> Yang dijinkan oleh KLH hanya airnya yang dibuang kelaut ( selat Madura )
> Lumpur padatnya suruh ninggalin didarat , dan sekarang sedang disiapkan
> pipa
> yang panjangnya 16 an Km untuk mengalirkan airnya.ke selat sunda.
______________________________________________________________________
  Pak Is

  Bukan-nya ke Selat Malaka ???????????????

  AAAAAkh , just a joke , pasti maksudnya Selat Madu(ka) ra ya !

  MEMANG BENAR KELIHATAN-NYA SAAT INI MEMBUANG LUMPUR (SEBAIKNYA DILAKUKAN
  TREATMENT DULU MEMANG ,TAPI KALAU TERPAKSA DIKEJAR WAKTU oK SAJA) KELAUT.

  Si Abah

________________________________________________________________________

> Lha kalau padatannya ditinggal dan  lama lama bertambah banyak dan
> mengeras
> ( hanya airnya yang dialirkan ) bisa nggak ya  lama lama  ketutup  sendiri
> itu lumpurnya......
>
> ISM
>
> ----- Original Message -----
> From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, August 23, 2006 9:26 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir
>
>
>> Wow great !!
>> Ide bagus lagi memanfaatkan "potential pressure head".
>> Perlu dilakukan perhitungan ulang saja. Aku kok ngga yakin 2 M potential
>> head.
>> Berapa BJ lumpur (air+lempung), berapa perkiraan downhole pressure
>> (kalau
>> dari sumur Porong-1) ada yg sekitar 16 ppg. Maka bila BJ lumpur 10 ppg,
>> potential headnya akan menjadi lebih dr 2 M tentunya ....  (duh wong
> geologi
>> ini kalau ketemu angka jadi mumeth :)
>> Kang Arif dihitung doonk ! Nanti aku buatkan gambar kartunnya :)
>>
>> Fakta lain :
>> Saat ini hanya satu yg masih keluar .... bagaimana dengan lokasi-lokasi
>> lainnya ? Sebelumnya ada 5 titik kalau ngga salah. Mungkin perlu
>> mempersiapkan 5 selubung "raksasa". atau tanggul raksasa. Jangan sampai
> satu
>> nutup yg lain "hidup" lagi :(
>>
>> Memang mestinya ide-ide ("gila") begini dicoba lebih serius dihitung
> dikaji.
>> Masukkan dalam sekena'rio' jangan hanya sekena'nya' aja. dan penanganan
>> tidak hanya satu tapi mesti dikerubutin.
>>
>> rdp
>>
>> On 8/23/06, Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> > Ide untuk menghentikan aliran lumpur, mohon dikritisi
>> >
>> > Buat penampungan lumpur di sekitar titik semburan setinggi 2m di atas
>> > semburan maksimal, maka lumpur tidak akan mengalir lagi karena
>> tertahan
> oleh
>> > hidrostatiknya sendiri. (tinggi semburan maksimal yg saya ketahui
>> adalah
> 25
>> > ft di atas ground level)
>> >
>> > Konstruksi dapat berupa :
>> > 1) tanggul yg ada ditinggikan sampai 2m di atas semburan maksimal
>> > 2) titik semburan diselubungi tabung berdiameter lebih besar dari
> diameter
>> > lubang semburan, yg puncaknya 2m di atas semburan maksimal
>> >
>> > Kedua konstruksi harus memperhatikan jangan sampai ada kebocoran.
>> >
>> > Dasar teori :
>> > Tinggi semburan di atas permukaan = tinggi kolom fluida - kedalaman
> sumber
>> > lumpur dari permukaan
>> >
>> > Tinggi kolom fluida = fungsi dari formation pressure dan fluid
>> density.
>> >
>> > Selama formation pressure dan fluid density konstan, tinggi kolom
>> fluida
>> > akan konstan, maka tinggi semburan akan konstan
>> >
>> > Tinggi semburan bertambah bila formation pressure bertambah atau fluid
>> > density berkurang
>> >
>> > Formation pressure saat ini berkecenderungan tetap.
>> > - FP bertambah bila ada peningkatan tectonic stress,
>> > - FP berkurang bila melampaui titik depletion karena mud recharge <
>> mud
>> > discharge
>> >
>> > Fluid density berkurang bila fraksi air dalam lumpur bertambah
>> >
>> >
>> > Sekedar ide saja untuk konstruksi yg diusulkan :
>> > - Tanggul yg ada diperkuat dan ditinggikan, atau
>> > - Tabung bisa berupa selubung besi yg diangkat oleh 3-4 helicopter
>> > terlatih, dan kemudian sedikit dibenamkan (dengan pembebanan atau
>> > penumbukan) ke bawah ground level awal, di bawah dasar lumpur di
> permukaan.
>> >
>> > Tapi saya berharap kita tidak memperdebatkan kesulitan teknis
> operasional
>> > konstruksinya.
>> > Kita serahkan saja pada pihak engineering (dan militer/zeni?)
>> >
>> >
>> > Salam,
>> >
>> >
>> > A R I E F B U D I M A N
>> > Pertamina - Eksplorasi Sumatra
>> > Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
>> > Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
>> >
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: M Untung [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > Sent: Tuesday, August 22, 2006 9:25 PM
>> > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
>> > [EMAIL PROTECTED]
>> > Subject: Re: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi
>> >
>> > Ide ini sangat bagus dan sangat masuk akal. Perlu ditindaklanjuti
>> untuk
>> > pelaksanaan selanjutnya. Jadi tidak ide-ide terus. Laksanakan segala
>> > sesuatu
>> > setelah dapat diterima oleh para pakar. Dalam hal ini yang sangat
> penting
>> > ialah topografi daerah tersebut diukur dengan teliti. Jangan sampai
>> > airlaut
>> > yang masuk ke daratan lewat terusan (parit) yang dibuat. Pasang-surut
> air
>> > laut perlu dipertimbangkan. Pada umumnya pikiran ini saya dukung.
>> > Terimakasih.
>> > M. Untung
>> > ----- Original Message -----
>> > From: "Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>> > To: <[email protected]>; <'[EMAIL PROTECTED]'>;
>> > <[EMAIL PROTECTED]>
>> > Sent: Tuesday, August 22, 2006 1:38 PM
>> > Subject: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi
>> >
>> >
>> > > Kalau boleh, ingin rasanya diri ini bercerita mengenai ide yang
>> > > terkungking di kepala seminggu ini, ide yang muncul dari
>> simplifikasi
>> > > masalah: sesuatu yang mengalir perlu diberi jalan, kalau tidak dia
>> > > akan terus menggerus sisi-sisinya.
>> > >
>> > > Galilah parit setinggi 5 meter dan selebar 20 meter yang
>> menghubungkan
>> > > banjar panji dengan laut jawa atau selat madura,
>> > >
>> > > Semen dengan ketebalan 50 centimeter sisi-sisinya agar tak terjadi
>> > > intrusi air ke tanah,
>> > >
>> > > Bangunlah weir structure setiap 100 meter sebagai metode
>> > > pensedimentasian suspended solid yang terikut oleh Lumpur, sehingga
>> > > hanya air yang dapat mengalir ke laut.
>> > >
>> > > Siapkan industri-industri yang dapat mempergunakan solid phase dari
>> > > Lumpur ini sebagai bahan baku di sekitar parit raksasa ini,
>> > >
>> > > Gunakan tenaga kerja dari penduduk sekitar Banjar Panji,
>> > >
>> > > Lumpur akan terus mengalir selama 50.000 m3 bahan terus mengalir per
>> > > hari dan industri2 ini tak akan kehabisan bahan baku selama
>> > > bertahun-tahun.
>> > >
>> > > Itu ide simple dari saya, dan pastilah akan banyak yang dapat
>> > > diserang. Tapi perlukah kita menyerang terus ide-ide?
>> > >
>> > > ---------------------------------------------------------------------
>> > > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > > -----  Call For Papers until 26 May 2006
>> > > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > > ---------------------------------------------------------------------
>> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > > No. Rek: 123 0085005314
>> > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > > No. Rekening: 255-1088580
>> > > A/n: Shinta Damayanti
>> > > IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > > ---------------------------------------------------------------------
>> >
>> >
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
>> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > No. Rek: 123 0085005314
>> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > No. Rekening: 255-1088580
>> > A/n: Shinta Damayanti
>> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> >
>> >
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
>> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> > No. Rek: 123 0085005314
>> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> > No. Rekening: 255-1088580
>> > A/n: Shinta Damayanti
>> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> >
>> >
>>
>>
>> --
>> http://rovicky.wordpress.com/
>>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke