Mungkin saja itu api/bola api (fireball) sebagai akibat piezometric ignition of methane. Metan tersebut berasal dari metan hidrat yang dilepaskan dari seismically stressed rocks.
Kita tahu, dan ini selalu muncul di penampang2 seismik yang melintasi palung, bahwa palung adalah zone kaya gas metan hidrat. BSR (bottom stimulating reflector) biasa muncul di dekat permukaan pada wilayah palung, ini penciri seismik gas hidrat. Dan, grab sampel oleh survey geomarin di wilayah palung biasa menemukan fauna-fauna pemakan metan (methanophil fauna). Kalau episentrum gempa dekat palung seperti Senin 17 Juli lalu, hanya 50 km, di utara jalur palung Sunda, jelas ini juga wilayah kaya metan hidrat. Penyelaman palung oleh BPPPT, IAGI dan Jepang tahun 2002 lalu di wilayah lebih ke barat menemukan deposit metan ini. Gas metan hidrat adalah barang yang secara T dan P tertekan karena lingkungannya di laut dalam, begitu ada release karena retakan seismik, tentu ia akan membawa efek jet lepas ke permukaan secara sangat cepat. Gesekan dengan atmosfer saja saya pikir akan menyalakan metan ini maka nampak sebagai bola api di angkasa. Ia tak perlu penyalaan oleh kilat. Fenomena2 meteorologi memang suka (tak selalu tapi) menyertai suatu gempa. Deformasi elastik (piezometric) partikel2 kuarsa (misal pada granit atau batuan lain pengandung kuarsa) dapat membangkitkan muatan listrik ke permukaan yang selanjutnya akan membangkitkan kilat oleh proses listrik di atmosfer, juga membentuk cahaya-cahaya terang (glows) di langit, inilah yang kita kenal sebagai "earthquake lights". Warna-warna "aneh" di langit (misal ungu, biru, jingga) bisa disebabkan release HC dari rock formations yang berada di bawah seismic stress. Suara seperti ledakan yang menyertai gempa bisa jadi berhubungan juga dengan kilat/petir ini. Pelaporan penglihatan fireballs di saat-saat menjelang dan pada saat gempa sudah dilaporkan sejak dulu, terutama oleh para ahli seismologi Cina. Hanya, fireballs atau glows ini tidak otomatis bisa dijadikan sebagai precursor gempa sebab sulit memonitor fenomena atmosferik tersebut karena kejadiannya random dan tak sistematik. Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 21, 2006 9:50 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Re: bukan "aurora" tapi bener api !! OK thanks. Iya nih, mau ke Jogja tanggal 2-4 agst, ikutan jalan-jalan sama Bu Rita nengok2 bencana gempa dan sowan Merapi :) moga-moga ada yg nunjukin tempat juwalannya ... suwun. RDP On 7/21/06, Riyadi, Slamet S <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas, > Katanya mau ke Yogyakarta bulan depan? > Ya . . . sekalian cari vcd film tersebut, banyak wong Yogyakarta > mengkoleksinya kok. > > Salam, > SLAMET RIYADI > > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 21, 2006 9:19 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Re: bukan "aurora" tapi bener api !! > > Banyak yg "*bersaksi*", duh kok kayak pengadilan aja, bahwa yg dilihat > dan > direkam dan disiarkan di tipi itu adalah '*bola api*', bukan aurora ... > *nah > lo ! > Bagaimana lagi penjelasannya ?*[image: More...] > > gejala aurora alami memang berlangsung lama, tapi ini cahayanya hanya > sebentar saja. Sangat mungkin gejala aurora ini juga hanya dalam waktu > singkat karena gejolak gelombang EMnya juga terganggunya sebentar. > > "Tapi Mas Vicky, .... ini *api* kok, bukan aurora, ... *sumprit *!" .... > Kalimat ini yg ada di comment email ke saya sebelumnya ... Duh ! > Saya tidak menyangsikan atas pandangan mata ataupun rekaman video, > karena > tidak melihat sendiri namun saya mencoba menjelaskan sesuai dengan > keilmuan > yang saya miliki, ya. > > Dibawah laut dalam dekat dengan permukaan dasar laut ini sering dijumpai > "gas hydrates", Bahkan di Selat Makasar menyimpan hydrate ini seperti > yang > aku tulis duluu > disini<http://bacaan-hari-ini.blogspot.com/2006/03/gas-hydrates-in-north > -makassar-basin.html>. > gas ini merupakan kristal dari metana. Tau metana kan, itu tuh yang kata > pak > guru kimia SMAku dulu rumusnya CH4. Nah gas hydrates ini tentunya bisa > saja > sebagai sumber "bahan bakar". Hydrates ini merupakan kristal gas metan, > namun bisa saja masih belum mengkristal, sehingga masih berbentuk gas > seperti yang ditulis pak Ma'rufin sbelumnya yang juga crita ttg fireball > disini<http://rovicky.wordpress.com/2006/07/19/samudra-yang-kembali-bica > ra/> > . > delete------- > > This message and any attached files may contain information that is > confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the > intended recipient. If you are not the intended recipient or the person > responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised > that you have received this message in error and that any dissemination, > copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the > disclosure of the information therein. If you have received this message in > error please notify the sender immediately and delete the message. > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- http://rovicky.wordpress.com/ --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/394 - Release Date: 7/20/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/394 - Release Date: 7/20/2006 --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

