Saya pikir gempa itu malahan akan selamanya terjadi di Indonesia, bukan hanya untuk 30 tahun ke depan. Selama suatu wilayah ada di tepi lempeng, gempa adalah bagian sehari-harinya. Mengapa kok sekarang rasanya di sana-sini ada gempa, sering sekali. Saya pikir masalahnya lebih ke peluasan berita oleh media dibandingkan masalahnya ada di geologi. Kalau kita cek daftar2 gempa terbaru dari situs BMG atau USGS, banyak sekali gempanya, sebagian diberitakan secara luas oleh media.
Memang, ada beberapa gempa signifikan yang kebetulan (?) terjadinya di Indonesia dalam waktu yang begitu dekat. Misalnya gempa Aceh dan Nias, itu sebenarnya gempa2 besar skala dunia (SR > 8.0) yang setahunnya hanya terjadi 1x di seluruh dunia. Dan, kok terjadinya di Indonesia dua-duanya dalam 2 tahun berturut2 (Aceh 2004, Nias 2005). Menurut beberapa literatur memang Sumatra sedang berputar searah jarum jam (menuju ke timur). Tetapi, ini belum disepakati seluruh peneliti tektonik Sumatra. Ada yang menyatakan Sumatra diam, bahkan sedang berputar tetapi justru ke barat. Jawa pun ada yang mengatakan sedang berputar ke utara (berlawanan dengan arah jarum jam). Data paleomagnetik di Sumatra dan Jawa memang ada yang menguatkan perputaran2 ini. JATRA (Jawa-Sumatra), menurut sebuah rekonstruksi, juga menurut literatur sejarah lama, dulunya bersatu. Jawa punya poros yang arahnya seperti Sumatra. Lalu mereka pecah, dan sejak itu Sumatra berputar ke timur, Jawa berputar ke utara. Dengan cara ini, memang Selat Sunda akan terbuka, semakin melebar ke selatan dibandingkan utaranya (seperti segitiga dengan puncak segitiga ada di sekitar timur Lampung). Dengan cara ini, memang puncak segitiga akan menjadi "tectonic-locked area" -terkunci secara tektonik akibat perputaran kedua pulau ini. Tectonic-locked area ini adalah pivotal point yang bisa jadi menjadi center of compression. Bisa saja orang membayangkan ini wilayah "seismic gap zone" yang suatu saat nanti akan pecah dan menimbulkan gempa yang besar. Tetapi, Sumatra dan Jawa tak akan terus berputar dengan bebas (andai mereka berputar). Arah kemana Sumatra dan Jawa berputar itu akan membentur suatu kerak yang sangat masif, yang telah stabil sejak penyusun kerak2 ini selesai bermozaik, yaitu sejak Triassic - itulah Sundaland. Ini adalah kerak granitik. Kalau Sumatra dan Jawa sama2 berputar dengan hebat, mestinya ia akan membentuk pola2 struktur berarah U-S di sisi Malaka akibat rotasi Sumatra ke timur, dan pola2 struktur B-T di sisi selatan Makasaar Strait akibat rotasi Jawa ke utara. Selama ini, bukti tersebut lemah. Tidak sederhana menganggap satu pulau berputar seluruhnya. Semua pulau di Indonesia disusun oleh berbagai massa kerak yang saling berkolasi, bermozaik. Kasus di Kalimantan, pulau di Indonesia yang paling banyak dipelajari efek rotasinya berdasarkan paleomagnetik sejak tahun 1960an, menunjukkan bahwa tak seluruh pulau berputar. Beberapa kerak mozaik (penyusunnya) saja yang berputar dan itu pun tak pernah serempak. Dengan kata lain, rotasi adalah masalah yang kompleks. Maka menyebutnya diperkirakan akan punya efek ke gempa besar, dalam hemat saya, adalah terlalu awal. Lagipula masih banyak perdebatan soal ini. Selat Sunda memang membuka, tetapi tanpa melibatkan rotasi Sumatra pun kita bisa menjelaskannya : wilayah ini jadi area releasing duplex wrench antara Sesar Sumatra (BL-Tenggara) yang lalu off step ke Sesar Ujung Kulon (BL-Tenggara)dalam perjalanannya menuju ke tenggara. Dua sesar besar ini tumpang tindih di Selat Sunda, dan karena sama2 dextral, maka wilayah overlapping-nya membuka, release, alias releasing duplex. Maka tak mengherankan kalau di selatan Selat Sunda banyak sesar2 ekstension berarah U-S. Kita memang harus waspada terhadap gempa, tetapi saat ini banyak issue berkeliaran yang perlu diluruskan sejauh pengetahuan geologi bisa mendekatinya. Salam, awang -----Original Message----- From: liamsi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 21, 2006 7:22 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] F: FW: Issue Akan Ada Gempa Di Sekitaran Cilegon - Mohon Tanggapan Ahli Gempa. Mungkin dasarnya kekawatiran masyarakat adalah adnya potensi Gempa besar di selat Sunda ( yang akhirnya sekarang banyak isu isu ) adalah statmen ( dimedia elektronik TV terutama ) adanya penumpukan energi akibat "penguncian' atau adanya seismic gap didaerah tsb seperti halnya yang terjadi di aceh , dan mengakibatkan pulau Sumatra berputar searah jarum jam dg porosnya di selat sunda, sehingga sewaktu waktu eneginya akan dikeluarkan .Bahkan ada statmen bahwa kita masih akan mengalami gempa setidak tidaknya sampai 30 tahun. Coba simak baik baik statmen statmen ttg masalah gempa/sunami diberbagai media terutama di TV yang jangkaunnya lebih luas dan langsung didengar masyarakat sampai pelosok Apa sebagai masyarakat awam tidak kawatir terus ..makanya isu isu bisa berkembang. ISM From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> Gempa Di Sekitaran Cilegon - Mohon Tanggapan Ahli Gempa. Saya pikir issue itu dilatarbelakangi oleh kejadian gempa di Selat Sunda 19 Juli 2006 pukul 17.57 WIB yang menggoncang juga wilayah Cilegon dan sekitarnya. Gempa tersebut menurut data BMG berkekuatan 6.2 SR, menurut USGS berkekuatan 6.0 Mw dan kedalaman pusat gempa 44.2 km (biasaya skala magnitudo Mw akan lebih besar angkanya daripada SR, sehingga kalau 6.0 Mw mungkin SR-nya sekitar 5.5 -barangkali kekuatan gempa yang dilaporkan BMG? harus dicek lagi). Gempa berpusat di laut Selat Sunda di sebelah barat Pulau Panaitan atau di utara Tanjung Ujung Kulon. Walaupun mekanisme pematahan batuan pada gempa ini berdasarkan momen tensor solution USGS adalah sesar naik yang UBL-STenggara dan menurut momen tensor solution Harvard adalah oblique-thrust yang BL-Tenggara, tak ada tsunami dilaporkan terjadi. Kelihatannya gempa kurang kuat untuk membuat pergeseran tegak yang mengganggu dasar laut. Ini adalah gempa utama, tetapi tak ada gempa susulan dilaporkan (berdasarkan daftar gempa2 terbaru dari USGS). Apakah ini jangan2 suatu foreshock malahan (gempa pendahuluan)) ? Meskipun demikian, berdasarkan histori gempa di wilayah Anyer/Cilegon dan sekitarnya, kalau pun ada gempa, ia akan bermagnitude di sekitar 5-6 Mw dengan kedalaman pusat gempa 70-300 km. Saya pikir ini jenis gempa yang tak perlu dikuatirkan secara berlebihan. Berdasarkan pengetahuan dan data selama ini, suatu gempa hebat (katakanlah dengan Mw > 7.0 dan dengan kedalaman pusat gempa < 50 km) untuk terjadi di Cilegon dan sekitarnya (termasuk Jakarta) saya pikir tak punya dasar ilmiah. Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 21, 2006 3:02 PM To: [email protected]; Himpunan Ahli Geofisika Indonesia HAGI Subject: [iagi-net-l] Fwd: FW: Issue Akan Ada Gempa Di Sekitaran Cilegon - Mohon Tanggapan Ahli Gempa. help donk ! daripada diem saja dikira kayak Pak Kus kan susah nih kita2 ... RDP ---------- Forwarded message ---------- From: Yohanes Subono - EGD <[EMAIL PROTECTED]> Date: Jul 21, 2006 4:02 PM Subject: FW: Issue Akan Ada Gempa Di Sekitaran Cilegon - Mohon Tanggapan Ahli Gempa. To: Rovicky <[EMAIL PROTECTED]> *********************** Your mail has been scanned by Chandra Asri InterScan. ***********-*********** -----Original Message----- From: Yohanes Subono - EGD Sent: Friday, July 21, 2006 2:51 PM To: '[EMAIL PROTECTED]' Subject: Issue Akan Ada Gempa Di Sekitaran Cilegon - Mohon Tanggapan Ahli Gempa. Dear Pak Rovicky dkk., Mohon maaf ini Pak, mungkin yang saya sampaikan ini perihal konyol. Begini, di cilegon dan sekitar hari ini lagi panik karena di issukan akan terjadi gempa hebat. Tak pelak maka orang - orang pada menjauhi obyek - obyek yang potensi menimpa. Diperumahan orang - orang pada keluar mencari tempat lapang yang aman begitu juga di pabrik-pabrik orang pada gelisah khawatir gempa akan terjadi beneran dan memikirkan keluarga yang di rumah. Mungkin Bpk bisa kasih pencerahan kepada kami soal ini siapa tau bisa menjadi media menenangkan khalayak. Terima ksih atas perhatiannya. Salam hangat, Yohanes S. Cilegon - Banten -- http://rovicky.wordpress.com/ --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/394 - Release Date: 7/20/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/394 - Release Date: 7/20/2006 --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/395 - Release Date: 7/21/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.3/395 - Release Date: 7/21/2006 --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

