa 
> > penyebabya
> adalah tidak semudah yang dipikirkan.
> >
> > Kita lihat saja bagaimana Banjar Panji ini, sementara penduduk 
> > sekitar
>
> > harus dievakuasi dan banjir lumpur dikendalikan, pekerjaan dengan 
> > snubbing unit dan relieve well yang akan dibor semoga efektif. 
> > Semoga benar ini hanya underground blowout bukan erupsi 
> > gununglumpur. Tetapi pada kedua kasus, amblesan harus diantisipasi.
> >
> > Bu Yuriza, ada Kujung reef di bawah Banjar Panji itu, tetapi mud 
> > volcano Pliosen juga bukan suatu hal yang mustahil.
> >
> > Pak Rovicky, tak ada yang bisa memastikan kalau semburan lumpur 
> > Banjar
>
> > Panji adalah ulah manusia, gempa pun tak bisa dikesampingkan, itu 
> > fakta yang terjadi pada saat yang bersamaan. Gunung Semeru pun 
> > diaktifkan gempa Yogya tepat dua hari sesudah gempa menggoncang 
> > Yogya (lihat liputan satelit terbaru NASA atas gunungapi ini pada 
> > periode2 sebelum dan sesudah gempa Yogya). Maka, tak ada yang bisa 
> > menjamin ekstruksi lumpur Banjar Panji akan sebentar saja.
> >
> > Salam,
> > awang
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, July 04, 2006 1:10 PM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?
> >
> > Saya tetap nggak ngerti darimana datangnya lumpur sebanyak itu.
> > Taroklah underground blowout yang keluar masak lumpur tujuh keliling

> > gitu, dulu pernah ada underground blowout disini sehingga perlu enam

> > well untuk menutup blukutuk blukutuknya, tapi yang keluar ya blukutk

> > blukutuk tadi ( gas di laut) bukan lumpur sak danau begitu, dan 
> > makin
> deras lagi ......
> > Menurut  deskripsinya pak Andang dan kang Awang lumpur datang dari 
> > formasi shale diatas Kujung ( Kalibeng Clay yang colapse grain to 
> > grain forcenya sehingga bisa ngalir). Menurut wawancara pak Adang 
> > kalau saya nggak salah mengamati colapsenya itu yang dispekulasikan 
> > sebabnya -> karena underground blowout itu atau karena gempa.
> > Pakai logika kasar aja, apakah tidak berlebihan untuk mengasumsikan 
> > bahwa underground blowout saja  cukup untuk 'meruntuh'kan clay 
> > segitu
> banyak ?.
> > Mestinya kalau benar lumpur itu berasal dari Kalibeng Clay yang
> 'runtuh'
> > maka force yang membuat grain to grain bearing hilang/rontok 
> > mestinya besar sekali ( gempa lebih tepat).
> > Satu lagi yang saya tidak habis pikir adalah laporan Kasus Lapindo 
> > di Tempo paling baru ( hal 106 2 Juli 2006), pada gambar ilustrasi 
> > terlihat bahwa lumpur berasal dari suatu lapisan kayak gunung 
> > berusia pliosen (shale diapir ?). Terlihat juga di gambar ini bahwa 
> > sumur BP-1
>
> > berhenti di formasi kayak gunung ini ( bukan di Kujung).
> > Apakah sekali lagi Tempo membuat suatu ilustasi yagn salah ?, apakah

> > sipemasok  ilustrasi yang salah atau memang bahwa ternyata BP-1 
> > belum sampai kujung malah salah menginterpretasikan mud diapir 
> > sebagai
> Kujung ?.
> > Kalau memakai seismik 2d hal ini mungkin saja terjadi karena baik 
> > carbonate build up maupun shale diapir  mirip mirip aja..
> > Kalau benar ternyata BP-1 menusuk shale diapir atau underground 
> > blowoutnya membuat berbagai patahan yagn connect ke shale dipair wah

> > ini mah tidak bakal terhentikan, bayangkan saja kalau si mud diapir 
> > itu mempunya tinggi maksimum 300 m dan luas 10 km persegi, ya akan 
> > menenggelamkan daerah seluas 500 km persegi dengan kedalaman 3 meter

> > baru dia berhenti bukan ?.
> >
> > salam
> > y
> >
> >
> > --------------------------------------------------------------------
> > -
> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > --------------------------------------------------------------------
> > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan
ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas 
> > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: 
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > --------------------------------------------------------------------
> > -
> >
> >
> > --
> > No virus found in this incoming message.
> > Checked by AVG Free Edition.
> > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.8/381 - Release Date:
> 7/3/2006
> >
> >
> > --
> > No virus found in this outgoing message.
> > Checked by AVG Free Edition.
> > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.8/381 - Release Date:
> 7/3/2006
> >
> >
> > --------------------------------------------------------------------
> > -
> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > --------------------------------------------------------------------
> > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan 
> > ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas 
> > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: 
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > --------------------------------------------------------------------
> > -
> >
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> Mulia No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke