Berikut ini saya forward-kan juga email-balasan-tambahan dari mas Agus Hendratno ttg kejadian Yogja semalam, issue-2 jahat mendompleng IAGI, dan issue2 aktual korban Gempa Yogja-Jateng (ttg Jadup dll).

Note: Mas Agus dan Bu Rita sampai skrg belum masuk dalam milis IAGINET.

salam

adb

----- Original Message ----- From: "Agus Hendratno" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>
Cc: "rahman aliah" <[EMAIL PROTECTED]>; "AMC AGUSTIRTO" <[EMAIL PROTECTED]>; "sari kusumayudha" <[EMAIL PROTECTED]>; "Sari Bahagiarti" <[EMAIL PROTECTED]>; "Rita UGM" <[EMAIL PROTECTED]>; "Gendoet Hill" <[EMAIL PROTECTED]>; "Retno Pamedarsih" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, July 13, 2006 2:38 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [IATMI-KL] awan vertical tipis di Bantul, karena gaya electromagnetic ?
Dear All,

kawan-kawan komunitas geologi dimana saja.

Sejak tanggal 11 Juli 2006 siang saya di Jakarta (di
bpmigas) saya ditelpon banyak orang dan sms, terutama
dari Klaten dan Kota Bantul, bahwa isu gempa tanggal
15 Juli itu diumumkan di masjid-masjid. Kelihatannya
ada orang iseng sejak tanggal 4 juni 2006 tentang
edaran IAGI itu. Akhirnya saya telpon satu-persatu
untuk minta diumumkan ke masjid-masjid lagi bahwa :
datangnya gempa itu mirip datangnya kematian, tidak
ada yang tahu pasti, hari, tanggal, jam, kecuali
TUHAN. Kayak dokter, dia tahu perkembangan penyakit
pasien, tapi ndak tahu kapan pasien itu mati, kan
tiba-tiba saja.
Sebelum saya berangkat ke Jakarta, saya bersama-sama
Pak Wartono, Pak Sudarno (UGM) juga teman-teman
Perhimagi dan tim KKN UGM Peduli Bencana telah 20 kali
penyuluhan gempa di Kasongan, Sewon, Pleret, Pundong,
Imogiri, Jetis, Kali Code, Kalasan, Bayat (Klaten),
Kota Yogyakarta (bagian selatan) untuk memberikan
informasi yang ilmiah populer dan mudah dipahami orang
awam, tentang gempa. Penyuluhan tersebut rata-rata
dihadiri lebih dari 100 warga dan lokasi tersebut
tidak terjangkau Koran KR. Padahal semua elemen
geologi di DIY telah melakukan edukasi ilmiah melalui
media dengan benar dan baik.
Apa jawab warga : wah mas, koran KR ndak sampai sini.
Nah, setelah saya investigasi (kayak investigasi
inteljen wae...), yang membuat resah warga korban
gempa adalah :
1. ketidak-jelasan jatah hidup / living cost dari
pemerintah (bahkan ada yang belum sampai 9 juli,pas
saya di Prambanan).
2. ketidak-jelasan bantuan pemerintah (walaupun sudah
didata berkali-kali oleh RT/RW dan juga diverifikasi
oleh aparat bahkan dibantu oleh sejumlah tim relawan
KKN dari berbagai kampus di DIY dan Solo) tentang
bantuan yang rumah rusak berat, sedang dan tinggi.
gara-gara ini warga DIY -Klaten korban gempa itu
sangat SENSITIF jika ditiup isu-isu yang meresahkan.
3. ada irihati, kalau ada warga yang dapat jatah hidup
(salah sasaran), sementara yang kena musibah ternyata
tidak terdata dan tidak dapat jatah hidup. Maka warga
itulah yang kemudian menjadi demo tentang JADUP itu
dan ini sangat sensitif jika ada isu-isu yang tidak
ilmiah.
4. ada sekelompok warga yang hanya rumahnya retak
dikit, gentengnya jatuh 5-10 saja dan kena getaran
gempa, maka sekelompok warga tersebut minta JADUP dan
minta bantuan kerusakan rumah ringan (itu di Kalasan
dan Prambanan). Mereka tidak tahu bagaiman kerusakan
rumah-rumah di Imogiri dan Pundong. Ini juga jadi IRI,
dan jangan-jangan sering menebar isu bohong tentang
akan datangnya gempa besar, lalu Bantul - Pundong mau
ambles jadi DANAU.
5. ada LSM-LSM yang telah memasuki wilayah korban
gempa, yang juga jadi broker proyek-proyek dan juga
ada yang menebar isu ada gempa susulan yang lebih
besar. mereka dipercaya karena mereka juga
pinter-pinter ngomong (walau waton ngomong). ini yang
laporan mhs KKN UGM ke saya. ada LSM yang kurang ajar.
ini juga susah dilacak.
6. Ini laporan RT di Pundong (saat ketemu saya di
lapangan penyuluhan), bahwa ada aparat pemda yang
verikasi data KK yang dapat JADUP dibatasi, misal yang
mestinya ada KK dengan jumlah anggota 5 atau 4, tapi
dibuat rata-rata setiap KK anggotanya 3. Lucu, ini
statistik macam apa? sehingga ketika JADUP itu turun,
maka ada warga yang tidak kebagian. Protes lagi dan
panik lagi.., nah ketika isu gempa datang, ada
fenomena awan tipis di bulan purnama yang cantik itu.
warga panik lagi.

Saya dan Pak Wartono, kalo gojeg, ini orang ngasih
penyuluhan gempa dimana-mana, tapi pas gempa 27 mei
lalu, tidak merasakan gempanya, karena diluar kota.
Tanggal 27 Mei 2006 itu, jam 6.30 Pak TON telpon ke Hp
saya, heran koq bisa masuk, coba hubungi RRI bahwa
tidak mungkin ada tsunami. Saya jawab : saya sudah
hubungi RRI tapi tidak bisa masuk. Karena saya lagi di
Aceh, dan Pak TON lagi di Pemalang. Jumat 26 Mei 2006
sore itu, saya menyuluhkan gempa dan tsunami pada
murid-murid SD di Malahayati, Krueng Raya (Aceh
Besar), juga bawa poster gempabumi dan tsunami yang
dititipkan Bu Rita.
Akhirnya, sepertinya saya pengin berbuat banyak kepada
warga yang awam ini dengan penyuluhan itu. Untungnya
dibantu materi oleh : ADB, Pak TON juga Tim Geologi
UGM. serta disupport oleh kawan-kawan KKN UGM Peduli
Bencana, untuk membantu menyadarkan dan edukasi yang
baik dan tepat.
ada 45 mhs, yang kemudian saya rekruit untuk KKN
Peduli Bencana (tanpa proses administrasi apa pun,
sebagai bentuk administrasi normal di LPM UGM),
kemudian dilatih jadi penyuluh gempa dan aktivitas apa
saja yang pokoknya membantu warga di wilayah musibah.
Nah sekarang mereka sudah dilapangan. dan upaya ini
telah dilakukan oleh beberapa kampus di DIY dengan
sangat cepat.
Tapi yach..., kita menghadapi pecundang-pecundang
tangguh yang menyebar isu-isu yang tidak sehat dan
tidak ilmiah, dan saya yakin itu bukan dari
kawan-kawan mahasiswa dari kampus manapun di DIY dan
Solo. apalagi elemen kebumian yang ada di DIY. Pasti
ini orang yang sengaja memancing kisruh dalam
kepanikan dan trauma warga yang JADUP dan bantuan
pemerintah tidak kunjung datang.

