Yang menjadi pertanyaan justru asumsi untuk mitigasi bencana ini adalah optimisme untuk mengatasi semburan lewat usaha killing well dan relief well. Sehingga kegiatan mitigasi sangat diharapkan dari usaha Lapindo untuk mengatasinya (dan yang ini juga diopinikan oleh media informasi).
Penelitian dengan kesimpulan yang dapat dipertanggunjawabkan mengenai kapasitas volume dan jangka waktu semburan justru tidak berani dimunculkan. Kenapa tidak dapat diterima apabila disimpulkan semburan akan berlangsung lama dan bervolume besar jika memang itu adalah kesimpulan yang valid secara ilmiah. Pemerintah dan lembaga/institusi peneliti resmi sudah seharusnya mengeluarkan rekomendasi dan kebijakan yang lebih berorientasi jangka panjang, karena akan menyangkut mau dikemanakan penduduk, material semburan, dan kelangsungan prasarana. Sudah seharusnya pemerintah (bukannya Lapindo) mengeluarkan tindakan tanggap darurat, termasuk pemindahan penduduk, relokasi industri, pembuangan material semburan (misal ke sungai/laut dan pembangunan prasarananya - kanal, pipa,dll). Tuntutan akan tanggung jawab Lapindo untuk mengatasi masalah ini tidak lagi realistis. Saya pun rela uang pajak yang telah dibayarkan digunakan negara untuk mengatasi masalah ini. Omong kosong kalau negara/pemerintah tidak perlu mengeluarkan sepeser-pun untuk menghadapi masalah ini. Yang lebih penting adalah penyelamatan publik dan penataan kembali dengan segala resikonya, bukan mengandalkan tanggung jawab dan kerja 1 pihak saja. Ingat hujan deras sudah mulai turun beberapa hari di beberapa daerah, dan segera akan terjadi juga di Porong dalam waktu dekat. Salam, WW -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 30 Agustus 2006 8:36 To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] PENELITI BELANDA: SEMBURAN LUMPUR DI PORONG BERSIFAT ALAMIAH Atau jangan jangan karena terlalu banyaknya penelitian penelitian tsb , yang akhirnya penanganannya malah tertunda tunda yang akhirnya malah mengakibatkan semakin parah, Padahal dari awal sudah diketahui volume lumpur per hari serta komposisinya serta daya dukung lahan disitu. ISM > Berdasarkan hasil penelitian sementara para peneliti asal Belanda, > semburan lumpur panas di porong bersifat alamiah. > Karena sifatnya > alamiah seperti halnya gunung meletus, maka sulit diprediksi kapan > semburan tersebut akan berhenti secara alamiah. > > Udah jauh-jauh (dan mahal), kesimpulannya juga cuma begini ya, Mas.... > > > Best regards > Andreas Yudha > -AdR- > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, August 29, 2006 1:16 PM > To: [email protected]; HAGI-Net; migas indonesia; > [email protected] > Subject: [iagi-net-l] PENELITI BELANDA: SEMBURAN LUMPUR DI > PORONG > BERSIFAT ALAMIAH > > Jauh-jauh dari londo kok cuman .... "... sulit ..." > Apa mungkin ini sekedar menenangkan pihak-pihak yg masih > kurang yakin dengan kemampuan engineer lokal, ya ?. > > rdp > "nggrundel !" > ================PENELITI BELANDA: SEMBURAN LUMPUR DI PORONG > BERSIFAT ALAMIAH 28/08/2006 21:20 - Nusantara/Top Nine News > Robby, salah satu peneliti. > (Metro TV) > > Metrotvnews.com, Sidoarjo: Upaya untuk menghentikan semburan > lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, terus > dilakukan. sejumlah > peneliti dari luar negri seperti dari Belanda didatangkan. > Mereka > mengkaji dan mendeteksi apakah semburan lumpur di Porong > dapat > dihentikan atau tidak. Robby, salah seorang peneliti > mengungkapkan pihaknya kini masih melakukan pencatatan data > seputar lumpur dan > topografi di areal sumur lumpur. > > Berdasarkan hasil penelitian sementara para peneliti asal > Belanda, semburan lumpur panas di porong bersifat alamiah. > Karena sifatnya > alamiah seperti halnya gunung meletus, maka sulit diprediksi > kapan semburan tersebut akan berhenti secara alamiah.(BEY) > > -- > http://rovicky.wordpress.com/ > > ---------------------------------------------------------------------> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > ---------------------------------------------------------------------> To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

