Soal oil shale itu sudah lagu lama. Dulu waktu minyak bumi pertama kali melonjak di tahun 70-han Carter mengelarkan dana milyaran dollar untuk projek yang dinamakan "syn-fuel" untuk mengexploitasi oil shale dari Green River Formation di Rocky Mountains. Masalah lingkungan (akan perusakan muka bumi yang raksasa, masalah pembuangan limbah, dan terutama masalah keperluan air yang luar biasa besarnya) menyebabkan projek ini berhenti, apalagi setelah harga minyak bumi menurun lagi.
RPK
----- Original Message ----- From: "Yo Sumartojo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 19, 2006 12:43 AM
Subject: [iagi-net-l] Serpih minyak dan sumber energi lainnya?


Rekan Noel,

Di A.S. belum ada kegiatan unutk membuka lahan serpih minyak. Perusahaan-perusahaan minyak di A.S. lebih mudah mencari sumber-sumber baru minyak dinegeri lain (atau membeli).

Pengolahan serpih minyak membutuhkan sarana-sarana lain yang cukup mahal. Persoalan pembuangan sampah-bekas serpih yang butirannya halus; akan dikemanakan? Pertambangan terbuka yang sangat luas, akan dibuat apa bekas tambang terbuka tadi (untuk lapangan golf?). Akhirnya pemikiran untuk membukan lahan serpih minyak bergantung pada persoalan ekonomi. Ingatlah bahwa sebelum Perang Dunia II, di Jerman pun pengolahan serpih minyak sudah pernah dikerjakan (proses Lurgi, proses Dravo).

Salan satu yang pernah "ngetren" di A.S. yalah proses gasifikasi batubara (coal gasification) dan pencairan batubara (coal liquefaction). Teknologi inipun sudah ada, hanya tinggal uangnya dan persoalan lingkungan. Sekarang yang mulai di-utik-utik yalah coal-bed methane (CBM).

Di Indonesia, saya pernah dengar ada rencana untuk membuat briket batubara untuk keperluan rumah-tangga. Apakah ini sudah berjalan dan bagaimana penerimaan publik? Dampak pada kesehatan sang ibu-ibu atau bapak-bapak yang masak di dapur karena uap logam-logam seperti As, Se, Sb, Pb dan Hg sewaktu batubara dipanaskan, misalnya melalui pernapasan udara yang mengandung uap logam berat tadi, sudah ada yang meneliti?


Salam dari Atlanta.

Yo Sumartojo





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke