Berdasarkan SK Bapenas tahun 2000 ,untuk S-1
Pengalaman 1-4 thn  ( 4,2 - 5.2 jt)
                    5-8       ( 5.5-7.1 jt)
                    9-12     ( 7.5- 9 jt )
                    17 - 20 ( 11.7 - 12.9 jt )
Kadang kadang di sini itu aneh , gaji kecil tapi penghasilan besar.
Kalau dilihat gaji seorang Dirjen ( Migas,  misalnya )  itu kecil ( gol IV E
dg tunjangan eselon 1 ) itu paling banter 13 jutaan .Tapi penghasilannya
bisa berlipat lipat dari gajinya.. .... ....

ISM


> *PII minta tingkatkan billing rate insinyur lokal*
> oleh : *Dwi Wahyuni*
>
> JAKARTA (Bisnis): Persatuan Insiinyur Indonesia (PII) minta pemerintah
> meningkatkan billing rate insinyur lokal yang selama ini lebih rendah 10
> kali lipat dibanding tenaga profesional asing.
>
> Wakil ketua PII, Airlangga.Hartarto mengatakan permintaan itu sudah
> disampaikan kepada Bappenas, karena lembaga itulah yang mengeluarkan
> diskriminasi tarif standar gaji insinyur lokal dan asing.
>
> PII menilai perbedaanya terlalu jauh yakni 10 kali lipat. Taruhlah kalau
> insinyur asing itu dihargai US$5000, insinyur Indonesia hanya US$500.
"Kami
> minta billing rate itu disetarakan atau paling tidak perbedaannya tidak
> terlalu besar," ujar Airlangga usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di
> Istana Wapres.
>
> Namun PII tidak mengajukan angka yang pantas untuk standar penggajian
> insinyur Indonesia. "Kami serahkan kepada Bappenas untuk menghitung
> sendiri," katanya.
>
> Yang jelas perbedaan tarif penggajian itu sudah berjalan lama, Itu
sebabnya
> PII minta Bappenas segera mengubah tarif resmi tersebut.
>
> Kalaupun tidak memungkinkan setara, kata Airlangga pebedaan itu bisa
> dikurangi, entah itu hanya lima kali lipa,setengah atau 60% dari tarif
resmi
> billing rate asing.
>
> PII berharap pemerintah memiliki keperpihakan terhadap lokal
> konten.Semuaproyek pemerintah seperti monorel, bandara dan PLN banyak
> merekrut tenaga
> profesioan Indonesia kendati proyek bersangkutan dibiayai oleh utang luar
> negeri. "Kami, PII akan melakukan negosiasi untuk proyek seperti itu".
>
> Airlangga menipis anggapan bahwa perbedaan tarif penggajian tersebut
karena
> para insinyur lokal belum bisa memenuhi standar kualitas internasional.
> Menurutnya PII sudah memiliki sertifikasi internasional. Bahkan insinyur
> Indonesia itu klasifikasinya sudah setara dengan level insinyur di Asean
> maupun Asia Pasifik. "Tidak ada alasan kualifikasi insinyur Indonesia itu
> dikatakan rendah".
>
> Saat ini, Insinyur Indonesia yang memiliki kualisasi tinggi dan bekerja di
> perusahaan swasta (multinasional), kata dia juga sudah setara dengan para
> expat.
> Sementara, dalam pertemuannya dengan Wapres, PII melaporkan rencana
> penyelenggaraan Konggres ke XVII dan pameran teknologi dan Industri
> Nasional. Agenda itu akan berlangsung 19-22 Juli 2006 mendatang di
Jakarta.
> (dj)
>


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke