Ada satu lagi yang aneh: Menurut KLH Kalau air lumpur itu mau dibuang ke laut, maka harus di olah dulu lewat treatment plant. Kalau sudah diolah, sekalian saja dijual ke PDAM atau sebagai air kemasan, mengapa harus dibuang ke laut?

----- Original Message ----- From: "budi santoso" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, September 04, 2006 1:16 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tercemar Industri? RE: [iagi-net-l] Lusi, Sampel yang ada Hg tersebut dari desa Siring


Kalo yang ini bener-bener lelucon kan pak RPK???

Kalo yang kemarin itu, saya tetep berpikir positif lho
pak, dimana orang selalu berpikir dampak buruknya
sebuah bencana saja,  lha kok 'ndilalah . . ujug-ujug'
ada ide (meskipun sekedar lelucon)  'nambang' Hg . . .
.  apa ndak "ampuh tenan" kata wong jogja . . .

Tj

--- "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Atau mungkin dekat praktek dokter gigi yang buang
limbah dari plomberan gigi
yang menggunakan amalgam yg  biasanya menggunakan
Hg.
RPK
----- Original Message ----- From: "wahyu budi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, September 03, 2006 4:11 PM
Subject: [iagi-net-l] Tercemar Industri? RE:
[iagi-net-l] Lusi, Sampel yang
ada Hg tersebut dari desa Siring


> Ya, mengingat ada beberapa pabrik yang sekarang
> tergenang lumpur, sangat mungkin Hg berasal dari
salah
> satu kegiatan industri yang ada.
>
> Yang selama ini terlupakan adalah kemungkinan
> bahan-bahan pencemar yang tersimpan di
pabrik-pabrik
> yang tergenang lumpur. Kita perlu mencari
informasi
> pabrik apa saja yang sekarang tergenang lumpur
itu,
> dan bahan-bahan apa saja yang tersimpan di sana
dan
> sekarang tergenang lumpur.
>
> Ada baiknya bila kita bisa membandingkan komposisi
> lumpur yang berasal dari dekat pusat erupsi dengan
> komposisi lumpur dari kawasan pabrik yang
tergenang,
> dan dengan dari daerah pemukiman yang tergenang.
>
> Maaf, saya hanya bisa menyarankan.
>
> Salam,
> WBS
>
>
>
> --- Agus Hendratno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> Informasi dari teman-teman IAGI Jatim, tentang
>> polemik
>> Hg, tersebut bahwa ibu Tity (ITS) mengambil raw
>> material luberan lumpur yang ada di desa Siring.
>> (nah
>> sekitar Siring itu juga banyak Industri, sebelum
>> kebanjiran lumpur). Nah, interpretasi sementara
bisa
>> jadi Hg tersebut kontaminan dari limbah-limbah
cair
>> di
>> sekitar industri, yang bercampur dengan LUSI.
Coba
>> kalau ada yang mau cek sampel LUSI di dekat
erupsi
>> LUSI atau minimal 50 m dari pusat semburan LUSI.
>> Adakah Hg?? Silahkan
>>
>> Nuwun
>> Agus Hendratno
>>
>> --- "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]>
>> wrote:
>>
>> >
>> > Cak Andang Bachtiar, yang Exploration Think
Thank
>> > Indonesia ini,
>> > biasanya tahu hingga detil-detil bagaimana
kadar
>> > merkuri Jatim.
>> >
>> > Ya tak Cak ?
>> >
>> > Atawa yang lain ?
>> >
>> > MYT.
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: R.P. Koesoemadinata
>> > [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> > Sent: Friday, September 01, 2006 5:08 AM
>> > To: [email protected]
>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lusi
>> >
>> > Yang saya uraikan sebetulnya hanyalah lelucon.
>> > Intinya apakah benar
>> > lumpur itu mengandung kadar Hg begitu tinggi?
>> > Kalau benar begitu tinggi, geologist yang
jadinya
>> > pusing, dari mana
>> > asalnya kadar Hg begitu tinggi? Jangan-jangan
>> sample
>> > yang diambil itu
>> > adalah dari lumpur yng sudah dicemari oleh air
>> > sungai sekitar daerah
>> > industri, bukan dari lumpur yang masih fresh
>> keluar
>> > dari semburan!
>> > RPK
>> > ----- Original Message -----
>> > From: "budi santoso" <[EMAIL PROTECTED]>
>> > To: <[email protected]>
>> > Sent: Friday, September 01, 2006 1:17 AM
>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lusi
>> >
>> >
>> > > Dari uraian pak RPK, hal ini mestinya bisa
>> > di'masukkan' ke dalam
>> > > skenario penanganan dari bencana ini, karena
>> > ternyata (mungkin)
>> > > sesuatu yang tadinya berpeluang sangat
>> mengancam,
>> > hingga perlu dibahas
>> >
>> > > dan dipertentangkan oleh banyak pihak yang
saya
>> > yakin sebagian besar
>> > > dari beliau-beliau itu hanya melihat dari
sisi
>> > 'bahayanya', sisi
>> > > buruknya dst, tapi dengan pemikiran yang
selalu
>> > mengedepankan ada
>> > > hikmah di balik sesuatu yang terjadi maka hal
>> ini
>> > malah jadi
>> > > 'tantangan' yang sepertinya akan segera
menjadi
>> > 'peluang'. Tentu jika
>> > > benar-benar ditindak lanjuti dengan
>> > hitungan-hitungan teknis, ekonomis
>> >
>> > > dan logis .
>> > > .  jika akhirnya Hg tsb bisa dimanfaatkan dan
>> > justru menguntungkan,
>> > > wah huebatt itu!!. Mungkin PEMDA kabupaten
>> > setempat/propinsi bisa
>> > > memberdayakan Perusda yang ada . . . dan bu
>> > Lily/ITS bisa sebagai
>> > > konsultannya . . . cak Imam Utomo, pripun
niki
>> ??,
>> > sudah "dibantu"
>> > > oleh alam "melalui" Lapindo untuk
>> mengeluarkannya,
>> > sekarang tinggal .
>> > > . . .
>> > >
>> > > TJ
>> > >
>> > > --- "R.P. Koesoemadinata"
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>> > > wrote:
>> > >
>> > >> Sebetulnya kalau  walaupun kadar Hg itu
2,565
>> > mg/l boleh jadi
>> > >> ekonomis untuk di"tambang" karena tidak ada
>> lagi
>> > biaya penggalian,
>> > >> transport, penghancuran (crushing),
pelarutan
>> > dsb, tinggal diendapkan
>> >
>> > >> dan di"saring" saja, bahkan mungkin tidak
perlu
>> > dipompakan, karena
>> > >> sudah ngalir sendiri. Tinggal menghitung
harga
>> Hg
>> > sekarang per kg nya
>> >
>> > >> berapa dan
>> > >> bahan2 untuk terjadinya
>> > >> pengendapan. Barangkali ada entrepreneur
yang
>> > ingin memproduksi Hg
>> > >> dengan keuntungan?
>> > >> RPK
>> > >> ----- Original Message -----
>> > >> From: "Maryanto (Maryant)"
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >> To: <[email protected]>; "Himpunan Ahli
>> > Geofisika Indonesia (HAGI)"
>> > >> <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >> Sent: Thursday, August 31, 2006 4:57 PM
>> > >> Subject: RE: [iagi-net-l] Lusi
>> > >>
>> > >>
>> > >> >
>> > >> > Terimakasih Pak Koesoema. Analisa yang
tajam.
>> > Kami
>> > >> cenderung pilihan
>> > >> > kedua, yang kecil.

=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke