http://www.kompas.co.id/
JAKARTA, JUMAT - Salah satu usaha memprediksi letusan gunung berapi
dilakukan para peneliti Italia denan cara merekam 'nyanyian seismik'.
Rangkaian getaran seismik berfrekuensi rendah yang dihasilkan gunung
berapi aktif mereka terjemahkan menjadi rangkaian musik.
Dari rangkaian getaran-getaran tersebut, para peneliti telah
menghasilkan rekaman konser aktivitas seismik Gunung Etna dan Sicily.
Kali ini, mereka sedang merangkai melodi Gunung Tungurahua di Ekuador
yang baru saja meletus.
Nyanyian seismik diharapkan dapat digunakan untuk melihat tanda-tanda
naiknya aktivitas seismik gunung berapi. Dengan membandingkan irama
musiknya, para peneliti berharap dapat memperkirakan aktivitas di
dalam dapur magma sehingga dapat diketahui apabila gunung berapi
menunjukkan tanda-tanda akan meletus.
"Jika Anda dapat mengidentifikasi pola musik yang menandakan akan
datangnya letusan, Anda dapat mempersipakan evakuasi penduduk sipil di
sekitarnya dalam hitungan hari bahkan jam sebelum gunung meletus,"
kata Profesor Roberto Barbera dari Universitas Catania.
Sejauh ini, belum ada metode yang ampuh untuk memprediksi letusan
gunung berapi. Namun, para ilmuwan telah dapat memperkirakannya dengan
cara memantau gelombang seismiknya, rangkaian gempa bumi, dan
intensitas getaran tertentu yang disebut harmonic tremor menjelang
letusan. Selain itu, ada juga yang memantau perubahan bentuk kubah
kawah dan konsentrasi gas yang dikeluarkan kawahnya.
Mulai minggu ini, para peneliti di Italia juga menggunakan teknik
tomografi seismik agar dapat memperkirakan besarnya kerusakan karena
letusan gunung berapi. Sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Science,
dengan metode ini, para peneliti dapat memantau pergerakan magma di
dalam perut gunung layaknya memindai otak dengan CT scan.
Teknik ini telah digunakan untuk mengamati pergerakan magma selama
pertsiapan erupsi dan saat terjadinya erupsi Gunung Etna antara tahun
2001 hingga 2003. Sedangkan, metode nyanyian seismik yang dikenal
sebagai teknik data sonification ditambahkan sebagai cara pengukuran
baru berikutnya.
Data sonification akan menerjemahkan data getaran yang kompleks
menjadi suara yang dapat terdengar. Teknik ini sebelumnya telah
digunakan untuk menganalisis data astronomi saat terjadi tumbukan
komet Shoemaker Levy ke permukaan Planet Jupiter.
Untuk mempermudah pemrosesannya, Dr Domenico Vicinanza dari Italian
National Institute for Nuclear Physics mengembangkan software data
sonification. Proses penerjemahannya relatif sederhana yakni dengan
cara meletakkan grafik seismogram - yang menunjukkan waktu dan
intensitas getaran di sekitar gunung berapi - di atas sistem paranada
untuk diterjemahkan sebagai not-not balok.
Untuk melihat pola iramanya, tim peneliti menggunakan software
pengenal irama. Software ini sebelumnya telah terbukti handal
membedakan musik asli Mozart dengan plagiat yang komposisinya pasti
berbeda.
Karena data yang diekam sangat panjang dan besar, mereka juga
menggunakan rangkaian komputer (grid computing). Dengan grid
computing, pemrosesan data dapat dibagi-bagi dalam ratusan komputer di
berbagai tempat sebelum dikompilasi.
"Anda dapat mengirimkan datanya ke Perancis, Argentina, Meksiko, dan
Italia kemudian menggabungkannya," kata Profesor Barbera. Tim peneliti
menggunakan dua jaringan grid computing yang didanai Uni Eropa untuk
Enabling Grid for E-science (EGEE) dan E-infrastructure yang didanai
Eropa dan Amerika Latin (EELA).
"Dari cara pandang musik mungkin kami dapat melihat persamaan lagu
dengan aktivitas gunung berapi," ujar Profesor Barbera.
Sumber: BBC
Penulis: Wah
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------