Wah terimakasih Pak Hasan,

Kalo yg njawab pakarnya itu jadi manteb .. :)
Mungkin sekarang geologist bisa menghitung dan memperkirakan berapa
volume batuan yg keluar dan volume yg tergantikan dibawah sana.

yg perlu diperhitungkan selain volume aslidibawah juga faktor kompaksi
dan swelling clay akibat tercampur dengan air. Jadi angka penurunan
(ambles) sebesar 60cm /tahun dari perkiraan Bambang yg disitir dibawah
itu bisa jadi ada pengaruh expanding volume yg harus diurus kemana
harus dikelolanya.

RDP

On 9/4/06, H.Z Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Rovicky ysh,

Untuk mendapatkan akurasi dan presisi yang baik;
dengan GPS kita hanya mengukur beda tinggi,
dan bukan tinggi titik itu langsung.

Dengan kata lain kita mengaplikasikan
relative positioning dan bukan absolute positioning strategy.
Biasanya kita menggunakan 2 receiver GPS tipe geodetik
(tipe navigasi dan tipe pemetaan is not recommended).

Untuk mendapatkan tingkat ketelitian dalam orde cm
atau lebih baik dari beda tinggi tersebut,
biasanya kita mengamati selama 6 jam atau lebih panjang;
meskipun dengan jumlah satelit yang banyak serta
receiver frekuensi dua-frekuensi, pengamatan selama
3-4 jam kadang juga dapat mencapai tingkat ketelitian tsb.

Pengolahan datanya sebaiknya menggunakan scientific software.
Orbit satelit yang teliti (precise ephemeris) sebaiknya digunakan.
Bias ionosfir dan troposfir harus dikoreksi.
Dalam pengolahannya, effek dari pergerakan pusat fase antena,
body tide, sea tide, dan pergerakan lempeng juga perlu
diperhitungan untuk mendefinisikan reference frame
yang jelas untuk nilai beda tinggi yang diperoleh.

Itu sekedar gambaran umumnya pak Rovicky.

Semoga dapat bermanfaat.

salam,

Hasan



==============================
Dr. Hasanuddin Z Abidin
Associate Prof. in Satellite Geodesy
Dept. of Geodetic Engineering
 Institute of Technology Bandung
 Jl. Ganesha 10, Bandung 40132
 INDONESIA
Telp. : 62-22-2534286, 62-22-2530701
 Fax. : 62-22-2530702
 Mobile phone : 0811-24-7265
 E-mail : [EMAIL PROTECTED]
              [EMAIL PROTECTED]
Website : http://geodesy.gd.itb.ac.id/
 ==============================

----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, September 04, 2006 9:19 AM
Subject: [HAGI-Network] Bagaimana GPS utk mengukur ketinggian ?


> aku kitip dari koran KR Jogja,
> ---
> Menurut Bambang, kondisi itu diketahui berdasarkan pengamatan melalui
> sarana Global Positioning System (GPS) selama sebulan. Jika lamanya
> satu tahun diperkirakan terjadi penurunan tanah 60 sentimeter atau
> enam meter dalam kurun waktu sepuluh tahun.
> ---
>
> Pak Hasan yg ahli GPS dan juga rekan-rekan lain yg pengalaman menggunakan
GPS,
> Sebenernya bagaimana menggunakan GPS untuk menentukan ketinggian ?
> Apakah GPS cukup akurat mengukur ketinggian hingga orde centimeter ?
>
> rdp
> --
> http://rovicky.wordpress.com/
>
> ------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------
>
>

------ https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------



--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke