Kalau musim hujan nanti tiba dan taruhlah ada hujan gede, apakah sudah ada prediksi kemana lumpur ini akan mengalir terbawa air hujan sesuai dengan peta topografi/geoid. Kalau mengalir ke laut tentu itu yang diharapkan, tetapi kalau ke daratan yang dulunya tidak bakalan kena lumpur, ini tentu menambah beban kita.
Semoga ada yang memikirkan dari sekarang. sorja koesuma Pada tanggal 06/08/16, liamsi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Sekarang ini skenarionya harusnya skenario darurat , Lumpur sudah tdk dapat distop dan menerjang apapun ( pagi ini tanggul disiring jebol lagi ) < apakah biar tetep didarat atau dibuang ke laut.Kalau didarat ya siap siap saja semuanya keterjang ( jalan 2 ditutup , kampung kampung dipenuhi lumpur , dll ) belum lagi sebentar lagi Hujan dan akan menjadi banjir lumpur ( banjir bandang ) shg lumpur tdk terkontrol lagi., Jika dibuang kelaut , hal hal tsb dapat dihindari ( minimal untuk sementara ) .dan "hanya" masalah lingkungan ekosistem yang terganggu . Jadi Kalau ke Laut Kerugiannya " lebih sedikit " daripada kedarat, Ibaratnya buah simalakama , tapi juga harus segera diambil keputusan., karena sudah darurat. Jadi pertimbangannya tidak lagi normatif , misalnya limbah buangan harus sesuai standar baku , bukan B3 , dll, ( regulasi diabaikan dululah ) ISM

