Mungkin dikirin ke USA itu untuk dating carbon dengan metoda AMS 14C. Memang dengan metoda AMS Carbon dating ini melibatkan mass accelator dan kelebihanya hanya memerlukan sedikit sekali material carbonat ( kalo nggak salah cukup dengan 4 mg).

Salam
KAM


At 10:25 AM 7/31/2006, you wrote:
Saya pikir akselarator dalam hal ini hanya sebagai alat bantu untuk
menghasilkan partikel2 sub-atomik yang kemudian nantinya akan dipakai
untuk penentuan umur. Jadi, dalam hal ini bukan akseleratornya yang
menentukan umur.

Akselerator selama ini hanya digunakan di bidang fisika inti/nuklir
yaitu untuk memberikan energi kepada partikel2 subatomik melalui medan
elektromagnetik agar partikel2 ini bisa melesat dengan sangat cepat
kemudian berbenturan dengan target2 tertentu. Dan dari benturan ini akan
muncul partikel2 subatomik lain yang kemudian dialirkan ke detector
untuk identifikasi. Dari informasi di dalam detector, para ahli fisika
dapat menentukan sifat2 partikel dan interaksinya.

Dalam kaitan dengan age dating proyek ini, mungkin akan diusahakan
mengeluarkan isotop karbon melalui akselerator, yang nanti akan
ditentukan umurnya melalui half-life isotop tersebut.

Semakin kuat akselerator energizing partikel, semakin banyak informasi
akan diperoleh.

Tetapi, kok saya merasakan sesuatu yang berlebihan ya untuk proyek ini
menentukan umur dengan bantuan akselerator. Masih banyak cara lain yang
cukup ampuh. Atau memang dibutuhkan presisi yang sangat akurat sampai ke
hitungan hari ?

Salam,
awang


-----Original Message-----
From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 31, 2006 8:06 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] PALEOTSUNAMI vs Laguna di Pangandaran?!


Tsunami telah mengalami 3 kali kejadian di Pangandaran?.
*       Kejadian pertama sebelum tahun 1600-an - sebelum masuk colonial
Belanda.
*       Peneliti Belanda, Mc Cann, gelombang tsunami pernah terjadi di
Jawa Barat pada tahun 1921
*       Tsunami 17 Juli 2006


Jejak Tsunami berupa pasir dan material dari laut kedalaman tertentu
(pasir besi yang berasosiasi dengan lempung) yang terdapat pada lapisan
tanah 15 - 20 cm di Desa Cikembulan dan beberapa tempat hingga kedalaman
2 meter, sebelah barat Pangandaran.
Conto pasir tersebut akan dikirim ke laboratorium USA dengan menggunakan
alat akselerator kandungan material radiocarbon yang dapat mengetahui
usianya.


Adakah yang mengetahui cara kerja akselerator tersebut?! - barangkali
pak Eko sendiri yang mau menjelaskan?!


p.s.: sumber Kompas 29 Juli 2006 - ahli peneliti DR. Eko Yulianto, ketua
tim peneliti LIPI, alumni Hokaido Jepang.




Salam,
SLAMET RIYADI






This message and any attached files may contain information that is
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by
the intended recipient. If you are not the intended recipient or the
person responsible for delivering the message to the intended recipient,
be advised that you have received this message in error and that any
dissemination, copying or use of this message or attachment is strictly
forbidden, as is the disclosure of the information therein. If you have
received this message in error please notify the sender immediately and
delete the message.


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke