Siang tadi Wapres ngadain sidang kabinet dadakan setelah lumpur porong njebol tanggul tadi pagi yang mengakibatkan kepanikan warga , yang tiba tiba kebanjiran , bahkan SAR surabaya telah menyiapakan beberapa pesawat Helinya ( SCTV sore ini ), Melihat akibatnya kalau dari segi kerusakan infra struktur dan kerugian secara ekonomi ( banyaknya pabrik yang tidak bisa beroperasi,Jalan sbg uratnadi perekonomian ditutup dll ) Maka kalau dibandingkan dg Bencana Gempa Jogya , Pangandaran bahkan mungkin sunami Aceh pun Kasus Porong ini jauh lebih besar. Skenario skenario penaggulangannya kilihantannya juga belum menunjukan hasil yang significan, bahkan dalam wawancara kemarin di MetroTV dg Pejabat BP Migas dan CEO nya EMP, kelihatannya ada kekawatiran semakin meluasnya lumpur ini shg tdk keberatan kalau dibuang saja itu lumpur kelaut melalui sumgai ( kalau ini sampai terjadi banyak yang menghawatirkan akan terjadi gangguan ekosistem di pantai pantai disekitarnya ) Melihat kondisi kondisi tersebut , bisa nggak ya kalau kasus ini dideklarasikan Sebagai Bancana Nasional, sehingga penangnnya bisa cepat dan melibatkan semua sektor , Semacam Tanggap Darurat gitu, seperti halnya Bencana Alam 2 Kemarin , Kasihan masyarakat sudah tiga bulan tidak ada kejelasan bahkan semakin menghawatirkan
ISM > > dari KORAN TEMPO > > > > Senin, 07 Agustus 2006 > > Headline Lumpur Porong Bisa Jadi Gunung Tinggi pusat > > semburan sudah 10 meter. > > SURABAYA -- Kecil kemungkinan semburan lumpur di Porong, > > Sidoarjo, bisa disetop. Lumpur yang terus menyembur itu > > malah berpotensi menjadi gunung. "Belum pernah kasus serupa > > bisa dihentikan," kata Edy Sunardi, Ketua Departemen > > Pengembangan Ilmu Ikatan Ahli Geologi Indonesia, di Surabaya > > kemarin. > > > > Saat ini, lumpur yang menyembur dari sumur milik Lapindo > > Brantas itu telah menggenangi lahan 168 hektare atau seluas > > lebih dari 220 lapangan sepak bola. Sedangkan tinggi > > genangan lumpur di pusat semburan sudah 10 meter. Di > > sekitarnya telah dibangun tanggul setinggi 7 meter. > > > > Edy menjelaskan kasus terbentuknya gunung lumpur di > > Indonesia ini bukan yang pertama. Gunung Anyar di perbatasan > > Surabaya-Sidoarjo juga terbentuk akibat semburan lumpur. Di > > Kuwu, Purwodadi, dan di Sangiran, Jawa Tengah, semburan > > lumpur bahkan terus keluar hingga sekarang. > > > > Fenomena itu, kata Edy, terjadi karena struktur lumpur > > Porong sama dengan Gunung Anyar. "Lumpur Gunung Anyar keluar > > karena proses alam. Di Porong, faktanya, lumpur tidak keluar > > dari sumur eksplorasi," katanya. > > > > Dia mengatakan kesamaan struktur lumpur juga diperkuat > > adanya kesamaan geologis. "Di bawah Porong hingga Gunung > > Anyar ada semacam tangki besar seperti gorong-gorong yang > > luasnya 200 kilometer persegi dengan ketebalan 4-5 > > kilometer. Lumpur keluar dari tangki tersebut," ujar Edy. > > > > Meski semburan lumpur itu secara geologis sulit disetop, > > Manajer Eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. Bambang Istadi > > optimistis bisa mengatasi semburan yang bersumber di sumur > > Banjar Panji-1 di Desa Renokenongo itu. "Kami masih yakin > > ini bisa diatasi Oktober nanti," katanya. > > > > Hanya, kata dia, langkah ini bisa dilakukan jika pusat > > semburan berada di sumur Banjar Panji-1. Sebaliknya, Bambang > > pesimistis kalau titik semburan lumpur berada di luar Banjar > > Panji-1. Untuk memastikannya, Lapindo baru bisa > > mengetahuinya September mendatang. > > > > Mekky S. Jaya, ahli geologi Institut Teknologi Sepuluh > > Nopember, Surabaya, mengungkapkan titik semburan tidak > > berasal dari zona tua, yang dulunya sudah ada, tapi dari > > zona rekahan baru akibat tekanan. Dia berharap Lapindo > > memperhitungkan proses penghentian semburan lumpur agar > > tidak menimbulkan semburan baru. ROHMAN TAUFIK > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it > > free. > > > > ___________________________________________________________ > indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

