Terlepas dari poling nya Kompas
   
  Dulu teman kuliah di kangguru-land pernah nyeletuk bahwa bangsa Indonesia 
termasuk kelompok yang terikat pada tanah airnya. 
  Buktinya, rasio antara mereka yang pulang ke Indonesia setelah selesai kuliah 
dengan mereka yang terus tinggal di Aussie jauh lebih bagus daripada 
orang-orang China, India atau Singapura. 
   
  Sekarang di Timur Tengah ada anggapan yang entah valid atau nggak, bahwa di 
level operator, mechanic, sopir dll, orang Indonesia termasuk 'kurang tegar' 
hidup di rantau. Paling 1 atau 2 kali term kontrak (kadang-kadang malah sebelum 
1 term), sudah pada minta pulang. Beda dengan orang India, Bangladesh atau 
Pakistan yang akan berusaha selama mungkin tinggal, bahkan kalau bisa 
menyeponsori sanak-saudaranya untuk bisa ikut datang kesana.
   
  Untuk ukuran negara dengan jumlah penduduk sebanyak ini, diaspora (mereka 
yang merantau) bangsa Indonesia bisa dibilang sangat kecil. Dimana-mana kita 
bisa dengan mudah dapati China town, Little Italy, Greek, Turkish, Vietnamese 
restaurant tapi restoran Padang atau tempat yang menyediakan gudeg jogja bisa 
dihitung dengan sebelah jari. Bila berpikir positif, kita bisa bilang bahwa 
kecintaan mereka terhadap bangsa dan tanah air masih sangat tebal (terbukti 
ingin cepat pulang). Disisi lain, mungkin ini adalah potret sebagian besar anak 
bangsa yang inginnya cari aman, tidak berani ambil resiko dan 'pushing the 
envelope' .

  Salam ahir pekan
   
  Oki
  (bercita-cita pulang kampung.....)

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.

Kirim email ke