All, Kliatannya emang salah kutip.. Soalnya menurut penilitian beliau yang disampaikan waktu PIT HAGI 2004, justru pangandaran yang resikonya paling besar..
Salam, Remy -----Original Message----- From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nanang T Puspito Sent: Friday, July 21, 2006 10:26 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [HAGI-Network] Fwd: [Itb] Pangandaran Aman Dear all, Pada PIT HAGI 2004 di Yogya, sebelum tsunami Aceh, saya presentasi tentang tsunami jawa. full paper ada di prosiding. berikut saya copykan abstraknya. mudah2an membantu. tks. nanang TSUNAMI ZONING FOR SOUTHERN-COAST OF JAVA Nanang T. Puspito Department of Geophysics and Meteorology - ITB Jalan Ganesha 10, Bandung 40132. Tel.: 022-2500494; Fax. 022-2534139; E-mail: [EMAIL PROTECTED] Abstract This study is aimed to develop a tsunami zoning for southern-coast of Java based on the maximum predicted tsunami heights. A total of 7 hypothetical earthquakes that were assumed to generate tsunamis in future were estimated based on analysis of seismicity. The hypothetical earthquakes were assumed to cause by subduction along the Java trench with moment magnitudes (Mw) vary from 7.5 to 8.0 and thrust type faulting mechanism. A numerical tsunami simulation method originally developed by the Tohoku University of Japan was performed to estimate tsunami heights and their arrival times at 18 points along the coast from Ujung Kulon in westernmost of Java to Kuta in Bali. The maximum predicted tsunami heights along the coast vary from 1.0 to 5.0 meters, while their arrival times vary from 20 to 50 minutes after the earthquake occurrences. The highest tsunami height was predicted at Pangandaran of West Java and Popoh of East Java, while the lowest one was predicted at Nusakambangan of Central Java and Pulau Sempu of East Java. Keywords: tsunami zoning, tsunami simulation, tsunami height On Thu, 20 Jul 2006 10:44:12 +0700, Hery Harjono wrote > Mas Wal dan teman-teman, > Yo itu yang paling krusial. Apalagi jarak kita dengan sumber tsunami > sangat dekat. Untuk yang jauh ndak soal, ada waktu untuk "cepak- > cepak" mlayu. Yang dekat ndak ada jalan lain....lari. Ini yang > dipraktekkan masyarakat Simelue [yang mendapat penghargaan > internasional atas kesigapannya mengahadapi tsunami]. Mereka hanya > punya waktu 8 menit untuk lari dan hampir 100% selamat [7 meninggal > kalau nggak salah, dan itu bukan karena tsunami]. Sebaliknya di > seberang, pantai barat Aceh, punya waktu 24 menit untuk lari, tapi > hampir 100% sirna. Masyarakat Simeulue belajar dari masa lalu. > > Nah ini serba repot buat BMG. Pegangan mereka hanya magnitudo gempa > 6.2, dimana biasanya magnitudo >6 bisa menimbulkan tsunami. > Peringatan paling aman, harap waspada karena "berpotensi" diikuti > tsunami. Sistem BMG mestinya [kalau nggak salah sedang dirancang > bersama Bako yang beberapa sudah online] mendapat tambahan data dari > tide gauge misalnya. Setelah itu baru ketahuan apa ada kemungkinan > tsunami atau tidak.... Nah lagi. Perlu waktu dan balapan dengan > menyelamatkan masyarakat yang tinggalnya mungkin hanya 15 menit dari > tsunami. Njuk Piye? kalau ndak salah mengoreksi bahwa gempa > tidak"jadi" diikuti tsunami juga dilakukan di negara lain. > > Saya juga sempat kaget ditanya radio Jakarta. Untungnya beberapa > detik sebelumnya HP saya menerima lokasi gempa selat Sunda dari BMG > dan kebetulan saya coba plot pada Peta SD anak saya yang sekarang > sdh mahasiswa. Saya beritahu ke Radio tersebut bahwa pusat di selat > Sunda kedalaman 48 km. Ketika penyiar menanyakan kemungkinan tsunami, > saya bilang [saya pasrah bongkokan pada data BMG] kecil kemungkinan > karena relatif dalam tapi saya toh masih menekankan masyarakat > sekitar Selat Sunda sebaiknya waspada [Saya jadi ingat ketemu para > Kiai2 TOP ahli tafsir di Jogjakarta. Ketika saya menceritakan gempa, > bumi dan Al Qur'an, mereka bilang atau malah menasehati agar saya > selalu mengakhiri dengan WAALLAHU ALAM... mung gusti sing pirso...]. > Harusnya saya katakan itu di akhir keterangan saya, tapi pernyataan > "agar masyarakat waspada " adalah terjemahan WAALLAHU ALAM... > > Saya sebenarnya cukup kaget ketika Radio Remaco menelpon saya > demikian cepatnya. Apakah saya harus beritahu masyarakat? Apakah > saya tidak melanggar? Bukankah itu tugas BMG dan bukan hak saya > untuk mengumumkan? Tapi sedetik saya berpikir..Insya Allah niat saya > baik dan saya jawab dengan menggunakan data BMG. Saya pasti akan > menyesal setengah mati bila saya diam dan saya matikan radio > tersebut jika ternyata terjadi tsunami....... > > [Halo Pak Prih Haryadi dan mas Luhut bisa teman-teman HAGI mendapat > penjelesan lebih baik?] > > Salam, > Hery > > ----- Original Message ----- > From: "Waluyo" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, July 20, 2006 8:15 AM > Subject: Re: [HAGI-Network] Fwd: [Itb] Pangandaran Aman > > Salamat pagi, > Pak Joko ini kan mimbar bebas, kenapa mesti di stop ....? > Aku juga nggak begitu dhonk dengan maksud "mempolitisir", menurut > saya nggak apa apalah untuk introspeksi dan introkoreksi. Saya juga > heran kemarin setelah ada gempa 6.2 SR di selat Sunda, ada semacam > warning melalui stasiun teve : GEMPA 6.2 SR DI SELAT SUNDA DAN > KEMUNGKINAN BISA MENIMBULKAN TSUNAMI.,, tapi beberapa saat kemudian > diralat menjadi : PENCABUTAN STATEMENT SEBELUMNYA. Ini membingungkan > rakyat! Saya nggak tahu siapa yang salah BMG atau tim redaksi teve > ybs. Logika saya informasi yang disampaikan BMG diterjemahkan > berbeda oleh teve tersebut. Salam Waluyo > > -----Original Message----- > From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of joko45no > Sent: Wednesday, July 19, 2006 3:31 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [HAGI-Network] Fwd: [Itb] Pangandaran Aman > > Sebaiknya di keep / stop saja pak. Kawatir ada pihak-pihak yang > mempolitisir. > salam, > joko45no > > --- Prajuto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Wah Jakarta saja yang secara teori saja aman dari gempa bumi/ tsunami, > > belum tentu aman betul, apalagi pantai selatan yang betul betul > didepan > > subduction zone? Bagaiman bisa disimpulkan aman ya....(Kok berani > betul > > menyimpulkan aman gitu lho ...) > > > > -----Original Message----- > > From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hari Anggono > > Sent: Wednesday, July 19, 2006 12:57 PM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [HAGI-Network] Fwd: [Itb] Pangandaran Aman > > > > Semoga tidak terjadi di masa mendatang ... > > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > > From: Mujaya Hertadi <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Jul 19, 2006 1:11 PM > > Subject: [Itb] Pangandaran Aman > > To: [email protected] > > > > Tsunami tak Akan Terjadi di Jabar Selatan > > Tim Ahli Pastikan Pangandaran Aman > > > > Pantai Selatan Jawa Barat, termasuk Pantai Pangandaran, Kabupaten > > Ciamis, > > dipastikan aman dari bencana tsunami. Demikian hasil penelitian tim > ahli > > tsunami yang terdiri dari Dr. Nanang dari ITB, Dr. Terry Sriwana dari > > Sekolah Tinggi Teknologi Mineral, Kepala Badan Meteorologi dan > Geofisika > > (BMG) Bandung Dr. Hendry Subakti, Dr. Soewarno ahli geologi kelautan, > > dan > > Dewi Kurnia dari Bappeda Jabar, yang diumumkan, Kamis (3/3/2005) di > > sela-sela hajat laut nelayan Pangandaran, Ciamis. > > > > Menurut juru bicara tim ahli Terry Sriwana, sejak terjadinya tsunami > di > > Aceh, pihaknya berusaha melakukan kajian kemungkinan tsunami terjadi > di > > Pantai Jabar Selatan. Lalu, setelah sebulan tsunami terjadi di Aceh > > dibentuk > > tim ahli yang sekaligus untuk melakukan recovery untuk objek wisata > > daerah > > pantai. Tim melakukan pertemuan setiap pekan untuk membahas masalah > > kemungkinan tsunami di Pantai Jabar Selatan. Dari kajian kajian ilmiah > > dan > > lainnya, akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada masalah dengan pantai > di > > daerah ini. > > > > Dari hasil kajian atau penelitian yang kita lakukan, akhirnya kami > > simpulkan > > bahwa pantai ini, termasuk Pangandaran aman dari tsunami. Karena > dengan > > kondisi laut dalam serta pantai terjal, sehingga energi gelombang yang > > diakibatkan dari tabrakan lempengan Benua Australia dan Asia, tidak > akan > > sampai ke daerah kawasan pantai ini, jelasnya. > > > > Pihaknya juga melakukan simulasi dari kemungkinan skenario terburuk > ada > > bencana gempa tektonik di laut. Hasilnya bahwa kalaupun ada gelombang > > besar, > > kemungkinannya hingga ke pantai dengan ketinggian gelombangnya satu > > meter. > > Itu kondisi paling buruk, sehingga pantai Jabar Selatan itu relatif > > aman, > > dan tenang. Wisatawan tidak perlu takut lagi untuk datang ke > > Pangandaran, > > tegasnya. > > > > Penelitian ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena pakar > > yang > > tergabung juga benar-benar ahli dan punya dasar keilmuan yang kuat > dalam > > bidangnya. Namun ia menyarankan, untuk kawasan pantai ini mesti dijaga > > lingkungannya, seperti ditanam bakau atau tanaman yang cocok. Lalu, > > baiknya > > di kawasan bibir pantai tidak ada yang berjualan. Bupati Ciamis H. > > Engkon > > Komara menyambut baik hasil penelitian dari tim ahli yang mengkaji > > masalah > > kemungkinan tsunami di daerahnya. Sejak terkena isu tsunami, katanya > > Pangandaran benar-benar terpukul. Ini jadi momentum yang baik untuk > > pemulihan, karena hasil dari penelitian pakar Pangandaran dinilai > aman. > > > > Sementara itu, Ketua DPRD Jabar H.M. Ruslan mengemukakan, hasil temuan > > tim > > ahli yang menyebutkan bahwa daerah Pangandaran aman, mesti dilanjutkan > > dengan program recovery yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Ia > > optimis > > Pangandaran maupun Palabuhanratu, bisa pulih lagi kalau semua pihak > > terkait > > bekerja keras dan satu sama lain yang mendukungnya. (A-97) > > > > Jumat, 04 Maret 2005 > > Hak Cipta 2002 - Pikiran Rakyat Cyber Media > > > > _______________________________________________ > > Itb mailing list > > [email protected] > > http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb > > Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca. > > > > ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ > > > > ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ > > ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ > > ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ delivered by WebMail[at]www.geoph.itb.ac.id ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

