Oki, Kalau melihat hasil analisis biostratigrafi terakhir, rasanya yang jadi dapur lumpur itu adalah sedimen Pucangan (Plistosen) atau sedimen Pliosen Atas (eq. Jombang), bukan Kalibeng. Melihat umur2 absolut Porong-1 (yang data seismiknya lebih kurang sama dengan Banjar Panji) kelihatannya tak ada Kalibeng diendapkan di wilayah ini. Di bawah sedimen eq. Jombang atau Pucangan, langsung karbonat berumur 16 Ma (akhir Miosen Awal) - eq. Tuban/Rancak/Wonosari.
Memang Pucangan/Jombang adalah endapan volkano-klastik laut dalam di wilayah ini. Bulan Januari 2006 lalu, BPMIGAS bersama UGM sempat melihat singkapan2 tersebut di selatan Mojokerto. Apakah Pucangan/Jombang bisa setebal 13 - 16 ribu feet di wilayah ini, kelihatannya tidak setebal itu. Top karbonat eq. Wonosari/Tuban/Rancak di Porong-1 ada di sekitar kedalaman 8600 ft, memang sedimen Pucangan/Jombang menebal ke Banjar Panji, tetapi kelihatannya tak akan melebihi 10.000 ft. Salam, Awang -----Original Message----- From: oki musakti [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, August 07, 2006 6:13 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Pendapat IAGI u/ Lumpur Porong Mas Awang, thanks atas koreksinya. Maklumlah nomenklatur selat madura masih nempel terus di kepala dan gak bawa (alias malas browsing) tabel kesetaraan stratigraphy untuk bermacam-macam zone di Jawa Timur. Kembali ke poin saya; apakah benar ketebalan formasi Kalibeng yang diduga jadi dapurnya lumpur ini memang 4-5 km (13-16 ribu feet) di daerah BanjarPanji seperti sinyalemen yang dikutip koran tempo itu. Kalau benar, buat saya agak surprise juga..... makanya saya tanya berapa dalam sih karbonat (asumsi saya E-Miocene, di selat madura kira2 setara Kujung 1/Prupuh lah) yang ada di TD nya Banjar Panji.... Memang, interval plio-plestosen terjadi karena dumping sedimen yang sangat cepat, tapi tetap saja 4-5 km tebal unconsolidated sediment buat saya agak fantastis. Ini khan lebih dari tinggi Gunung Semeru yang cuma 3600an meter..... Salam Oki Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Oki, tak perlu membawa nama2 Wonocolo, Ngrayong, Paciran, Mundu ke wilayah sekitar Banjar Panji ini. Itu nama2 khas Rembang Zone kan dan sedikit Selat Madura. Stratigrafi Banjar Panji di selatan Zone Kendeng dan sedikit masuk ke Solo Depression ini sudah sangat berlainan walaupun secara umur bisa ekivalen dengan Rembang. Sebaiknya kita memakai stratigrafi lokal untuk menghindarkan kekeliruan dan kebingungan. Berdasarkan data biostrat terbaru sumur Banjar Panji-1, formasi batuan di kedalaman 6000-9000 ft yang dicurigai sebagai asal lumpur dan dari diskusi2 di berbagai milis disebut sebagai Formasi Kalibeng, ternyata masih berumur Pucangan (Plistosen Bawah). Suatu penemuan yang mengejutkan ! Saya cek data isotop strontium 87Sr/86Sr yang ada untuk sumur Porong-1. Di puncak karbonat dari sebuah SWC-nya diukur umur absolute dari fragmen ganggang merah, menghasilkan umur 16 Ma (late Early Miocene). Itu adalah umur ekivalen Tuban atau Rancak reef di Jawa Timur. Saya lebih suka menyebut bahwa Porong-1 menembus reef umur Wonosari. Tiga feet saja di dalam lapisan klastik di atas top karbonat ini, sebuah SWC diukur lagi umur absolutnya, dan menghasilkan umur 3 Ma (Pliosen Akhir). Dari 16 Ma, langsung ke 3 Ma ?! Sedimen di atas eq. Wonosari di Porong-1 itu adalah sedimen Sonde/Jombang/Notopuro yang sedikit lebih tua daripada Pucangan. Tak ada Wonocolo, tak ada Kalibeng, tak ada Ngrayong. Bagaimana hiatus sebesar itu bisa terjadi ? Kembali ke sumur Banjar Panji-1. Apakah Kujung sudah ditembus ? Tak akan ada yang bisa memastikan sebab sampel karbonat tidak ada, umur absolutnya tak bisa diketahui. Maka, karbonat di TD sumur Banjar Panji itu bisa semuda Klitik carbonates (sekitar 6 Ma), bisa Wonosari carbonates (17-14 Ma), bisa juga Prupuh (sekitar 20 Ma). Yang jelas, stratigrafi Banjar Panji lebih kompleks daripada yang kita bayangkan. Dan umur sedimen Plistosen-Pliosen bisa sangat tebal di sini sebab kita tahu ini wilayah sedimentasi sangat cepat, sehingga mobilisasi lempung yang tak stabil sering muncul di beberapa tempat. Kita sudah tahu ini wilayah dengan kejadian diapirism dan mud volcano yang sangat mungkin. Coba kita lihat seismik yang melintasi Porong, dulu ini suka disebut collapse structure, tetapi sekarang rasanya itu mud volcano cratering. Salam, Awang --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

