Rekan Hestu,
Membeli permata yang paling mudah adalah intan, saya anjurkan belinya di
toko yang bonafit, karena ada tester yang seperti anda sebut itu, jangan
sekali2 beli di luaran, karena yang bukan ahli dan tanpa alat akan sulit
membedakan dengan beling sekalipun. Pemilik toko intan tidak berani
memalsukannya (toko emas & intan yg bonafide). Intan ditimbang ukurannya,
besar kecilnya dinyatakan dengan karat. 1 Karat kira-2 beratnya 0,2 gram.
Angka satu (karat) dan kelipatannya dianggap angka psikologis, sehingga
intan berlian yg ukuran 1 karat harganya berlipat ganda dibandingkan dengan
< 1 karat, misalnya 0,9 karat atau bahkan 0,95 karat. Berlian yang kecil-2
biasanya dinyatakan dengan "mata", artinya misalnya ada berlian ukuran "5
mata" berarti ukurannya 0,2 karat (maksudnya satu karat isinya 5 butir
berlian). Kualitas berlian terutama berlian ukuran besar dinyatakan dengan 3
C : artinya Carrat artinya ukuran besar- kecilnya, Cut (kualitas cutting
atau penggosokan), dan Color plus Clearness. Jadi berlian yang besar,
jernih, kualitas cut tinggi akan berharga sangat mahal. Alat deteksi diamond
adalah berdasarkan thermal conductivity-nya, saya tidak tau mungkin bisa
juga ada alat test berdasarkan kimia (?) karena diamond komposisinya C
(karbon), yang penting alat tidak boleh "merusak" permata ybs bahkan tidak
boleh meninggalkan bekas goresan sekalipun. Kalo tidak punya alat tester,
bisa dengan kekerasan, gores sedikit dengan pencil Mohs skala 9 harus pada
girdle-nya tidak boleh pada crown ataupun pavillion-nya. Bila tidak tergores
dengan skala 9, berarti diamond.
Sekian dulu ya.
Salam,
Yatno
----- Original Message -----
From: "Prasiddha Hestu Narendra" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, July 06, 2006 11:18 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] DIAMOND
Pak Yatno,
kalo beli cincin berlian biasanya si pedagang utk promosi bahwa berliannya
asli (biar laku gitu) dia ngetest pake alat kayak pulpen agak gede terus
ujungnya ditempelkan ke berliannya. Kemudian keluar bunyi thittt.... terus
keluar angkanya digital. Kemudian dia coba ke kaca....nah kan pak nggak
bunyi kan, kata si pedagang.
Saya masih belum paham alat tersebut sistem kerjanya bagaimana? apa
sebenarnya yg diukur?
Kemudian di kuitansi pembelian biasanya juga ada angka2 seperti angka
karat kalo emas, saya lupa angkanya berapa ya. Itu angka apa sebenarnya?
apa ada tips khusus untuk membeli perhiasan berlian?
maaf lho jadi kebanyakan nanya....
terimakasih & salam
Prasiddha
At 01:43 PM 7/7/2006 -0700, you wrote:
Mas Yanto S yth,
Sebagai senior petrographer dan penghoby gemstone, saya tambahkan
keterangan Mas Miko,
Diamond: istilah mineralogi untuk suatu mineral komposisi pure C,
kekerasan 10 skala Mohs, sistim kristal cubic (isometri), terjemahan bhs.
Indon. nya adalah INTAN. Intan ini dapat dibuat di laboratorium, tetapi
ongkos produksi per karatnya hampir mendekati harga intan alamiah, bahkan
bisa lebih tinggi, sehingga tidak merangsang investor untuk memproduksi
secara masal.
Brilliant (Indon. berlian), adalah intan (diamond) yang telah di potong
dan diasah (cut), ada aturannya untuk membuat brilliant cut yang baik
sehingga efek pantulan cahaya menjadi maksimum. Kalau dilihat dari
samping, brilliant ini mempunyai bagian-2 nya: bagian atas disebut
"crown", bagian bawah yg runcing disebut "pavilion", bagian yang membatasi
crown dan pavilion disebut "girdle". Alm. ibu saya dulu (hoby jual beli
berlian) sudah tau membedakan intan (diamond yang tidak di cut brilliant)
dan berlian (diamond yang di cut brilliant). Sisa limbah intan yang telah
di cut menjadi brilliant, dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dengan
menempelkan pada batang perhiasan misalnya cincin, kalung, berupa potongan
kecil-2 yang tidak beraturan dan tipis-2, inilah yang disebut perhiasan
intan (bukan berlian) oleh para pedagang termasuk Alm. ibu saya. Inilah
beda pokok nama pasaran untuk berlian dan intan (keduanya adalah asli
diamond).
Gemstone lain (sapphire, rubby, emerald dll., kwarsa, garnet, dll.) juga
dapat dibentuk mengikuti pola brilliant ini, umumnya batu-2 yang jernih
dengan istilah dagangnya batu "kristal". Karena ada batu lain yang tidak
jernih, jenis ini biasanya dibentuk CABOCHON seperti kebanyakan batu
cincin jenis akik (mineralnya agat), yaitu potongan yang tidak ada
facet-nya, hanya cembung- sederhana.
Karena harga true diamond (dan juga buatan lab.) sangat mahal, maka
hadirlah dipasaran diamond-2 tiruan. Yang sering dipakai meniru adalah
natural zircon, dipasaran disebut zirconium diamond, atau mineral-2
lainnya misalnya kwarsa. Karena sistim kristal zircon tidak isometri, maka
dibuat dipabrik tiruannya yang lebih baik dari zircon, yaitu CUBIC
ZIRCONIUM atau sering disingkat CZ yang mempunyai sistim kristal isometri
seperti natural diamond, atau istilah Mas Abah AMERICAN DIAMOND. Ada lagi
tiruan yang lain dan masih banyak, nanti saya kasih tau kalau anda masih
inginkan.
Salam,
Yatno
Mohon dipahami istilah-2 tersebut di atas supaya tidak keblinger.
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------