Jelas saja ketiga pemda lainnya
memberi reaksi keras bahkan menyatakan siap perang dengan Bojonegoro
==================================
Wah gawat juga , bisa bisa Ada Perang Mojopahit generasi baru cuma gara gara
PI yang 10 % saja sudah pada ngasah Keris Empu Gandring.
ISM
----- Original Message -----
From: "Achmad Luthfi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, September 12, 2006 3:42 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Berita Republika
Yah memang prihatin ada sebutan oknum IAGI seperti kutipan dibawah ini
yg sedang diklarifikasi oleh PP IAGI:
"Pasalnya, data kandungan Migas yang digunakan sebagai acuan pembagian
PI,
ialah data dari "oknum" Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), yang
kenyataan
di lapangannya berlainan."
Memang kepengurusan sebelumnya (PP IAGI) memberikan rekomendasi kepada
BUMD/Pemda yang punya hak IP (Indonesian Participation) 10% sesuai yang
diatur dlm PP 35/2004. Pada waktu PP IAGI periode sebelumnya mungkin
menggunakan peta WKP TAC blok Cepu (1 blok utuh) sebagai dasar kerja
evaluasi/analisis, sedangkan pada waktu PSC Blok Cepu ditanda tangani
bulan September 2005, peta WKP PSC Blok Cepu berbeda dengan peta WKP TAC
Cepu, peta WKP PSC Cepu terdiri dari beberapa sub-blok (A,B,C,...) yang
jauh lebih kecil dari WKP TAC Cepu (yang utuh 1 blok), beberapa
discoveries yg ada di blok TAC Cepu spt Kedung Tuban, Sukowati sudah
dikembalikan ke PT. Pertamina (Persero) oleh operator TAC (MCL-Mobil
Cepu Limited). Karena itu sudah jelas data Kandungan Migas yang dipakai
sebagai pembagian PI berlainan dengan yg ada sekarang (ref kutipan
diatas). Rekomendasi PP IAGI periode sebelumnya dipakai acuhan dalam
membagi 10 % IP diantara BUMD Jatim, BUMD Bojonegoro, BUMD Blora, dan
BUMD Jateng dengan komposisi sbb:
- Bojonegoro : 4,4..%
- Jatim : 2,7..%
- Blora : 2,1..%
- Jateng : 1,7..%
TOTAL : 10,00%
Para BUMD bersepakat dengan pembagian tsb Desmber tahun lalu dihadapan
Presiden SBY dan Menteri ESDM di Hotel Shangrila Surabaya, hadir dalam
acara ini DR. Andang Bachtiar dari IAGI, saat itu saya juga ada di
Shangrila untuk suatu urusan dgn ITS, walapun saya terpilih sebagai
presiden IAGI bulan November namun serah terima kepengurusan saat itu
belum terjadi dan baru kepengurusan IAGI diserahkan ke saya tgl 13 Jan
'06. Jadi kehadiran Andang mewakili IAGI pada saat itu masih valid
sebagai Ketua demisioner.
Sekarang muncul masalah, Pemda Bojonegoro keberatan dengan kesepakatan
tersebut karena ternyata lapangan Banyu Urip terletak di salah satu
sub-blok(kalo tdk salah sub-blok D) berada sepenuhnya di wilayah
kabupaten Bojonegoro, dan lapangan Banyu Urip inilah yang POD-nya
disetujui oleh pemerintah sehingga PSC Blok Cepu menjadi komersial. Ini
adalah salah satu argumentasi BUMD Bojonegoro sehingga mereka menuntut
IP 10% seluruhnya untuk Bojonegoro. Jelas saja ketiga pemda lainnya
memberi reaksi keras bahkan menyatakan siap perang dengan Bojonegoro
bila IP 10% seluruhnya menjadi milik Bojonegoro. Hal ini sangat serius
dan ditangani oleh Departemen Dalam Negeri, Senin 11/9/'06 telah
diadakan rapat di kantor Departemen Dalam Negeri yang dipimpin oleh
seorang Dirjen untuk membahas masalah ini. Sayang saya tidak bisa hadir
dalam rapat ini karena harus mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan
Komisi VII DPRRI membahas target produksi nasional dan patokan ICP untuk
APBN 2007. Kepada yang mewakili saya dlm rapat di Depdagri tersebut saya
katakana agar disampaikan dalam rapat bahwa prinsip PSC menganut
"undivided interest" begitu juga IP berlaku untuk seluruh blok bukan
partial (untuk sub-blok), jadi tdk pada tempatnya kalo Bojonegoro klaim
IP 10% seluruhnya hanya krn struktur Banyu Urip terletak di wilayah kab
Bojonegoro!!!
Saya tidak tahu persis apakah munculnya berita yg menyebut "oknum IAGI"
terkait dengan ricuhnya pembagian IP 10% PSC Blok Cepu. Atau ada yang
sengaja menghembuskan issue itu utk memancing di air keruh dengan
menggunakan vehicle IAGI. SEBAGAI PRESIDEN IAGI TERPILIH, SAYA
MENGHIMBAI KEPADA SELURUH WARGA IAGI AGAR TIDAK TERPANCING DENGAN BERITA
TERSEBUT, MARILAH KITA JAGA KEHORMATAN DAN TEGAKNYA IAGI YANG KITA
CINTAI.
Besok pagi PP IAGI periode sekarang akan ketemu PP IAGI periode
sebelumnya utk mengklarifikasi masalah ini. SMOGA IAGI TETAP JAYA.
Terima kasih,
Salam,
LTH
-----Original Message-----
From: Ismail Zaini [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 08, 2006 7:48 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Berita Republika
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Berita Republika
Pak Is,
Tolong dong diposting beritanya.
Si-Abah
=======================================
Maaf Abah, terlambat responnya , karena belum ada yg respon ini saya
kutipkan :
Ism
-----------------------
Bisakah Blok Cepu Berproduksi 2008?
Eksploitasi sumber Migas di Blok Cepu yang wilayahnya sebagian besar
berada
di Kabupaten Bojonegoro, Jatim dan sebagian kecil di Blora, Jateng,
hingga
kini masih belum dilaksanakan.
Berbagai kendala masih menyertai, mulai "Plant of Development" (PoD)
hingga
pembebasan lahan. Sementara Pemkab Bojonegoro sendiri masih
mempermasalahkan
porsi 10 "Participating Interest" (PI) yang dinilainya tidak "fair".
Kepala BP Migas Kardaya Warnika saat menyaksikan penyerahan ganti rugi
korban "gas kick" (tendangan gas) sumber minyak Sukowati di Bojonegoro,
Senin (28/8) menegaskan, pada prinsipnya PoD Blok Cepu sudah rampung.
Menurut dia, pelaksanaan pengelolaan Blok Cepu bukan tersendat, tetapi
masih
dibahas, terutama menyangkut otorisasi besarnya pengeluaran anggaran
atau
"Autoritation For Expenditur" (AFE).
"Pemerintah harus hati-hati, tidak begitu saja menyetujui anggaran yang
diajukan operator, karena semua dana yang dikeluarkan nantinya akan
ditanggung pemerintah, masuk dalam 'Cost Recovery'," ucapnya.
Namun, ia tidak bisa menyebutkan jumlah keseluruhan AFE yang masih
dibahas
itu, karena jumlah bidang pengembangan Blok Cepu cukup banyak. Yang
jelas,
katanya, pemerintah tetap menargetkan pada 2008 Sumur Minyak Blok Cepu
harus
sudah berproduksi, meskipun tidak harus optimal yang disebut-sebut bisa
mencapai 180 ribu barel per hari. "Kita hanya minta Blok Cepu tahun 2008
produksinya sudah bisa dimulai," ujarnya.
Untuk mempercepat produksi Sumur Migas Blok Cepu, kendala utamanya
adalah
penyaluran atau distribusi produksi Sumur Minyak Banyu Urip di Desa
Mojodelik, Kec Ngasem, Bojonegoro, menuju ke laut di Tuban yang harus
menempuh perjalanan sepanjang 76 km.
Pola yang paling sangkil (efektif) menyalurkan produksi minyak dari Blok
Cepu ke Tuban tersebut adalah dengan jaringan pipa. Meskipun membangun
jaringan pipa akan menghadapi masalah pembebasan tanah.
Sedangkan melalui transportasi jalur KA (Kereta Api) kecil
kemungkinannya,
karena dengan produksi yang cukup besar, akan membutuhkan banyak gerbong
KA.
Begitu pula, kalau melalui jalur transportasi darat, akan dibutuhkan
banyak
kendaraan."Baik dengan jalan darat dan KA akan membutuhkan ratusan
kendaraan, karena produksi Sumur Minyak Blok Cepu diperkirakan cukup
besar,"
ujar Kardaya.
Dia menjelaskan, dalam pembahasan AFE diperhitungkan produksi Sumur
Migas
Blok Cepu akan berlangsung selama 30 tahun. Tetapi, setiap tahunnya AFE
nantinya akan selalu dievaluasi pemerintah dan BP Migas.
Sementara itu, Deputi Perencanaan dan Pengembangan Blok Cepu EMOI
(ExxonMobil Oil Indonesia), Thor Sutanassin, beberapa waktu lalu
menyatakan,
EMOI akan berusaha mempercepat produksi Sumur Migas Blok Cepu sesuai
dengan
target pemerintah pada 2008.
Tetapi, pengembangan Sumur Migas Blok Cepu tersebut hanya bisa tercapai
sesuai dengan target pemerintah, asalkan mendapatkan dukungan dari
berbagai
pihak terkait, termasuk masyarakat.
Pertimbangannya, dalam kondisi normal produksi Sumur Migas Blok Cepu
baru
bisa diproduksikan sekitar 3,5 tahun lagi, karena adanya berbagai
kendala,
mulai infrastruktur maupun pembebasan tanah.
PI
Pemkab Bojonegoro mendesak pemerintah pusat melalui Mendagri, agar
pembagian
PI (Participating Interest) Sumur Migas Blok Cepu 10 persen, disesuaikan
dengan ketentuan yang berlaku dan juga mengacu pada kandungan potensi
cadangan Migas Blok Cepu di Jatim-Jateng.
Pasalnya, data kandungan Migas yang digunakan sebagai acuan pembagian
PI,
ialah data dari "oknum" Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), yang
kenyataan
di lapangannya berlainan.
Sumber di Dinas ESDM Jatim, menyebutkan bahwa oknum IAGI tersebut,
berperan
sebagai 'calo'. Data versi IAGI itu, dijual kepada Pemkab Bojonegoro,
Blora
maupun Pemprop Jatim serta Jateng. "Ya tentunya tidak gratis, oknum itu
diduga mendapat 'imbalan' miliaran rupiah. Pasalnya imbalan diminta dari
empat pihak, yaitu Pemkab Bojonegoro, Blora maupun Pemprop Jatim dan
Jateng," ucapnya.
Sumber itu menjelaskan, data IAGI tidaklah salah, namun dikaburkan.
Artinya,
jumlah potensi yang berada di Blok Cepu yang bisa dieksploitasi sebagian
besar berada di Bojonegoro. Data IAGI yang ditandatangani ketuanya saat
itu,
Andang Bachtiar, menyebutkan bahwa kandungan Sumur Migas Blok Cepu yang
berada di Bojonegoro sebesar 67 persen dan di Blora 33 persen.
Padahal, hasil pendataan resmi yang dikeluarkan EMOI, potensi kandungan
Migas Blok Cepu yang berada di wilayah Bojonegoro sebesar 97,6 persen
dan
Blora hanya 2,4 persen. Menurut sumber Dinas ESDM Jatim, data IAGI
merupakan
potensi keseluruhan, tetapi tidak semua potensi Migas yang ada bisa
ekonomis
bila di eksploitasi. Jadi data dari EMOI itulah yang riil sehingga bisa
dieksploitasi secara ekonomis.
Namun, karena sejak awal data IAGI dipergunakan, maka pembagian PI
dinilai
tidak "fair", dan merugikan Bojonegoro dan Pemprop Jatim, sebaliknya
menguntungkan Pemkab Blora serta Pemprop Jateng.
Dalam pertemuan pimpinan daerah yang berhak dapat PI Migas Blok Cepu
yang
juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Surabaya akhir tahun
lalu, BUMD Bojonegoro ditetapkan memperoleh 4,5 persen, Propinsi Jatim
1,2
persen, Blora 2,1 persen dan Propinsi Jateng 1,1 persen.
Dalam pertemuan pemegang PI 10 persen dengan Mendagri, M Maruf di
Jakarta
Senin (28/8), masalah PI ini diungkap Pemprop Jatim dan Pemkab
Bojonegoro.
Intinya harus diubah sesuai potensi riil. "Pada pertemuan dengan
Mendagri
itu, saya menyarankan pembagian PI harus ada perubahan. Tidak
sebagaimana
yang pernah disebut-sebut selama ini bahwa Bojonegoro hanya mendapatkan
4,5
persen," ucap Bupati Bojonegoro, HM Santoso.
Ia menjelaskan, sebagai pembanding dalam pembagian PI 10 persen Blok
Cepu
harus melibatkan pihak terkait pelaku eksplorasi dan eksploitasi, baik
EMOI
dan Pertamina, juga BP Migas untuk mengetahui potensi kandungan Sumber
Migas
Blok Cepu.
Santoso tidak bersedia menjelaskan rinci besarnya permintaan Bojonegoro
atas
kenaikkan PI sumur Migas Blok Cepu. Tetapi, dalam aturan yang ada, PI 10
persen menjadi bagian daerah yang memiliki kandungan Sumber Migas.
"Berapa
persisnya, saya tidak hafal. Tetapi dalam pertemuan dengan Mendagri,
saya
tidak sependapat dengan pembagian yang sudah ditetapkan itu," ujarnya.
Karena itulah, dalam waktu dekat ini akan diadakan pertemuan lanjutan
menyangkut pembagian PI 10 persen, dengan melibatkan EMOI, Pertamina dan
BP
Migas. Menurut Santoso, kesepakatan tentang penentuan besarnya pembagian
PI
tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, sehingga keputusan akhir yang akan diambil kelak tidak salah.
"Apa pun nanti hasil, keputusan pembagian PI akan merupakan keputusan
pemerintah. Bisa dalam bentuk Keppres atau paling tidak Kepmen, sehingga
jangan sampai salah, agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari,"
ujarnya.
Langkah Bupati Bojonegoro, H.M. Santoso yang mendesak Pemerintah pusat
agar
PI 10 persen Blok Cepu, dengan perolehan BUMD Bojonegoro sebesar 4,5
persen
agar dinaikkan, mendapat dukungan DPRD Bojonegoro. Dukungan tersebut
diwujudkan melalui surat yang disampaikan kepada Bupati Santoso, sebelum
bupati berangkat ke Jakarta, guna diteruskan kepada Presiden Susilo
Bambang
Yudhoyono. "Sebelum Bupati ke Jakarta membahas PI Blok Cepu dengan
Mendagri,
kami sudah menyampaikan dukungan dalam bentuk surat," kata Ketua DPRD
Bojonegoro, Tamam Syaifuddin. Surat dukungan tersebut, kata Tamam
Syaifuddin, antara lain berisi landasan kewenangan Bupati dalam UU
Otonomi
Daerah.
Dengan begitu, katanya, sudah seharusnya PI 10 persen yang menjadi hak
perolehan BUMD Bojonegoro diberikan secara penuh. "Sudah sewajarnya
kalau
DPRD mendukung kebijaksanaan Bupati Bojonegoro. Bagaimanapun juga
dilihat
dari ketentuan yang ada dan juga potensi kandungan Migasnya, jelas PI 10
persen harus diperoleh Bojonegoro sepenuhnya, bukan dibagi-bagi,"
ujarnya. n
ant
( )
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Berita Republika
Pak Is,
Tolong dong diposting beritanya.
Si-Abah
______________________________________________________________________
Republika hari ini Jumat , ada Berita di hal 16 , dengan Judul "
Bisakah
Blok Cepu Berproduksi 2008 ? " ada kata kata yang kurang mengenakan
IAGI
,
disitu kok disebut sebut IAGI sebagai Oknum , Ada yang dapat
mengklarifikasinya atau pencerahannya ? monggo
ISM
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------