Kok gak bisa dibuka ya pak?

Maksudku bukan capping pak, tapi hanya selubung terbuka (tanpa tutup dan alas)

Gambarnya aja tolong dikirim donk kang

 
 
A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, August 25, 2006 10:37 AM
To: [email protected]; HAGI-Net
Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir --> CAPPING

Aku menggambarkan metode "CAPPING" disini ini bener sesuai maksud pak Aif ndak ?

http://rovicky.wordpress.com/2006/08/25/t-j-tanya-jawab-seputar-lumpur-sidoarjo-dampak-eksplorasi-dan-lainnya/

rdp

On 8/25/06, [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Idenya bagus sekali Pak Arief dan keliatannya doable,
> Saya membayangkan zona erupsi  (selain dari wellbore) itu sebuah retakan yg
> memanjang dengan lubang semburan di tengah/antaranya.
> Jadi bagaimana caranya  atau asumsi yang dipakai untuk menentukan diameter
> selubung  tersebut ?
>
> salam,
> Fauzi
>
>
> |---------+--------------------------->
> |         |           "Arief Budiman" |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           a.com>          |
> |         |                           |
> |         |           24/08/2006 10:41|
> |         |           AM              |
> |         |           Please respond  |
> |         |           to iagi-net     |
> |         |                           |
> |---------+--------------------------->
>   
> >-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>   |                                                                           
>                                             |
>   |        To:      <[email protected]>                                     
>                                             |
>   |        cc:                                                                
>                                             |
>   |        Subject: RE: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir                   
>                                             |
>   
> >-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>
>
>
> Mas sonny,
>
> 1) Ide saya bukan menyumbat, melainkan membuat selubung atau tanggul untuk
> meminimalkan area terbentuknya kolom lumpur yang setimbang sesuai formation
> pressure dan densitasnya; saat ini kesetimbangan terjadi bila terdapat
> kolom lumpur setinggi 25 ft dari permukaan tanah (= 36 ft di atas muka
> laut).  Selubung dan tanggul terbuka di bagian atas
>
> 2) Operasional pembangunannya :
> - Jika akan dibuat tanggul, caranya adalah meninggikan tanggul yg sekarang
> ada.  Bukan membuat tanggul yg lebih dekat ke titik semburan (di wilayah yg
> sudah tergenangi lumpur)
> - jika akan diberi selubung besi, caranya dengan mengangkat dan meletakkan
> selubung tsb di titik semburan (alternatifnya menggunakan 3-4 helikopter
> cargo)
>
> baik tanggul maupun selubung harus yg bisa ditambahtinggikan, untuk
> berjaga2 bila ada peningkatan fraksi air dalam lumpur.
>
> 3) kita tidak menentang alam, justru mengikuti kemauan alam dalam hal ini
> lumpur untuk mencapai kestabilan hydrostatic pressurenya.
>
> Bila tidak kita lakukan penghentian aliran lumpur, maka selama formation
> pressure tidak berkurang atau densitas lumpur tidak bertambah, maka selama
> itu pula lumpur akan menyembur ke permukaan, dan yg akan terjadi adalah :
>
> - bila lumpur dialirkan ke laut, maka secara terus menerus laut akan
> mengalami peningkatan pendangkalan dan kekeruhan, dan suatu ketika akan
> melampaui batas toleransi kelayakan lingkungan
> - bila lumpur dibiarkan seperti adanya, makan area di darat yg tergenangi
> lumpur akan bertambah luas, sampai genangan lumpur itu membentuk danau yg
> elevasi permukaaanya mencapai 26 ft diatas muka laut
>
> Kita tidak akan pernah tahu kapan lumpur akan berhenti mengalir ke
> permukaan, kecuali kita bisa menghitung laju penurunan formation pressure
> atau laju peningkatan fluid density.
> Mungkin reservoir engineer bisa menghitungnya (?)
>
>
> salam,
>
>
> A R I E F B U D I M A N (ex arutmin-west senakin mine)
> Pertamina - Eksplorasi Sumatra
> Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
> Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
>
>
> -----Original Message-----
> From: Pangestu, Sonny T [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, August 23, 2006 7:30 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir
>
> kira2 asumsi apa yang dipakai ?
> apakah sumbatnya bentuk padatan sehingga bisa bersifat sebagai beban ?
> dan dari mana padatan itu ?
> kalo sumbatnya masih bentuk cair, apakah bisa disebut sumbat ?
> kalo padatan, apakah dari mengendapnya fraksi padatan dari lumpur yang
> terus diganggu oleh olakan semburan baru ?
> bukankah pengendapan baru bisa terjadi kalo kondisi tenang.
> lalu bangunan seperti apa kira2 yang bisa dibangun seperti yang
> diandaikan oleh pak Arief Budiman ? sementara tempat di mana akan
> membangun bangunan tinggi itu dengan derasnya sepanjang masa disembur
> lumpur panas. tidak ada kesempatan sedikitpun sekalipun untuk membuat /
> menempatkan fondasi tempat bangunan tinggi itu bisa berdiri kokoh
> menahan sumbatan tadi.
> sedanglkan untuk membuat bendungan air irigasi yang kecil saja kita
> harus bisa utk sementara mengalihkan aliran air selokan agar ketika
> membangun fondasi kondisi tapaknya kering dan tenang sehingga
> memungkinkan merekatnya bahan-bahan bangunan bendungan itu.
> luar biasa sekali kalo kita bisa melaksanakan itu.
> sumber lumpur panas itupun sesungguhnya suatu kekuatan alam yang besar
> dan dahsyat.
> untuk mendekatinyapun kayaknya tidak mungkin karena bisa menewaskan diri
> kita.
> usaha apapun untuk menahan (menentang) kekuatan alam, kalaupun itu
> berhasil, tidaklah akan bertahan, dia akan bobol cepat atau lambat.
> pendapat saya sih, biarkan alam itu mengalir secara alamiah ke mana dia
> mau.
> kitalah yang perlu pandai memahaminya , pandai menempatkan diri dan
> menyesuaikan diri ini agar tidak merasa dirugikan (oleh  ketidakpahaman
> kita tentang alam).
>
> wassalam
> (sonny)
>
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 23 Agustus 2006 13:21
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir
>
> Mas Sonny,
> Menurut saya tenaga (tekanan) yg ada disini merupakan tekanan akibat
> beban
> (burial) yg diakibatkan oleh gaya grafitasi, bukan gaya tekan dari
> samping seperti tektonik. (mungkin saja ada, tetepi efeknya mungkin
> kecil). Sehingga saya ngga yakin akan ada "penumpukan" tenaga. Yang
> mungkin akan ada adalah kondisi kritis (statis) yg baru dibandingkan
> sebelum terjadi, dan apabila kondisi ini terganggu akan sangat mungkin
> "mbledug" lagi.
>
> Seorang drilling engineer kawan saya punya filosofi bahwa batuan didalam
> sana saat ini kondisinya "statis- kritis" dengan rentang toleransi
> perubahan yg berbeda-beda, ada yg rentang batas kritis-nya sempit ada yg
> longgar.
> Ketika dilakukan pengeboran maka manusia melakukan sebuah "usikan" yg
> akan mempengaruhi kondisi ini. kalau kondisi statisnya terlampaui yang
> ditakutkan adalah berubah menjadi kondisi "dinamis" (bergerak) salah
> satunya barangkali "mudflow" ini.
>
> Seperti sebuah benda yg berada pada bidang miring tetapi tidak bergerak
> karena ditahan oleh gaya gesek statisnya, namun ketika diusik utk
> bergerak gaya gesek statis ini menjadi gaya gesek dinamis yg untuk
> menghentikannya tidak semudah ketika menggerakkannya.
>
> rdp
>
> On 8/23/06, Pangestu, Sonny T <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > tentunya ini hanya jika lumpur dalam keadaan bisa terus lepas
> > menyembur dgn tekanan seperti sekarang.
> > namun jika nanti dgn cara ini bisa tersumbat maka kemudian di bawah
> > sumbatan akan terkumpullah tekanan itu makin lama makin kuat dan
> > akhirnya pecah meledak lagi nyembur lagi repot lagi.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Arief Budiman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: 23 Agustus 2006 11:42
> > To: [email protected]
> > Subject: RE: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir
> >
> > 2m itu dari ketinggian potentialnya kang (jadi ada space 2 meter dari
> > ketinggian maksimal semburan lumpur).
> >
> > Ketinggian potential lumpur saat ini adalah 36 ft di atas muka laut.
> > (Terukur di lapangan secara visual 25 ft diatas ground level.
> > Sementara ground levelnya 11 ft di atas mean sea level).
> >
> > Karenanya perlu diukur secara geodetic berapa tinggi semburan
> > maksimal.  Setelah itu tambahkan 2m (5 meter mungkin lebih baik ya?)
> >
> >
> >
> >
> > A R I E F B U D I M A N
> > Pertamina - Eksplorasi Sumatra
> > Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
> > Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Wednesday, August 23, 2006 9:26 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir
> >
> > Wow great !!
> > Ide bagus lagi memanfaatkan "potential pressure head".
> > Perlu dilakukan perhitungan ulang saja. Aku kok ngga yakin 2 M
> > potential head.
> > Berapa BJ lumpur (air+lempung), berapa perkiraan downhole pressure
> > (kalau dari sumur Porong-1) ada yg sekitar 16 ppg. Maka bila BJ lumpur
>
> > 10 ppg, potential headnya akan menjadi lebih dr 2 M tentunya ....
> > (duh wong geologi ini kalau ketemu angka jadi mumeth :) Kang Arif
> > dihitung doonk ! Nanti aku buatkan gambar kartunnya :)
> >
> > Fakta lain :
> > Saat ini hanya satu yg masih keluar .... bagaimana dengan
> > lokasi-lokasi lainnya ? Sebelumnya ada 5 titik kalau ngga salah.
> > Mungkin perlu mempersiapkan 5 selubung "raksasa". atau tanggul
> > raksasa. Jangan sampai satu nutup yg lain "hidup" lagi :(
> >
> > Memang mestinya ide-ide ("gila") begini dicoba lebih serius dihitung
> > dikaji.
> > Masukkan dalam sekena'rio' jangan hanya sekena'nya' aja. dan
> > penanganan tidak hanya satu tapi mesti dikerubutin.
> >
> > rdp
> >
> > On 8/23/06, Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Ide untuk menghentikan aliran lumpur, mohon dikritisi
> > >
> > > Buat penampungan lumpur di sekitar titik semburan setinggi 2m di
> > > atas semburan maksimal, maka lumpur tidak akan mengalir lagi karena
> > > tertahan oleh hidrostatiknya sendiri. (tinggi semburan maksimal yg
> > > saya ketahui adalah 25 ft di atas ground level)
> > >
> > > Konstruksi dapat berupa :
> > > 1) tanggul yg ada ditinggikan sampai 2m di atas semburan maksimal
> > > 2) titik semburan diselubungi tabung berdiameter lebih besar dari
> > > diameter lubang semburan, yg puncaknya 2m di atas semburan maksimal
> > >
> > > Kedua konstruksi harus memperhatikan jangan sampai ada kebocoran.
> > >
> > > Dasar teori :
> > > Tinggi semburan di atas permukaan = tinggi kolom fluida - kedalaman
> > > sumber lumpur dari permukaan
> > >
> > > Tinggi kolom fluida = fungsi dari formation pressure dan fluid
> density.
> > >
> > > Selama formation pressure dan fluid density konstan, tinggi kolom
> > > fluida akan konstan, maka tinggi semburan akan konstan
> > >
> > > Tinggi semburan bertambah bila formation pressure bertambah atau
> > > fluid density berkurang
> > >
> > > Formation pressure saat ini berkecenderungan tetap.
> > > - FP bertambah bila ada peningkatan tectonic stress,
> > > - FP berkurang bila melampaui titik depletion karena mud recharge <
> > > mud discharge
> > >
> > > Fluid density berkurang bila fraksi air dalam lumpur bertambah
> > >
> > >
> > > Sekedar ide saja untuk konstruksi yg diusulkan :
> > > - Tanggul yg ada diperkuat dan ditinggikan, atau
> > > - Tabung bisa berupa selubung besi yg diangkat oleh 3-4 helicopter
> > > terlatih, dan kemudian sedikit dibenamkan (dengan pembebanan atau
> > > penumbukan) ke bawah ground level awal, di bawah dasar lumpur di
> > permukaan.
> > >
> > > Tapi saya berharap kita tidak memperdebatkan kesulitan teknis
> > > operasional konstruksinya.
> > > Kita serahkan saja pada pihak engineering (dan militer/zeni?)
> > >
> > >
> > > Salam,
> > >
> > >
> > > A R I E F B U D I M A N
> > > Pertamina - Eksplorasi Sumatra
> > > Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
> > > Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
> > >
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: M Untung [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > Sent: Tuesday, August 22, 2006 9:25 PM
> > > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: Re: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi
> > >
> > > Ide ini sangat bagus dan sangat masuk akal. Perlu ditindaklanjuti
> > > untuk pelaksanaan selanjutnya. Jadi tidak ide-ide terus. Laksanakan
> > > segala sesuatu setelah dapat diterima oleh para pakar. Dalam hal ini
>
> > > yang sangat penting ialah topografi daerah tersebut diukur dengan
> > > teliti. Jangan sampai airlaut yang masuk ke daratan lewat terusan
> > > (parit) yang dibuat. Pasang-surut air laut perlu dipertimbangkan.
> > > Pada umumnya pikiran ini saya dukung.
> > > Terimakasih.
> > > M. Untung
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: <[email protected]>; <'[EMAIL PROTECTED]'>;
> > > <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Tuesday, August 22, 2006 1:38 PM
> > > Subject: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi
> > >
> > >
> > > > Kalau boleh, ingin rasanya diri ini bercerita mengenai ide yang
> > > > terkungking di kepala seminggu ini, ide yang muncul dari
> > > > simplifikasi
> > > > masalah: sesuatu yang mengalir perlu diberi jalan, kalau tidak dia
>
> > > > akan terus menggerus sisi-sisinya.
> > > >
> > > > Galilah parit setinggi 5 meter dan selebar 20 meter yang
> > > > menghubungkan banjar panji dengan laut jawa atau selat madura,
> > > >
> > > > Semen dengan ketebalan 50 centimeter sisi-sisinya agar tak terjadi
>
> > > > intrusi air ke tanah,
> > > >
> > > > Bangunlah weir structure setiap 100 meter sebagai metode
> > > > pensedimentasian suspended solid yang terikut oleh Lumpur,
> > > > sehingga hanya air yang dapat mengalir ke laut.
> > > >
> > > > Siapkan industri-industri yang dapat mempergunakan solid phase
> > > > dari Lumpur ini sebagai bahan baku di sekitar parit raksasa ini,
> > > >
> > > > Gunakan tenaga kerja dari penduduk sekitar Banjar Panji,
> > > >
> > > > Lumpur akan terus mengalir selama 50.000 m3 bahan terus mengalir
> > > > per hari dan industri2 ini tak akan kehabisan bahan baku selama
> > > > bertahun-tahun.
> > > >
> > > > Itu ide simple dari saya, dan pastilah akan banyak yang dapat
> > > > diserang. Tapi perlukah kita menyerang terus ide-ide?
> > > >
> > > > ------------------------------------------------------------------
> > > > --
> > > > -
> > > > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > > > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > > > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > > > ------------------------------------------------------------------
> > > > --
> > > > - To unsubscribe, send email to:
> > > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota
> > > > ditujukan
> > > > ke:
> > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas
> > > > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
> > > > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > > > A/n: Shinta Damayanti
> > > > IAGI-net Archive 1:
> > > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > > ------------------------------------------------------------------
> > > > --
> > > > -
> > >
> > >
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > -
> > > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> > > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan
> ke:
> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas
> > > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
> > > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > > A/n: Shinta Damayanti
> > > IAGI-net Archive 1:
> > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > -
> > >
> > >
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > -
> > > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > - To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> > > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan
> > > ke:
> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas
> > > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
> > > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > > A/n: Shinta Damayanti
> > > IAGI-net Archive 1:
> > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > --------------------------------------------------------------------
> > > -
> > >
> > >
> >
> >
> > --
> > http://rovicky.wordpress.com/
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
> > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
> > Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
> --
> http://rovicky.wordpress.com/
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke