> Ananda Pryogi (katanya Calon Geologist) Si Abah ucapkan "selamat" atas keberanian Anda untuk ikut diskusi hal yang merupakan thesis Anda dengan para Pakar.
Teruskanlah , dan semoga lebih banyak lagi "calon geologist" yang berani seperti Anda. Bukankah "Gelombang Sikiang dibelakang akan mendorong gelombang yang didepan" ? (Pepatah dari buku silat). Si-Abah _______________________________________________________________________ Numpang Nimbrung Mas... > Kebetulan saya juga lagi mengerjakan Tugas Akhir mengenai endapan > turbidit. > Memang benar sudah ada model log dari tiap komponen turbidit misalnya > blocky menunjukkan Basin floor fan, crescentic log kemungkinan komponen > Slope fan dan lain-lain, namun tetap saja tidak dapat dijadikan > satu-satunya pegangan dalam menentukan apakah itu basin floor atau yang > lain. dari biostrat nya kita bisa melihat asosiasi fosil yang ada > dibawahnya untuk menentukan apakah tubuh batuan tersebut adalah sesuatu > yang "asing" atau bukan, dan endapan turbidit, dicirikan dengan > kelimpahan arenaceous fossils yang tiba-tiba tinggi (kemungkinan > reworked). dari data core ataupun singkapan, akan keliatan struktur > khasnya endapan ini misalnya adanya mudclast, slump structure dll. > Apakah endapan turbidit bisa terbentuk di shelf (0-200m) dan > ketebalannya lebih dari 20 m?menurut saya bisa saja, tapi mungkin baru > tahapan liquified flow, tergantung dari material yang dibawanya. > > Mohon pencerahannya, dan diluruskan klo ada yang salah. > > > A.Prayogi > "calon Geologist" > > Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ferdi,... > Saya paling penasaran kalau ada yang mengatakan "pattern log menunjukkan > endapan turbidit", ... > Yang seperti apa sich, pattern lognya endapan turbidit? > Dalam kaitannya dg sedimentologi, yang bisa dibaca dari pattern log > menurut > pengetahuan saya hanya: ketebalan, shale & non-shale, degree of > interbedding > relatif terhadap ketebalan, menghalus keatas, mengkasar ke atas, dan/atau > blocky, transition atau sharp contact...... > Dan pola-pola yang dihasilkan oleh kombinasi berbagai karakter log seperti > yang tersebut di atas dapat dijumpai baik di endapan arus traksi maupun > endapan arus turbid.. > "Log pattern alone" akan sangat sulit menghasilkan interpretasi yang valid > ttg mekanisme pengendapan (turbid vs traksi) > Ketika anda melihat selang-seling shale-nonshale setebal 20 meter dengan > frekwensi perselingan tiap 30-50 cm dengan kontak tiap perselingan yang > tegas (sharp), selain secara konvensional disebutkan sebagai classical > turbidit (flysch), bisa jadi itu juga merupakan endapan dataran banjir > sungai, dimana terjadi perselingan antara arus traksi dan arus turbid > dalam > mekanisme transport & pengendapannya; bisa juga pola itu diinterpretasikan > sebagai endapan selang-seling pasang-surut, atau yang lebih ekstrim lagi > endapan lakustrin (algal bloom/wet - clastic/dry)..... Kunci diskriminan > interpretasi utamanya sebenarnya terletak pada pengetahuan anda tentang > apa > yang ada di atas, di bawah, dan di samping menyamping dari benda (log) 20 > meter yang anda interpretasikan tsb, karena dalam hal ini kemungkinan > besar > anda tidak punya kemewahan untuk mendapatkan core/side-wall core langsung > dari section tsb. Kalau ada core-sidewall core-nya, maka semuanya menjadi > jelas: BACK TO BASIC, LOOK AT ROCK..... Anda bisa memeriksa tekstur, > struktur, dan mineralogi batuan tsb (yg tidak direpresentasikan dalam > conventional log ==kecuali beberapa di FMI==), sehingga anda bisa sampai > pada kesimpulan apakah barang tersebut adalah turbidit atau endapan arus > traksi. > > Nah, sekarang balik (atau terus) ke pertanyaan anda berikutnya:... > Seandainya anda sudah yakin dari "advanced pattern log interpretation" > (tentunya dengan mengkombinasikannya dg pengetahuan > stratigrafi/sedimentologi atas-bawah, sampingnya) bahwa si 20-m section > tsb > adalah endapan turbidit ...... dan kemudian anda kombinasikan dengan info > data biostrat menunjukkan barang tersebut adalah endapan shelf (walaupun > masih ada juga "escape clause" berupa possibility reworking).... > sebenarnya > tidaklah terlalu aneh kalau kita dapatkan arus turbid di daerah shelf, > apabila kita sadar bahwa arus turbid sebenarnya adalah arus dimana butiran > yang tertransport berada dalam posisi tercampur aduk / mengambang / > melayang > di dalam massa fluida (in opposed to bedform migration: rolling, > saltation, > creeping dsb yang merupakan ciri arus traksi)...... STORM dan TSUNAMI bisa > mencampur adukkan butiran dalam fluida(air)... selain itu adanya > ketidak-stabilan dasar laut yang dipicu oleh pergerakan karena > patahan-patahan di shelf, ataupun diapirism di bawah permukaan (terutama > di > daerah delta), bisa juga menyebabkan terjadi "sloping-condition" yang > akhirnya memicu gravity-derived flow yang merupakan IBU-nya arus > turbid...... > > Terus,... apa bisa dia setebal 20 meter?? Apakah storm, tsunami, ataupun > relief sloping anomaly di shelf bisa menghasilkan endapan turbid 20 meter? > Bisa saja..... Nah, disinilah anda juga harus mulai memperhitungkan > basin-history secara keseluruhan, paleo-climate, paleo-geography, dsb.... > Apakah mungkin ada storm yang sedemikian katastrofiknya shg bisa mengaduk2 > massa air bercampur dengan bottom sedimen sampai membuat kolom massa > turbid > setebal 20 meter? Apakah event spt itu dimungkinkan dalam cekungan anda? > Apakah mungkin ada tsunami disana? (Delta Mahakam?? Hmmm... Less > Likely).... > Kalau begitu: bagaimana dengan trigger dari patahan2 di subsurface yang > menyobek2 shelf? Bisakah mereka menciptakan relief cukup besar sedemikian > rupa sehingga menimbulkan lonsoran yang mengendapkan massa turbid setebal > 20 > meter??..... > > Nah, soal "apa nama dari lingkungan pengendapan yang macem begitu" di > shelf??? Anda bisa kasi nama apapun juga!!! Apalah artinya nama,... sejauh > anda bisa menjelaskan esensi proses sedimentasinya,... namanya bisa apa > saja: shelf sand, storm-sand, storm-induced turbidite shelf sand, > fault-induced turbidite shelf sand, offshore turbidite sand,..... > whatever.... > > Semoga bisa mencerahkan (dan membuka diskusi lebih lanjut) > > Andang Bachtiar > "penggemar sedimentologi" > > > > ----- Original Message ----- > From: > To: > Sent: Thursday, July 27, 2006 9:57 AM > Subject: [iagi-net-l] Endapan turbidit tebal lebih 20 m di shelf > >> Mau nanya geologi lagi ah.... >> >> Saya ada kasus, kalau melihat pattern logsnya menunjukkan endapan >> turbidit >> tapi dari biostratnya (dengan uncertainity tertentu juga ) menunjukan >> bahwa >> endapan tersebut merupakan endapan shelf (apa kemungkinan reworks..?) >> Mungkin ada rekan yang pernah menemukan adanya endapan turbidit di shelf >> ( >> bukan laut dalam ) yang tebalnya lebih dari 20 m...? >> Setahu saya untuk dapat mengendapan turbidit yang cukup tebal dibutuhkan >> kedalaman yang cukup dalam juga, nah apa mungkin ada endapan sand >> dalam sistem turbidit di shelf yang bisa cukup tebal...? >> >> Regards >> >> Kartiko-Samodro >> Telp : 3852 >> >> >> --------------------------------------------------------------------- >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >> ----- Call For Papers until 26 May 2006 >> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] >> --------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

