Yth. Pak Bagyono, Alangkah baiknya batuan "giok" tersebut dapat dipreparasi batuan. Tapi, jika ada serpihannya bisa dipreparasi tipis dibawah mikroskop polarisasi. Tahun 2002, saya pernah melakukan analisis dibawah mikroskop polarisasi cuwilan dari batu giok patung Dewi Kwan Ing dan meja-meja dari batuan, ternyata secara geologi termasuk : jadeit neprite, bahkan ada yang lapiz lazuli. Barang tersebut cukup mahal. Kebetulan kolektornya teman saya yang ada di Jogja. Pada kesempatan lain, ada pensiunan Pertamina DAK (Balikpapan), menetap di Jogja, yang membawa batu "giok" dalam bentuk meja bundar yang besar, tebal, dan berak. tapi didalamnya ada tulisan china dan gambar naga. Meja "giok" tersebut yang ngasih adalah orang Dayak pedalaman di Kaltim. Tapi saya kesulitan mengidentifikasi batuan, karena dilapisi kaca. Kebetulan saya ada teman, juga geologist dan telah kursus Batumulia dari Burma dan sekarang bekerja di Pusat Pengembangan Batumulia Martapura. Dia punya alat untuk identifikasi pendar refraksi giok beneran, artinya dari batuan Jadeit dan Neprite atau cuma green kuarsa. Sayang alat tersebut dibawa ke Martapura. Kalau teman saya masih di Jogja, bisa membantu bahkan menyertifikasi batumulia temuan di Klaten tersebut, secara geologi batumulia.
Salam kenal Agus Hendratno Dosen di Teknik Geologi FT UGM Jl. Grafika 2 Yogyakarta. --- miko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yth. Pak Bagyono, > > Mohon maaf, mang Okim kirim cc ke IAGI karena maksud > rubrik ini adalah untuk nambah wawasan para anggota. > Silahkan Bapak kirim gambarnya, hanya jangan > besar-besar ya. Nanti kita diskusikan di lingkungan > profesional IAGI. Salam batumulia, mang Okim. > > ----- Original Message ----- > From: Bagyono Bagyono > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 14, 2006 12:14 AM > Subject: Salam kenal dari Klaten > > > Yth, Bapak Miko > Salam Kenal, > > Saya mendapatkan alamat email Pak Miko dari > website IAGI. Sebenarnya saya sudah mencari website > yang ada kaitannya dengan batu giok sudah agak lama. > Dan Alhamdulillah, sepertinya sekarang saya > menemukan website yang tepat. > > Begini pak Miko, > Sebelum saya mengutarakan maksud, akan lebih baik > jika saya perkenalkan diri terlebih dahulu Saya > seorang guru perhotelan di SMK Negeri 4 > Surakarta/Solo yang beralamat di Jl. LU. Adisucipto > Nomor 40 Surakarta. Telp. 0271-714855. HP saya; > 08122971027. Tapi saya tinggal di Di Kota Klaten. > > Kejadiannya kira-kira 4 bulan yang lalu ketika > saya sedang duduk-duduk di depan sebuah toko > (koperasi) tiba-tiba datang dua orang yang mengaku > buruh bangunan. Mereka menawarkan beberapa bebatuan > yang katanya didapat ketika menggali tanah untuk > pondasi bangunan di daerah penggung, klaten. Dan > rencananya mau menjual batu-batu tersebut. bebatuan > tersebut kemudian saya periksa. Saya terkejut karena > bebatuan tersebut ternyata seperti batu giok.JJumlah > pastinya ada 4 buah. Yang saya lebih heran lagi pada > semua batu tsb terdapat ukiran naga dan tulisan > huruf china.Saya tertarik karena saya nilai batu2 > tsb sangat artistik. > > Orang-orang itu menawarkan pada saya untuk > membelinya seharga 1 juta rp. Saya memang tertarik, > tapi kalo untuk membeli satu juta saya ngga mau. > Kemudian saya coba tawar 100 rb, dia mau turun > 500rb. saya bertahan pada angka tsb, sampai akhirnya > saya naikan jadi 200rb dan mereka mau. Akhirnya > barang itu ada di tangan saya. Saya buru2 pulang ke > rumah dan mencuci barang tsb.(waktu saya terima > masih banyak tanah yang menempel). Ternyata setelah > saya cuci ukiran ukiran pada batu tsb bertambah > jelas dan terlihat sangat artistik. > > Saya pernah konsultasikan barang tsb ke seorang > pakar batu giok dari amerika (keturunan china) > melalui internet. Katanya batu tsb asli dan berasal > dari burma. sedangkan huruf cina yang ada berbunyi > 1482, Chao Chang Ming, panjang umur (saya agak > lupa). waktu itu dia malah mau jika batu tsb mau > dijual, tetapi setelah saya tanya mau beli berapa > dan bagaimana cara transaksinya malah sampai saat > ini email saya tidak pernah di balas. > > Saya ingin minta bantuan pak Miko untuk > mengidentifikasi batu tersebut melalui foto. Tapi > sayangnya malam ini belum saya bawa karena tadi > sebenarnya saya tidak berniat browsing website IAGI. > Tapi saya janji, jika pak Miko sudah membalas email > ini, saya akan segera kirimkan foto-foto batu > tersebut melalui email. Siapa tahu, Pak Miko juga > bisa membantu saya menjualkan batu tersebut (kalo > memang batu tersebut diketahui berharga). > > Batu tsb sampai sekarang masih saya simpan di > rumah. > Cukup dulu pak Ya, Insya Alloh lain waktu > disambung kembali. > > Wassalam > bagyono > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

