Fer
   
  kalau yg dibutuhkan yang experience artinya klasifikasi Dunham dan 
Klovan-Embry harusnya sudah ngelotok seperti kata Shofi dan dasar2 paleontologi 
dan sedimentologi dan related science uga harusnya ok punya. Fosil tentu enggak 
sampai genus atau species. BEdain foram benthik dan planktonik aja udah cukup 
koq (namun saya kadang lihat descripsi yang ngarang2 seharusnya hanya bisa 
diidentifikasi via polarizing mikroskop).  Di Oseil field (Seram) membedakan 
wackestone/mudstone dan packstone menjadi sangat krusial karena formasi2 yang 
ditembus bor didominasi oleh batugamping yang sepintas tekturnya mirip2. Itu 
baru dari segi geological description..belum lagi hal2 praktis waktu 
ngebor..sering berbeda surprise dgn yg di klastik..
   
  Saya punya Ops. Geologist malah geologinya kurang, jagonya di drilling 
operations, kadang2 nggak terlalu terkorelasi..
   
  salam
  shb
  --

[EMAIL PROTECTED] wrote:
  Bukankah kalau masalah fossil / umur/ lingkungan pengendapan dsb dihandle
oleh paleontologist yang kadang harus naik ker rig juga....?
Untuk klasifikasi dunham dsb...apa iya bisa cuma dari cutting yang dilihat
...? Begitu juga dengan texture dan porosity apa bisa cuma dari cutting..?

Untuk pengambilan core dsb, apa iya cuma wsg yang harus memutuskan di
lapangan...?
Kalau ada seismic, kan bisa diplanning intermediate logging / checkshot
sebelum masuk ke karbonat yang mau dicore....

seperti kata Om Amir...
kalau kriteria wsgnya harus bisa paleontologist, seismic interpretation,
carbonate sedimentologist...ya repot :-))

Jadi inget ada company yang nyari assisten geologist yang kudu bisa
modelling, seismic, petrophysic, sedimentologist dsb...yang akhirnya emang
enggak dapat.

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



|---------+---------------------------->
| | Shofiyuddin |
| | | | l.com> |
| | |
| | 08/08/2006 04:14 |
| | PM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
| |
| To: [email protected] |
| cc: |
| Subject: Re: [iagi-net-l] Carbonate Experienced Wellsite Geologist |
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|




Mas Bambang dan Pak Sugeng,
Terima kasih untuk penjelasannya. Saya pikir itu sudah cukup. Akan lebih
baik lagi kalo wsg nya itu tahu jenis jenis fossil, minimal benthic foram,
planktonic foram, echinoid, coral, juga faseh untuk menterjemahkan
klasifikasi nya Dunham dan juga Embry Klovan ke dalam deskripsinya. Hal
laen
juga seperti textur and visual porositynya yang berbeda dengan clastic.

Salam

Shofi


On 8/8/06, sugeng.hartono wrote:
>
> Khusus untuk Salawati Basin (lapangan Walio, Kasim, Jaya, Cendrawasih,
> Linda
> dll) di Kepala Burung, batu gamping formasi Kais sangat mirip dengan batu
> gamping U Marker yang ada di atasnya. Konon pernah ada wsg dari Cirebon
> ditugaskan ke Linda untuk lakukan pemboran inti (coring) di formasi Kais.
> Begitu ketemu oil show, segera dilakukan coring. Padahal ini oil show
dari
> Middle U Marker, belum sampai Kais. Di beberapa tempat, Middle U marker
> menghasilkan minyak juga.
>
> Saat pemboran sumur yang terletak di pinggiran reef (flank) wsg menjadi
> bingung karena sampai kedalaman tertentu batu gamping Kais belum juga
> ketemu. Pemboran jalan terus. Ketika ditemui oil show dalam cutting
> sample,
> untuk meyakinkan, maka dilakukan logging. Ternyata dari logs diketahui
> bahwa
> oil show ini berada di middle u marker, maka pemboran dilanjutkan, dan
> ternyata batu gamping formasi Kais ditemukan jauh di bawah OWC (oil water
> contact). Jauh lebih dalam dari prognosis.
> Berdasarkan pengalaman tersebut, memang sebaiknya wsg yang akan bekerja
di
> reservoar karbonat sudah mempunyai pengalaman di lapangan karbonat.
>
> Wassalam,
> Sugeng
>
> ----- Original Message -----
> From: "B. Pujasmadi" 

> To: 
> Sent: Tuesday, August 08, 2006 1:36 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Carbonate Experienced Wellsite Geologist
>
>
> > Sebenarnya kalau udah pernah menjadi wellsite, hampir bisa dipastikan
> sudah pernah ketemu batugamping dan bisa melakukan deskripsi batuan
> karbonat. Mungkin yang diperlukan adalah wellsite yang cakap dalam
> mendeskripsi kualitas reservoir karbonat, terutama pemahaman porosity
> karbonat, dan detail deskripsi batugamping agar bisa mendapatkan
> penafsiran
> fasies karbonat dengan baik (menuntut wellsite yang paham batuan karbonat
> tentunya).
> >
> > Salam
> > Pujas
>




---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] 
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke