Menurut JF Kennedy ... Jangan tanya apa yang dapat negara berikan pada anda, tapi tanyalah apa yang dapat anda berikan buat negara.
Munurut Bung Karno ... Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya. Kalau saya sependapat dengan kalam Ilahi ... Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut merubah nasibnya sendiri. Jadi marilah mulai saat ini dari hal yang kecil dan dari diri kita sendiri untuk membangun negeri kita sendiri. Mudah-mudahan sedikit sumbangsih kita akan bermanfaat luas bagi kesejahteraan rakyat kita. Sekedar urun rembug dari warga biasa --- Dwiyatno Rumlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bung Vicky .... > Kebangsaan tentu saja tidak semudah diukur dengan > pembelian bendera merah > putih atau besar kecilnya sumbangan tujuh belasan, > tapi saya kira > kertersediaan lapangan kerja dan ketercukupan > kebutuhan hidup, dengan > sendirinya akan membuat orang merasa bangga menjadi > suatu bangsa. Ini cuma > pendapat saya lho ya .... > > Nah, masalahnya, definisi ke'butuh'an bangsa kita > ini sudah terkontaminasi > sedemikian rupa menjadi ke'ingin'an. Dan semua juga > tahu bahwa yang namanya > ke'ingin'an manusia itu tidak ada batasnya, mungkin > kalau bisa disebut > batas, hanyalah tembok kuburan yang bisa membatasi > ke'ingin'an manusia. > > So, apa salahnya berke'ingin'an tanpa batas ?! Tentu > tidak menjadi masalah > besar kalau negara sudah kaya. Masalahanya jelas, > resources bangsa kita ini, > saat ini sangat terbatas, apalagi setelah dihantam > berbagai krisis dan > bencana. Sebagai akibatnya, sebagian orang mencukupi > ke'ingin'annya dengan > cara mengambil jatah orang lain (kalau tidak mau > disebut mencuri). > > Seandainya, kita ini masih menyisakan sedikit sisa > paham sosialis, dalam > arti negara masih bisa mengontrol cara hidup > masyarakat, tepatnya, karena > negara masih melarat, maka ke'butuh'an hidup sebagai > bangsa harus sedikit > ditekan, lebih persisnya lagi, sebagai bangsa kita > harus bisa menurunkan > 'life expectation' dan 'life satisfaction' untuk > saat ini, sampai nanti > dinaikan lagi bila sudah merata dan negara sudah > cukup kaya. Tapi, hare > gene, apa ya bisa negara Indonesia mengontrol gaya > hidup masyarakatnya > ....... > > Dalam hal ini, aku salut sama Cina, komunis boleh > bubar, sosialis bisa > dibuang ke tempat sampah, namun kekuasaan negara > untuk mengontrol gaya hidup > rakyatnya, tetap dipertahankan. Meskipun cina > mempunyai cadangan devisa > lebih dari 800 Milyard dollar (mohon dikoreksi kalau > salah), masih bisa kita > lihat begitu banyaknya orang naik sepeda onthel yang > sudah karaten > sana-sini, begitu banyaknya orang yang mau jalan > kaki kekantor untuk jarak > 2-3 kilo. Coba bandingkan dengan sebagian masyarakat > kita, telung atus meter > aja penginya naik mikrolet atau ojek. > > Kembali ke masalah kebangsaan, kalau kita merasa > puas dengan kehidupan kita, > nggak usah dipaksa-nggak usah ditanya, kita akan > sangat nasionalis dengan > sendirinya. Getho bung menurut saya ?! > > By the way, apakah masih banyak TKI dikirim dengan > bas dari pabriknya untuk > ikut upacara bendera di Wisma Duta ?! > > Salam > > DR > ----- Original Message ----- > From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]>; "migas indonesia" > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; "HAGI-Net" > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, August 25, 2006 1:34 PM > Subject: [iagi-net-l] kebangsaan dan kebanggaan > sebagai bangsa Indonesia > > > > Baru seminggu yang lalu Indonesia merayakan > kemerdekaannya yang ke 61. > Namun > > selalu saja beritanya disoroti dengan terpuruknya > rasa kebanggaa dan > > kebangsaan Indonesia. Termasuk Polling di > Kompas.com (status 25/8/06 jam > > 11.30 adalah 34 % Bangga dan 66 % Tidak dari > 30.958 responden.). Di > Jakarta > > penjual bendera saat ini barangkali sedang > menghitung hasil penjualannya, > yg > > mungkin saja keuntungannya menurun sesuai dengan > polling itu ... ah aku > tak > > tahu. > > > > Di seberang pulau lain di kota Kualalumpur, saat > ini sedang menyambut > > perayaan kemerdekaan Malaysia yang ke 49 tanggal > 31 Agustus nanti. > Persiapan > > sudah terlihat disana sini bahkan dibeberapa > tempat penjualan pom bensin > > dibagikan gratis bendera, sebagai penghias mobil. > > Bendera dibagi gratis ? > > Iya .... "gratis" setelah membeli bensin (petrol) > tentusaja. Tapi tidak > > perlu membeli dari kocek sendiri. > > Tidak ada penjual bendera, tidak ada terlihat > penjual tiang bendera di > > Kualalumpur ini tidak seperti Jakarta .... > > > > Nah rakyat yang mana yang masih memilki rasa > kebangsaan, kebanggaan untuk > > "membeli" bendera sendiri ? > > > > Ah, masak sih rasa bangga dan kebangsaan hanya > ditunjukin dengan membeli > > bendera ? > > Buat aku sih iya ... oarang Indonesia memiliki > rasa kebanggsaan lebih dari > > Malaysia ... aku kampungan ya ? ..... mungkin > anda berpikir lain, ya > jelas > > ndak apa-apa berpikir lain ... tapi itu lah > demokrasi yg ada di Indonesia. > > Kita diberi hak untuk berpikir berbeda ... > walaupun sekedar soal > kebanggaan > > yg diekspresikan dengan membeli bendera. > > > > Yang mungkin tidak ada disana. > > > > Salam > > > > RDP > > --- > > http://rovicky.wordpress.com > > > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > ----- Submit to: > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