Itu, sekedar info-info untuk mas ADB dan kawan-kawan
IAGI. Saya pamit dulu...
matur nuwun
agus hendratno

--- Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Masih tentang AWAN TIPIS & GEMPA

Berikut saya postingkan sms yang masuk ke hp saya
mulai jam 8 semalem s/d
tadi pagi, ditambah dengan 5 tilpun langsung dari
Yogja yang menanyakan
hal-hal yang sama. Selain itu puluhan sms dan tilpun
juga diterima oleh
rekan Hil Gendoet di Yogja, (mungkin juga diterima
Agus Hendratno, bu Sari,
dan bu Rita, pak Agus Tirto: yaitu nama-nama yang
kami pampang di  ribuan
selebaran ttg tanya jawab Gempa-Tsunami yang
menyebar mencoba menenangkan
masyarakat Bantul-Yogja-Klaten sejak awal Juni
lalu):

- 08157950928: Ada awan aneh lurus menyilang angkasa
Yogja skrg, apa itu
awan gempa? Lihat di langit ke arah bulan. Trims
20:22:18 12/07
- 081328188530: Mas, apa benar tanda melintang di
langit akan ada gempa lagi
20:25:52 12/07
- 08179414515 Bp. andang, ada tanda garis putih skr
ini di langit, apa ini
tanda spt gempa di Kobe Jepang? mohon infonya. Kami
orang awam takut karena
bnyk issue macam2. Makasi. Citra 20:32:05 12/07
- 08122747307: Ada isu bhw pd tgl 15 Juli ini akan
terjadi gempa besar di
Klaten. Benarkah? Bgmn tanggapan anda? Terimakasih
21:48:05 12/07
- 0817286243: Km warga Randusari Pyg Yk skrg ini
berada di luar rumah krn
malam ini ada info gjl geser bumi bgmna tndak
lanjut? 22:06:44 12/07
- 081806844282: Maaf pak, mnggngu, ini sy td melihat
fnmena alam yg
dikaitkan dg gmpa, td sktr jam 20:00 di langit ada
seberkas 5 cahaya panjang
d bln, org2 mengatakan bhw ini adalah garis2 gempa,
apakah benar ini?
22:54:24 12/07
- 081931700245: Ada awan yg lurus2 panjang spt sblm
gempa kmrn, tp
horizontal di langit sktr jam 8 td. Apa ini tanda
akan tjd gempa spt kmrn
lagi? Sri-Imogiri 23:34:47 12/07
- 085647051342: Tadi petang shbis magrib s/d jam
21:15 dilangit ada awan
membentk cemeti dr brtdy ke timur laut sdgkan sktr
jam 01:00 td bulan
dikelilingi awan mlingkar, tanda2 apakah yg akan
terjadi? 01:06:13 13/07
- 081931708243: Saya mewakili wrga imogiri, gmpar
ktnya mlm sbt jm 2 akan
ada bncana, ga blh tidur di rumah ato di tenda, tadi
malam juga ada warna
putih melintang di lngit! kami semua resah, takut,
dan glisah! tolong kami!
07:34:10

Saya sendiri jawab sms2 dan tilpun2 tsb sbb:

- Pak Agus, Pak Hill, terlampir saya forwardkan
sms-sms dr Yogja,... bisakah
dicek keluar apa yg terlihat? Saya sendiri di Bekasi
tdk melihat hal tsb
sekarang.. Dari literatur: gempa tdk didahului atau
diikuti oleh gejala awan
putih, kalau gelombang elktromagnet mungkin IYA,
tapi tidak kasat mata,..
kalopun terjadi gempa susulan kekuatannya akan jauh
lebih kecil dr 27 Mei...
dan selama ini setiap hari di Yogja juga sudah
terjadi gempa2 susulan kecil2
tsb... jadi, tidak usah kuatir ....( cc ke semua
penanya menurut urutan
waktu dan sedikit modifikasi..)

Khusus untuk yang menanyakan ramaln gempa, hari, jam
dsb saya tambahkan
jawaban:

- JANGAN PERNAH PERCAYA    kalau ada yang meramal
gempa akan terjadi sampai
menyebut hari dan jam,... lihat kembali selebaran
Harinjing AMC- IAGI
YOGJA-PERHIMAGI yg anda pegang...

Kemudian rekan Hil Gendoet menjawab:
- Mmng betul ada awan spt yg warga gambarkan kang.
Warga menghubungkan dg
Gempa Kobe Jepang. Saya tanggapi mirip jawabnya Kang
Andang plus itu
pertanda jelang musim kmrau panjang. Tx

Saya balas, dg cc: ke Agus dan Rita:

- Sipp nDoet... thx... mugo2 masyrkt tenang... mbok
awakmu tilpun-o radio
ndik Yogja...minta bicara ke masyarakat spy mrk
lebih tenang....piye Gus,
Rit..?

Beberapa balasan langsung dr masyarakat:
- 081931708243: Makasih ya pak, skrg kami sudah
lebih tenang . maturnuwun
nggih... ngrepotin 09:11:02 13/07
- 08157950928: Trims, saya baru saja dptkan info dr
Mas Hill, katanya bukan
awan gempa, tdk ada warna orange, menyilang
barat-timur. Mungkin awan
kemarau panjang. Nuwun.20:45:59 12/07
- 08179414515: Ya makasi infonya, krn kami takut,
bnyk sekali info2 yg
menyeramkan, sy dpt nmr bpk dr email ttg tanya jawab
ttg gempa. makasi.
Citra

Begitulah cuplikan dari sekelumit kegiatan rutin
dari sebagian kawan-kawan
komunitas geosains yang mencoba untuk melayani
kebutuhan psikologis
masyarakat langsung yaitu mencoba untuk menciptakan
ketenangan menghadapi
situasi pasca-bencana di Yogja-Jateng. Hal ini kami
lakukan terus menerus
sejak 1 Juni 2006 yang lalu bersamaan dengan proses
penyebaran ribuan
leaflet tanya-jawab ttg gempa yang pernah kami
posting di milis-milis (dan
mendapat tanggapan riuh rendah juga di IAGINET --
tapi hanya sebatas wacana
saja). Hampir tiap hari rata-rata kami mendapatkan
sms 10-15 kali dari orang
yang berbeda-beda,.. tilpun dari 5-10 orang yang
harus kami jawab.
Pertanyaan2 seputar suara "JGLUNG" di sekitar
Imogiri Bantul pada saat
terjadi gempa2 susulan juga seringkali kami terima
dan kami jawab sampai
mereka merasa tenang. Juga pertanyaan2 tentang
konstruksi rumah (tentunya
kami tidak bisa menjawabnya). Semua komunikasi tsb
(mungkin sekarang sudah
mencapai ratusan sms dan ratusan jawaban) kami coba
dokumentasikan. Mudah2an
kelak dapat menjadi referensi.

Ada permasalahan lain yg menyangkut operasional.
Kawan2 volunteer semuanya
nombok sendiri untuk membiayai pulsa saat mereka
harus menjawab pertanyaan2
tersebut. Ada yang mampu ada pula yang akhirnya
kembang-kempis tidak kuat
menanggung pulsa. Kalau anda semua tergerak untuk
ikut menyumbang pulsa bagi
kawan2 volunteer tersebut, silakan hubungi nama-nama
yang tertera di
selebaran yang pernah kami buat 1-1/2 bulan yang
lalu.

Modus kegiatan seperti ini SUDAH KAMI MULAI DAN
SUDAH DIRASAKAN LANGSUNG
MANFAATNYA BAGI MASYARAKAT. Kami memohon dapat
kiranya PP-IAGI
menindak-lanjuti menjadi sesuatu yang lebih
berkelembagaan dan punya sistim
support yang mantabh ke depan. Bisa dalam bentuk
membuat task-force
desk-tanya-jawab, bisa juga melemparkan ide dan
pilot activity ini ke
instansi terkait spy ditindak-lanjuti: misal
BG-ESDM, DepSos, atau BMG, atau
ke Koordinator Tertinggi Bakornas PB.

Silakan,.....


Andang Bachtiar
a/n
Tim HarinjingAMC-Perhimagi-IAGI Yogja


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke