> Kartiko Mungkin yang dimaksud WIAYAH itu Jawa Timur , kalau itu ya mungkin saja kan.
Si-Abah ________________________________________________________________________ kok bisa ada geothermal di porong..? gimana secara geologinya..? > apakah pernah ada daerah explorasi migas yang berdekatan dengan > geothermal...? > > Regards > > Kartiko-Samodro > Telp : 3852 > > > > |---------+----------------------------> > | | "Winderasta, | > | | Wikan (wikanw)" | > | | <[EMAIL PROTECTED]| > | | om> | > | | | > | | 22/08/2006 12:18 | > | | PM | > | | Please respond to| > | | iagi-net | > | | | > |---------+----------------------------> > > >----------------------------------------------------------------------------------------------------------------| > | > | > | To: [email protected] > | > | cc: > | > | Subject: [iagi-net-l] Re: GAME OVER - energi alternatif > | > > >----------------------------------------------------------------------------------------------------------------| > > > > > Tadi pagi di televisi disiarkan pengeboran Geothermal di wilayah tersebut > dengan perkiraan potensi 5MW, yang pemanfaatannya akan diarahkan sebagai > sumber listrik bagi lapangan usaha para korban lumpur. Mungkin yang > dimaksudkan bukan PLTN tapi PLT Panas Bumi. > > Salam, > WW > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: 22 Agustus 2006 8:44 > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Re: GAME OVER /Bila Lumpur di buang ke sungai / > laut - was Re: [iagi-net-l] BERIKUT ARTIKEL TENTANG KERUGIAN AKIBAT LUMPUR > PANAS: > > Dari berbagai pernyataan kelihatannya masalah lumpur ini sudah dalam taraf > pesimis , di Kompas kemarin ada statment "(Tidak heran, jika Ketua Ikatan > Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jawa Timur Arief Rahmansyah, yang hari-hari > ini terlibat dengan para praktisi pengeboran Lapindo, mengungkapkan, bagi > kalangan para praktisi geologi dan geofisika, situasi penanggulangan > lumpur > Lapindo ini sudah game over. Tidak ada lagi teknologi yang bisa > diterapkan. > )Mungkin dg asumsi itu Di Republika Ada tulisan " Lumpur Lapindo dan PLTN > " > yang intinya bahwa untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo saja tidak bisa > Lha kok mau mendirikan PLTN , nanti Kalau ada kebocoran Rakyat mau Ngungsi > kemana Lagi.Makanya saking "Gemmesnya" mungkin dharian Kompas Juga ada > judul "Tindakan Cepat Bukan Wacana" mengenahi lumpur tersebut.Ternyata > Dari > 3 Skenario penanggulanagannya juga Belum dapat dipastikan hasilnya ( ? ) , > Dsisi lain semburan jalan terus dan lagi lagi satu persatu pertahanan > Tanggul mulai Jebol. Makanya Rencananya Pagi Ini ada rencana Demo Besar > Besaran Wraga yang terkena Lumpur tsb.Ternyata Lumpur ini juga dapat > Meneggelamkan Berita berita Gempa gempa sebelumnya , karena hampir 3 bulan > belum jelas penangannya.Ini semua nantinya Pasti akan memakan Biaya Yang > cukup besar untuk menaggulanginya dan Merehabilitasi baik infra struktur > maupun yang lain. Ada perhitungan dari salah satu Lembaga kalau gak salah > kira kira 33 Trilyun minimal.Kalau selama ini Migas sudah sekian puluh > tahun menyumbangkan devisa ke Negara cukup besar ( tulang punggung Devisa > Negara ) , apa tidak mungkin Devisa tersebut dikurangi sepersekian > persennya untuk penanganan Lumpur tsb , karean bagaimanapun "ini "Resiko > Industri Migas" yang juga secara tidak langsung melibatkan semua pihak > terkait , Meskipun sementara ini masih ditanggung Lapindo, Yang diperlukan > Sekarang tindakan Cepat yang didukung oleh Dana Yang besar, ini hanya bisa > dilakukan kalau pihak pemerintah yang pegang Komando ( kondisi Darurat ), > urusan dg Lapindonya bisa diurus kemudian. > ISM > > > >> siapa tahu bisa dibikin jembatan ke Madura, ...he..he..he.. >> ini becanda doang.. >> >> On 8/17/06, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>> Adakah yg tau jenis lempung ini? Apakah tipe monmorilonite yg >>> mengembang bila kena air atau yg lain? >>> >>> Sebenrnya ada juga delta baru (buatan) yg mengalir ke utara surabaya, >>> di ujung pangkah. Delta ini terbentuk mungkin baru 100 tahun namun >>> sangat jelas menjorok ke laut jawa. >>> Sungai2 ini mengalir melewati kota surabaya, tentunya lengkap dg >>> hasil pencemaran kota dan industri. Tapi bs dengan mudah dilihat >>> ternyata buanyak tambak2 di delta moderen ini. Bisa jadi ini pertanda >>> bahwa alam yg akhirnya "beradaptasi" thdp perilaku manusia. Lah >>> manusianya ngueyel, org surabaya bilangnya "mbethik", tapekno alam >>> ijik luwih kuwat. >>> Aku yakin kalo air lumpur ini dialirkan juga hanya mempengruhi alam >>> sesaat saja. Tapi mempengaruhi iklim politik jauh lebih lama ... >>> >>> Rdp >>> >>> >>> On 8/17/06, R.P. Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]> >>> wrote: >>> > Yang ada cuman ikan karena pada waktu itu masih laut >>> > ----- Original Message ----- >>> > From: "oki musakti" <[EMAIL PROTECTED]> >>> > To: <[email protected]> >>> > Sent: Wednesday, August 16, 2006 8:49 PM >>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Bila Lumpur di buang ke sungai / laut - >>> > was Re: [iagi-net-l] BERIKUT ARTIKEL TENTANG KERUGIAN AKIBAT LUMPUR >>> > PANAS: >>> > >>> > >>> > > Pak Koesoema, >>> > > Masalahnya pada saat plestosen dulu di Sidoarjo belum ada >>> > > penduduk, nelayan, penambak dan LSM pak..... >>> > > >>> > > Cheers >>> > > Oki >>> > > "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>> > > Buang lumpur Sidoardjo saja khok repot2. >>> > > Kita mamfaatkan/aplikasikan pengetahuan Geologi Sejarah. >>> > > Van Bemmelen saja sudah tahu bahwa dulunya /Pleistocene Selat >>> > > Madura masih menjorok ke arah Bojonegoro. >>> > > Sekarang kita yakini bahwa semburan lum pur itu berasal dari >>> > > lapisan Pleistocene berdasarkan fosil. >>> > > Juga lingkungan pengendapannya juga sama dengan Selat Madura >>> > > sekarang. Jadi membuang lumpur dari Selat Madura Purba ke Selat >>> > > Madura Sekarang seharusnya tidak masalah, lumpur dari Selat >>> > > Madura >>> > > (kuno) kembali ke Selat Madura, lingkungan pengendapannya masih >>> > > sama, bahkan lingkungan selat Madura sekarang yang sudah >>> > > tercemari limbah industri, sedangkan lingkungan selat Madura kuno >>> > > masih bebas limbah. >>> > > Kalau masih belum yakin ya cek paleoenvironment semburan lumpur >>> > > dengan environment Selat Madura sekarang dengan recent >>> > > fossils-nya. Khok repot2 RPK >>> > > ----- Original Message ----- >>> > > From: "Rovicky Dwi Putrohari" >>> > > To: >>> > > Sent: Tuesday, August 15, 2006 10:50 PM >>> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Bila Lumpur di buang ke sungai / laut - >>> > > was Re: [iagi-net-l] BERIKUT ARTIKEL TENTANG KERUGIAN AKIBAT >>> > > LUMPUR PANAS: >>> > > >>> > > >>> > >> Kalau lumpur ini dibuang, lantas material apakah yg nantinya >>> > >> menggantikan volume yg dibuang ini ? >>> > >> Secara natural tentunya ada "supply - demand", kalau dibawah >>> > >> terambil harus ada yg menggantikan, lah kalau dibuang ke laut >>> > >> trus apakah membiarkan terbentuk cekungan karena nantinya >>> > >> terbentuk "crater" (collapse) ? >>> > >> >>> > >> rdp >>> > >> >>> > >> On 8/15/06, wahyu budi wrote: >>> > >>> Ya. Tulisan saya sebelumnya dibuat dengan asumsi lumpur dibuang >>> > >>> ke perairan Selat Madura. Di perairan selat itu, berdasarkan >>> > >>> pada kedalamannya, tidak akan dijumpai termoklin. >>> > >>> >>> > >>> 1. lumpur bisa dipompakan ke laut dalam, sampai di bawah zona >>> > >>> termoklin. Tetapi itu berarti harus membangun pipa ke Samudera >>> > >>> Hindia di selatan yang panjangnya mungkin mencapai 75 km. >>> > >>> >>> > >>> 2. bisa juga diangkut dengan tongkang lalu di lepas ke laut >>> > >>> lepas. Untuk ini juga hanya mungkin di lakukan di Samudera >>> > >>> Hindia. Ini juga berarti harus menarik sekian ribu tongkang. >>> > >>> >>> > >>> 3. pengeringan juga bisa, tetapi volumenya yang sangat besar >>> > >>> juga perlu diperhitungkan. >>> > >>> >>> > >>> Dengan berbagai alternatif itu, selain masalah biaya yang harus >>> > >>> dikeluarkan, hal yang juga perlu diingat adalah masalah waktu, >>> > >>> yaitu bahwa: >>> > >>> >>> > >>> 1. kita belum tahu kapan semburan lumpur itu akan berhenti. >>> > >>> Sehingga kita juga belum tahu berapa banyak lumpur yang akan >>> > >>> kita buang dan berapa lama. >>> > >>> >>> > >>> 2. kita berpacu dengan kemungkinan datangnya hal hang lebih >>> > >>> buruk bila musim hujan tiba. >>> > >>> >>> > >>> Rasanya perlu juga dipikirkan bila ternyata semburan lumpur itu >>> > >>> "permanen". >>> > >>> >>> > >>> Salam, >>> > >>> WBS >>> > >>> >>> > >>> >>> > >>> --- Wayan Ismara Heru Young >>> > >>> wrote: >>> > >>> >>> > >>> > atau mungkin bisa di pompa ke laut dalam (seperti tailing >>> > >>> > tambang newmont nusa tenggara gitu)... >>> > >>> > tinggal hitung-2an saja, mana yang paling murah, paling kecil >>> > >>> > dampaknya, dan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat (yang >>> > >>> > paling feasible)... >>> > >>> > >>> > >>> > Ariadi Subandrio wrote: >>> > >>> > Mas Budi, >>> > >>> > misalnya lumpur yang seabreg itu (yang water content-nya >>> > >>> > diatas 70%) itu dikeringkan, lantas sisa solid yang ada >>> > >>> > unload di laut yang lebih lepas jauh dari kawasan budidaya >>> > >>> > (tambak dsb) .....apa tidak memungkinkan?.... (anggap saja >>> > >>> > kayak bawa batubara dari Kaltim, tapi dilepas dilautan lepas, >>> > >>> > jauh dari batas thermoklin) ..... itu juga kalau mau dibuang, >>> > >>> > atau barangkali malah bisa dijual ke Singapore.... >>> > >>> > jadi gak perlu ngeruk dari pasir Riau atau dimanfaatkan lebih >>> > >>> > serius lagi sebagai sumberdaya baru, misalnya jadi bahan >>> > >>> > batubata. >>> > >>> > >>> > >>> > kayak2nya dengan de-watering (pengeringan) - masak teknologi >>> > >>> > dan modal kuat gak mampu menangani sih- dan dilakukan >>> > >>> > simultan oleh beberapa tim permukaan, misalnya : >>> > >>> > 1. Tim-1 : menangani lumpur yang saat ini existing keluar, >>> > >>> > asumsi 50.000 M3 per hari. >>> > >>> > 2. Tim-2 : Menangani lumpur yang sudah terlanjur nyebar >>> > >>> > berjuta meter kubik itu, dikeringkan juga. >>> > >>> > >>> > >>> > Asalkan kita gak buru-buru bilang "susah", rasanya kok >>> > >>> > seberapa truk, berapa tongkang, berapa banyak "kompor" untuk >>> > >>> > nguapin air dari lumpur, dsb... >>> > >>> > pasti >>> > >>> > bisa dihitung.... dan jangan-jangan jauh lebih murah dari >>> > >>> > pembiayaan selama ini. Syaratnya satu : Asal mau, dan yang >>> > >>> > mau ya kudu kompak dari berbagai macam pihak, baik >>> > >>> > pemerintah, baik lapindo, baik masyarakat..... atau >>> > >>> > pilihannya adalah tiap hari kita saksikan kesedihan >>> > >>> > masyarakat sekitar yang semakin perih. >>> > >>> > >>> > >>> > Setelah beres urusan permukaan, putuskan penanganan dengan >>> > >>> > mengkaitkan fakta bawah permukaannya. >>> > >>> > >>> > >>> > salam, >>> > >>> > ar- >>> > >>> > >>> > >>> >>> > >>> >>> > >>> > >>> > >>> > wahyu budi wrote: >>> > >>> > Ide untuk membuang lumpur porong ke laut mulai memuncak. Ada >>> > >>> > pihak yang setuju dan ada pihak yang tidak setuju. >>> > >>> > >>> > >>> > Secara geologis, pembuangan lumpur tersebut ke sungai atau >>> > >>> > laut tidak menjadi masalah, karena itu hanya sedimen biasa. >>> > >>> > Tetapi kita perlu melihat hal lain, yaitu penduduk atau >>> > >>> > masyarakat yang hajat hidupnya berkaitan dengan sumberdaya >>> > >>> > hayati di pantai dan perairan pesisir atau laut. >>> > >>> > >>> > >>> > Secara sederhana, bila lumpur itu dibuang ke laut yang >>> > >>> > terjadi adalah munculnya kekeruhan yang sangat tinggi di >>> > >>> > perairan pantai atau pasisir. Hal ini dapat dipandang sebagai >>> > >>> > pencemaran oleh muatan sedimen. >>> > >>> > Dampak negatif dari hal itu secara ekonomi bagi nelayan atau >>> > >>> > petani tambak adalah: >>> > >>> > >>> > >>> > 1. Tambak tidak dapat dioperasikan, karena tambak membutuhkan >>> > >>> > air laut yang baik. Kita perlu menghitung berapa luas tambak >>> > >>> > yang akan terpengaruh dan nilainya. >>> > >>> > >>> > >>> > 2. Kekeruhan perairan yang tinggi menyebabkan tempat hidup >>> > >>> > ikan rusak dan ikan-ikan akan lari menjauh. >>> > >>> > Dari >>> > >>> > sisi nelayan, hal ini berarti kerusakan daerah penangkapan >>> > >>> > ikan mereka. Akibatnya, para nelayan harus mencari ikan ke >>> > >>> > daerah yang lebih jauh lagi (yang berarti tambahan biaya >>> > >>> > operasional). Kita perlu menghitung dimana dan berapa luas >>> > >>> > daerah penangkapan ikan yang akan terpengaruh. >>> > >>> > >>> > >>> > Hal yang penting dilakukan sebelum membuang lumpur itu ke >>> > >>> > laut atau sungai adalah mempelajari hal berikut: >>> > >>> > >>> > >>> > 1. Pola arus dan gelombang, yang akan menentukan arah >>> > >>> > penyebaran dari lumpur tersebut setelah masuk ke laut. >>> > >>> > Dari sini bisa diperoleh gambaran daerah-daerah yang akan >>> > >>> > terkena dampak. >>> > >>> > >>> > >>> > 2. Mempelajari "residence time" dari lumpur tersebut bila >>> > >>> > masuk ke perairan. Hal ini penting untuk memperhitungkan >>> > >>> > berapa lama lumpur tersebut akan menghilang dari kolom air, >>> > >>> > dan untuk memperkirakan "lamanya penderitaan" para nelayan >>> > >>> > yang harus ditanggung atau diberi kompensasi. >>> > >>> > >>> > >>> > 3. Dari sisi ekologi, perlu dipelajari berapa lama waktu yang >>> > >>> > dibutuhkan untuk recovery kerusakan ekosistem yang terjadi. >>> > >>> > >>> > >>> > Selanjutnya, hal terpenting dari semua itu adalah: >>> > >>> > membicarakan semua itu dengan masyarakat nelayan di daerah >>> > >>> > yang mungkin akan terkena dampak. Tentang apa yang akan >>> > >>> > dilakukan, bagaimana dampaknya, dan bagaimana kompensasi yang >>> > >>> > diberikan selama kondisi lingkungan belum pulih. Ini berarti >>> > >>> > harus ada yang mau menanggung dan memberi kompensasi >>> > >>> > terganggunya pencaharian para nelayan, sampai semuanya normal >>> > >>> > kembali. >>> > >>> > >>> > >>> > Analisa neraca untuk rugi antara membuang lumpur ke laut dan >>> > >>> > tidak membuangnya ke laut perlu dilakukan secara transparan. >>> > >>> > Sehingga tidak ada pihak yang merasa teraniaya. >>> > >>> > >>> > >>> > Salam, >>> > >>> > WBS >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > --- Amir Al Amin wrote: >>> > >>> > >>> > >>> > > kenapa tidak dibuang di sungai saja ya..? toh ini sedimen >>> > >>> > > biasa, bukan tailing. >>> > >>> > > >>> > >>> > > LSM lingkungan saja yang paling keras menentang. >>> > >>> > > Daripada tumpah >>> > >>> > > kemana-mana , apa tidak membuat kerusakan lebih luas. >>> > >>> > > >>> > >>> > > Berikutnya lapangan ini bisa diekplorasi lagi. >>> > >>> > > Kalau sampai bangkrut, terus dibeli asing dengan harga >>> > >>> > > murah. >>> > >>> > > Inikah yang diinginkan LSM 2 itu? >>> > >>> > > >>> > >>> > > salam, >>> > >>> > > >>> > >>> > > *********************************** >>> > >>> > > Amir Al Amin >>> > >>> > > Operation/ Wellsite Geologist >>> > >>> > > (62)811592902 >>> > >>> > > amir13120[at]yahoo.com >>> > >>> > > amir.al.amin[at]gmail.com >>> > >>> > > ************************************ >>> > >>> > > >>> > >>> > > >>> > >>> > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > >>> > > ----- Call For Papers until 26 May 2006 >>> > >>> > > >>> > >>> > > ----- Submit to: >>> > >>> > > [EMAIL PROTECTED] >>> > >>> > > >>> > >>> > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> > > To unsubscribe, send email to: >>> > >>> > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >>> > >>> > > To subscribe, send email to: >>> > >>> > > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: >>> > >>> > > http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> > >>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 >>> > >>> > > 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >>> > >>> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 >>> > >>> > > A/n: Shinta Damayanti >>> > >>> > > IAGI-net Archive 1: >>> > >>> > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> > >>> > > IAGI-net Archive 2: >>> > >>> > > http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> > >>> > > >>> > >>> > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> > > >>> > >>> > > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > __________________________________________________ >>> > >>> > Do You Yahoo!? >>> > >>> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection >>> > >>> > around http://mail.yahoo.com >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > >>> > ----- Call For Papers until 26 May 2006 >>> > >>> > ----- Submit to: >>> > >>> > [EMAIL PROTECTED] >>> > >>> > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> > To unsubscribe, send email to: >>> > >>> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >>> > >>> > >>> > >>> === message truncated ==>> > >>> >>> > >>> >>> > >>> __________________________________________________ >>> > >>> Do You Yahoo!? >>> > >>> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >>> > >>> http://mail.yahoo.com >>> > >>> >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > >>> ----- Call