saya sampai sekarang kok masih bingung dengan bbrp pemberitaan atau info mengenai polutan air dari LUSI (lumpur sidoarjo) yg diatas ambang batas. Mana sih yg dipercaya? Sederhana saja, saya pernah main2 duluuu banget ke bledug Kuwu di Purwodadi. Saya masih inget bahwa masyarakat sekitar aman2 saja dan bahkan airnya ada yg dijadikan garam dan dijual, trus promosi mereka garam tersebut bisa dipake buat obat...namanya juga jualan biar laku. Nah bagaimana dgn LUSI? mestinya logikanya ndak jauh beda dgn lumpur bledug kuwu tsb. Saya hanya membayangkan kita saja masih berdebat ini dan itu tapi dgn disertai no hard feeling, bagaimana dgn masyarakat awam sekitar? Saat ini di koran saya baca beredar selebaran2 dgn tulisan yg malah membuat suasana psikologis yg ndak nyaman spt (maaf sebelumnya) lapindo = teroris, wah ini kasihan lapindo dan masyaraktnya.
Bener seperti kata mas Bambang, nelayan madura kok kulitnya ndak gosong-gosong?
sama dgn di Yogya masyarakat yg keliatan lugu termasuk ibu2 paro baya pakai baju kebaya demo nuntut uang jadup sama uang pembangunan rumah akibat gempa, tapi kok poster2 yg dibawa rapih keliatan dicetak pake komputer? He..he...saat ini pemerintah "merasa" aman-aman saja, soalnya kalo ada apa2 gampang yg dituduh lapindo...........

At 03:15 PM 8/24/2006 +0800, you wrote:
Mas bambang Murti atau kawan yg lain yg punya peta2 jadul tersebut kirimin
ke aku donk japri aja, buat nulis biar dibaca banyak orang, aku rangkum dr
diskusi disini
suwun

rdp

On 8/24/06, Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Mas Agus,
Setuju. Seingat saya dulu (tahun 96-97) waktu masih sering jalan-jalan
kesana, sungai Porong juga ndak bersih-bersih amat, juga sungai-sungai
disekitarnya (Katingan, etc), mungkin juga karena pada saat itu sedang
ada kemarau panjang, tetapi for sure Kali Code jauh lebih bersih.
Nah, kalau mau mencoba pendekatan semi kuantitatif, untuk pmelihat
kecepatan pendangkalan, tolong dilihat pada peta topografi skala
1:50,000 lembar Sedati (itu hulunya Kali Porong), nah, tolong perhatikan
posisi ujung deltanya. Lantas, lihat juga ke google map, lihat juga
posisi ujung deltanya, nah, estimasikan deh berapa kecepatan pengendapan
sediment di daerah tersebut.
Masalah salinitas? Seepage disekitar Bangil (seikit ke timiur dan
selatan dari lokasi LUSI), menunjukkan salinitasnya sudah 15000 ppm
(lupa, apakah Cl- atau NaCl nya, yang jelas, airnya bening, tetapi
uaassiiinnn + agak pahit). Mungkin ini bisa di identik kan dg air /
filtrate LUSI. Saya ndak tahu berapa salinitas di selat madura, tapi
rasanya ndak akan berkisar jauh dari angka tersebut.
Jadi, mestinya kalau dilihat dari suspended solid content dan
salinitasnya, rasanya tidak terlalu bermasalah kalau air LUSI dibuang ke
selat madura, even dg treatment minimum (berapa lama ya waktu yang
diperlukan untuk membangun instalasi penjernihannya? Berpacu dg musim
hujan nih).
Memang bener, dalam situasi terjelek, kita tetep harus memilih solusi
yang "kurang jelek".
Lucu juga, kemaren sudah ada demo dari nelayan yang tinggal disekitar
pulau madura, takut kalau ikannya pada mati. Hmm...menarik...nelayannya
koq ndak gosong-gosong ya kulitnya?

-----Original Message-----
From: Agus Hendratno [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 24, 2006 10:23 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Logam berat di Porong, geologist minum air
LUSI

Kalau data-data kimia lumpur dan kimia air sungai di
Porong (sebelum dicampur dengan LUSI / Lumpur
Sidoarjo), bisa menghubungi geologist-nya Lapindo.
Saya dapat informasi : Air Sungai Porong itu malah
lebih pollutan.

Kamarin, ada teman geologist (dari UGM), minum air
yang bercampur dengan Lumpur Panas itu (lumpurnya
sudah mengendap, air ekstrak dari LUSI (lokasinya di
pinggir jalan tol) di minum karena haus (bawa botol
air minum dalam kemasan habis, di tengah oro-oro
lumpur sidoarjo). Air LUSI diminum teman saya, tanggal
16 Juni 2006, sampai sekarang, yaa...sehat-sehat saja
tuh.
Kalau urusan ada Hg di Porong itu dimana yaa.,
sampling diambil dimana yaa..
Saya kemarin yaa, iseng saja. LUSI saya masukkan ke
botol Aqua, saya kocok. Lalu saya diamkan, beberapa
saat di mobil, lalu saya lihat lagi, koq cepat sekali
lumpur tersebut mengendap,dan air bening di atasnya.
Nah, pemandangan yang sederhana ini dan air LUSI yang
diminum teman saya itu, kira-kira interpretasi saya :
LUSI dibuang ke laut dan selat madura, lumpurnya akan
cepat sekali mengendap dan airnya secara suspended
menyatu dengan air laut, dan tidak terlalu signifikan
untuk kekhawatiran pencemaran laut. Toh saat ini selat
madura sudah tercemar dari aliran K.Porong melalui
delta K.Porong. Delta K.Porong dan juga Delta
K.Brantas, juga mensuplai lumpur ke arah selat madura,
sedimentasinya juga cepat. Memang semua ini perlu
dilakukan secara kuantitatif. Nah, tapi saat melakukan
uji kuantitatif aman tidaknya LUSI dibuang ke Laut;
volume lumpur yang keluar terus membludak dan
berbahaya. Nah, menggunakan tafsiran yang kualitatif
dan komparatif saja, gimana. Mau menyelamatkan warga
(nyawa, jiwa, budaya manusia, sosial ekonomi) atau
juga ekosistem laut / delta Porong. Semua solusi saat
ini taruhlah sebagai solusi yang TERBURUK. Nah,
tentunya harus ada SOLUSI Yang TERBAIK diantara YANG
TERBURUK itu. Seleksi alam atau proses alam tersebut,
pasti akan mencari solusinya sendiri. Perilaku Alam
selalu LEBIH BIJAK daripada kekhawatiran kita selama
ini, jika melihat kondisi alam dan lingkungan
akhir-akhir ini.
Tabik...

Agus Hendratno
(GEOLOGI UGM / Penda IAGI DIY-Jateng)

--- Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Wah, ini isu yang sangat menarik Vick. Dulu Huffco
> sering bikin water
> analysis untuk air-air yang berasosiasi dg seepage,
> memang tidak secara
> spesifik melihat keberadaan "heavy metal" ini,
> tetapi terbatas kepada
> Halida dan standard 10 ion analysis.
> Cuma, kalau memang ada unsur-unsur logam berat
> tersebut, apalagi sampai
> logam berbahaya/beracun dalam konsentrasi tinggi,
> pasti ada asosiasinya
> lah, ndak mungkin ujug-ujug muncul disitu.
> Atau, jangan-jangan kemarin ada yang ngukur
> temperatur disitu, bawa 3000
> thermometer, maksudnya supaya distribusi
> pembacaannya akurat, trus
> karena kesel, njur ke-3000 thermometer tersebut
> dipecah-i, nah, sampel
> yang kecipratan merkuri-nya thermometer lantas
> idbawa ke lab.
> Bisa saja kan? One possible explanation ? Toh Busang
> dulu juga gitu,
> core-nya dikasih "serutan" emas murni
> ("salting")...trus remukan sampel
> yang dibawa ke lab, lha lab-nya kan ndak melihat
> nature dari sampelnya.
> Atau, may be I'm wrong, they are right. Who knows
> then?
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, August 23, 2006 7:27 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Re: LuSi : Sebuah
> Simplifikasi
>
> Buat temen-temen di mining, ..... Ada yg tahu
> kira-kira merkuri ini dari
> mana ?
> Proses geologi seperti apa yg membuat penumpukan
> (enhancement) kadar HG
> ini
> ?
> Apakah volcanicnya ?
>
> Saya rasa geologist perlu memberikan proses2 alam yg
> memungkinkan
> terbentuknya HG dengan mekanisme alamiah. Atau malah
> barangkali
> samplingnya
> yg dicurigai tidak betul.
>
> Ada yg tahu dimana bisa saya dapatkan komposisi
> kimiawi air Porong, air
> lumpur sidoarjo, juga air selat Madura ?
>
> rdp
>
> > Dari berita koran aku catat (1) Uji lab dari
> sampel lumpur
> > yang dilakukan oleh PU/Bina Marga Jatim
> menunjukkan kandungan
> > fenol yang cukup tinggi. (Kompas, 19/6/06). (2)
> Lily
> > Pudjiastuti (ITS) mendapati 9 dari10 kandungan
> fisika dan
> > kimia (yang dijadikan parameter) telah jauh
> melampaui ambang
> > batas limbah. Sebagai contoh kandungan merkuri
> (Hg) yang
> > didapati 2,565 mg/liter Hg, padahal ambang
> batasnya 0,002
> > mg/liter Hg (Koran Tempo, 16/6/06).
>
----------------------------------------------------------------------
> This e-mail, including any attached files, may
> contain confidential and privileged information for
> the sole use of the intended recipient.  Any review,
> use, distribution, or disclosure by others is
> strictly prohibited.  If you are not the intended
> recipient (or authorized to receive information for
> the intended recipient), please contact the sender
> by reply e-mail and delete all copies of this
> message.
>
>
---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any
review, use, distribution, or disclosure by others is strictly
prohibited.  If you are not the intended recipient (or authorized to receive
information for the intended recipient), please contact the sender by reply
e-mail and delete all copies of this message.

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



--
http://rovicky.wordpress.com/


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke