dengan volume lumpur saat ini yang sudah jutaan m3 plus tambahan terus menerus puluhan meter kubik setiap hari, saya rasa prioritynya adalah cleaning first. Kalau udah bersih, kondisi tenang, perkara dimanfaatkan jadi ini jadi itu adalah belakangan.... lagian kayak2nya Lapindo juga sudah bikin kok beberapa alternatif pemanfaatannya... mungkin publikasinya aja yang kurang. Kalo perkara analisa mineralogi, kayaknya juga sudah lengkap broer.... segala macam analisa hampir sudah dilakukan, bahkan beberapa sampel sampe dikirim ke lab di Jepang untuk kros cek. Beberapa badan penelitian di Indonesia sudah dan bersedia membantu semua kok.... hasilnya sudah ada semua.... tapi entahlah.... (baca aja tulisan Eep Syaifullah Fattah kemarin di Kompas)
ar. Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: saya stuju lumpur itu bukan polutan, namun akan lebih bagus seandainya lumpur itu dijadikan komoditi, ini "first priority". membuang itu jelas ada masalah lain, yang masih belum terlihat saat ini adalah menganggap lumpur sbg bahan galian. ini harus digali dan diciptakan. lebih banyak yg menganggap lumpur sbg bahan tak berguna, alias sampah dan bahkan polutan. adanya Hg memang menakutkan tapi kebenarannya perlu ditliti lebih detil. dalam bentuk atau terikat sbg unsur apa, berapa jumlahnya, bagaimana genesanya, dan apakah benar identifikasi bahwa ini memang sampah. analisa fisis mineralogis lumpur ini sangat penting utk diketahui. pirowene nglakuin analisa mineraloginya ini seeh ? rdp On 9/7/06, Pangestu, Sonny T wrote: > sudah pak bisa lihat di sini > http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/06/0901.htm > > -----Original Message----- > From: koesoema [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: 07 September 2006 9:44 > To: iagi-net > Subject: Re: [iagi-net-l] Buang Lumpur Lapindo ke Laut! > > Apakah Pikiran Rakyat telah memuat artikel saya ini? > RPK > > On 9/7/2006, "Erik_Yogapurana" wrote: --------------------------------- All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.