For Papers until 26 May 2006 >>> > >>> ----- Submit to: >>> > >>> [EMAIL PROTECTED] >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> To unsubscribe, send email to: >>> > >>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: >>> > >>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI >>> > >>> Website: http://iagi.or.id >>> > >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> > >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 >>> > >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. >>> > >>> Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 >>> > >>> A/n: Shinta Damayanti >>> > >>> IAGI-net Archive 1: >>> > >>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> > >>> IAGI-net Archive 2: >>> > >>> http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------->> > >>>> >>> > >>> >>> > >> >>> > >> >>> > >> -- >>> > >> http://rovicky.wordpress.com/ >>> > >> >>> > >> > --------------------------------------------------------------------->> > >>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > >> ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit >>> > >> to: >>> > >> [EMAIL PROTECTED] >>> > > --------------------------------------------------------------------->> > >>> To unsubscribe, send email to: >>> > >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: >>> > >> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI >>> > >> Website: http://iagi.or.id >>> > >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> > >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 >>> > >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. >>> > >> Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 >>> > >> A/n: Shinta Damayanti >>> > >> IAGI-net Archive 1: >>> > >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> > >> > --------------------------------------------------------------------->> > >>> >>> > > >>> > > >>> > > > --------------------------------------------------------------------->> > > > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > > ----- Call For Papers until 26 May 2006 >>> > > ----- Submit to: >>> > > [EMAIL PROTECTED] >>> > > > --------------------------------------------------------------------->> > > > > To unsubscribe, send email to: >>> > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: >>> > > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI >>> > > Website: http://iagi.or.id >>> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas >>> > > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara >>> > > Mulia No. Rekening: 255-1088580 >>> > > A/n: Shinta Damayanti >>> > > IAGI-net Archive 1: >>> > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> > > > --------------------------------------------------------------------->> > > > >>> > > >>> > > >>> > > >>> > > >>> > > --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. >>> > > Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2�/min >>> > > or less. >>> > >>> > >>> > > --------------------------------------------------------------------->> > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >>> > ----- Call For Papers until 26 May 2006 >>> > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] >>> > > --------------------------------------------------------------------->> > > To unsubscribe, send email to: >>> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: >>> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: >>> > http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas >>> > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara >>> > Mulia No. Rekening: 255-1088580 >>> > A/n: Shinta Damayanti >>> > IAGI-net Archive 1: >>> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >>> > > --------------------------------------------------------------------->> > >>> > >>> >>> >>> -- >>> http://rovicky.wordpress.com/ >>> >> >> >> -- >> *********************************** >> Amir Al Amin >> Operation/ Wellsite Geologist >> (62)811592902 >> amir13120[at]yahoo.com >> amir.al.amin[at]gmail.com >> ************************************ > > > > ___________________________________________________________ > indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI > Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

