Rekan Agus dan Mas Abah,
Kalo betul pengamatan Mas Okim, "zamrud Cikotok" itu tak lain dan tak bukan adalah kaca/gelas limbah pembakaran tanur tinggi(?). Seperti kita membakar genteng atau batu bata, sering ada limbah yang warna hitam keras sekali, banyak lobang gas, mirip scoria/ batu apung. Sederhana saja bukan? Di Kaltim dulu aku pernah menemukan fragmen berukuran kerikil mirip sekali scoria/ batu apung. Mungkin sekali ini adalah sisa bekas hutan yang terbakar yang membakar soil di bawahnya (?).
Salam batu akik,
Yatno
----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, August 19, 2006 12:23 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] CERPEN TENTANG ZAMRUD CIKOTOK


>
 Mang Okim Mas Yuwono

 Jadi Batuan hijau yang dinamakan zamrud Cikotok itu apa sebenar-nya,
 paling tidak menurut term petrologi?
 Maaf baru joint lagi baru jakan jalan di RSPP selama seminggu.

 Si - Abah

 ________________________________________________________________________

 terimakasih, pak yatno. untungnya, saya bukan termasuk penyuka/pemakai
batu
mulia, meskipun senang saja melihat2nya.

salam,
syaiful


On 8/15/06, Y S Yuwono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Rekan Saipul yth.
Tidak semudah itu utk "mengungkap kebenaran" dari temuan Mas Okim.
Karena
di
dalam dunia gemstone ada semacam kode etik juga, terutama di kalangan
sesama
pebisnis. Dalam hal ini Mas Okim bertindak sebagai sesama pebisnis, lain
dengan saya yang selain ilmuwan petrologi juga sebagai penggemar
gemstone,
bisa lebih "bebas" ngomong. Bukan di Indonesia saja orang sering salah
beli
batu mulia, di negeri maju pun bahkan kolektor kakapnya juga sering
salah.
Harga batu yang murah setelah berpindah pemilik beberapa kali bisa
melambung
tinggi karena ketidak tahuan dari pembeli ybs.
Salam gemstone dan sekali lagi hati-2 membeli "barang seni" termasuk
batu
mulia.
Yatno
----- Original Message -----
From: "mohammad syaiful" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, August 12, 2006 5:36 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] CERPEN TENTANG ZAMRUD CIKOTOK


> terimakasih mang okim, cerpen yg sangat bermanfaat.
> namun, tahun 1993 tsb, tampaknya mang okim belum 'merdeka' utk
mengungkap
> 'kebenaran'. entah karena latar-belakang sbg orang jawa (sama dg
saya),
yg
> 'meredam' utk memberitahukan 'kebenaran' tsb. jangan2, kenalan mang
okim
> sendirilah yg justru menemukan 'lokasi zamrud cikotok' dan mencoba
menguji
> mang okim. asumsinya, kalau orang sejago mang okim ternyata tidak tahu
> 'kebenaran' tsb, apalagi orang2 awam termasuk para penggede yg sudah
> membeli
> dan lainnya akan membeli 'berlian' tsb.
>
> memang ada banyak yg dapat dipelajari dan bermanfaat dari mang okim,
baik
> cerita2nya maupun mang okim sendiri. terimakasih dan selamat berakhir
> pekan.
> semoga mang okim diberikan kesehatan dan umur yg berkah. semoga tidak
> sekedar 61 tahun seperti halnya negeri kita tercinta, tetapi lebih
baik
> lagi
> isi dan rakyatnya.
>
> salam,
> syaiful
>
>
> On 8/13/06, sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Rekan-rekan Gems-Lovers yang budiman,
>>
>> Mang Okim punya cerpen tentang Zamrud Cikotok yang semoga dapat
melupakan
>> sejenak ketegangan kita semua atas peristiwa Lapindo Brantas yang
>> ceritanya
>> tak kunjung reda.
>>
>> Suatu hari di tahun 1993, mang Okim diundang selametan  oleh  kenalan
>> mang
>> Okim, sepasang suami isteri, yang baru selesai
>> merenovasi  galeri  perhiasannya  di kawasan Cikini, Jakarta. Di
>> galerinya
>> yang berfungsi juga sebagai kantor, terlihat lemari-lemari  antik
berisi
>> perhiasan  batumulia yang diikat dengan bahan emas dan platina dengan
>> ornamen berlian. Desainnya benar-benar kelas tinggi.
>>
>> Maksud mang Okim diundang ternyata selain selametan,  untuk diminta
juga
>> pendapat tentang beberapa set perhiasan batumulia berwarna hijau tua
>> transparan yang dikelilingi berlian. Kata kenalan mang Okim, nama
batu
>> hijau
>> tersebut adalah zamrud Cikotok dan konon telah mendapatkan sertifikat
>> dari
>> luar negeri. Harga per set nya ribuan dolar, sama dengan puluhan truk
>> batumulia yang mang Okim garap.
>>
>> Pemeriksaan dengan loupe atau kaca pembesar 10x  ternyata berhasil
>> menyingkap adanya inklusi gelembung udara kecil-kecil sekali yang
>> terlihat
>> di beberapa bagian batumulia. Mang Okim cukup terkesiap dengan hasil
>> temuan
>> tersebut dan tentu saja sangat sulit untuk memberitahukannya ke
kenalan
>> mang
>> Okim, apalagi setlah tahu bahwa tak sedikit yang telah terjual ke
>> beberapa  penggede dan orang-orang asing.
>>
>> Rekan-rekan Gems Lovers yang budiman,
>>
>> Dalam kesempatan vocational trip ke Cikotok  tahun 1995, mang Okim
>> bersama
>> 30 anggota Rotary diajak keliling ke instalasi pengolahan emas. Di
>> halaman
>> salah satu ruang pemrosesan, mang Okim menemukan beberapa butiran
>> "batuan"
>> berwarna hijau transparan yang bercampur aduk dengan tanah. Mang Okim
>> berhasil mengumpulkan beberapa butir  yang ukurannya hampir seragam,
>> sedikit
>> lebih besar dari kelereng. Kata teknisi disitu, "batuan" tersebut
>> merupakan
>> sisa pembakaran /peleburan emas yang setelah terkumpul banyak,
langsung
>> dibuang ke tempat tertentu ( di bukit sekitar instalasi pengolahan
>> emas ).
>> Karenanya , para pemburu yang berhasil menemukan lokasi buangan
tersebut
>> sangat yakin bahwa "batuan" tersebut asli dari alam.
>>
>> Sesampainya mang Okim ke Bandung, "batuan" yang mang Okim temukan di
>> Cikotok langsung saja diproses. Hasilnya ya itu, "batuan" tersebut
tak
>> lain
>> dan tak bukan adalah yang disebut oleh kenalan mang Okim sebagai "
Zamrud
>> Cikotok ".
>>
>> Sejak mang Okim diundang selametan tahun 1993 yang lalu, mang Okim
tidak
>> ketemu lagi dengan kenalan mang Okim tersebut . Hanya mang Okim
pernah
>> dengar kabar burung bahwa tokonya di Cikini sudah tutup dan mereka
pindah
>> ke
>> suatu tempat yang mang Okim tidak tau.
>>
>> Nah itulah sekedar cerpen selingan mang Okim yang sengaja mang Okim
>> ungkap
>> agar rekan-rekan Gems-Lovers dapat lebih berhati-hati kalau ditawari
>> batumulia dengan nama yang aneh-aneh. Jangan berani langsung beli
kalau
>> tidak bawa peralatan yang memadai seperti loupe dan senter.
>>
>> Selamat menyambut dan merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 61, MERDEKA
>> !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
>>
>> Salam batumulia, mang Okim
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Mohammad Syaiful - Explorationist
> Mobile: 62-812-9372808
> Email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> Head Office:
> Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
> Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
> Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>



--------------------------------------------------------------------------------


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.10.9/417 - Release Date:
8/11/2006


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]

Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]










---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.11.4/424 - Release Date: 8/21/2006



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke