Saya sempat menghadiri acara diskusi masalah LUSI yang diadakan oleh
APMI, Rebo kemarin.  Bersama ini saya ingin meluruskan beberapa fakta
data pemboran dan semburan lumpur yang saya dapat kumpulkan dalam
pertemuan tsb.

Sumur Bjp-1:
sempat di run log pada kedalaman 8750 ft.  Belum masuk Fm Kujung.
Bor lanjut dan menemukan lost circulation zone pada kedalaman 9297 ft.
Cabut dan stuck, dan diabandoned.

Semburan lumpur:
Pertama kali keluar pada lokasi lk 150 km dari sumur, diseberang jalan
tol Sby-Gempol.  Keluar di dua tempat lagi pada jarak 50 m dan 180? M
dari sumur.
Lumpur yang keluar 70% air, 30% solid. Cl content 14.000 ppm.  Suhu
dipermukaan, waktu permulaan 80-90 dr C, sekarang sudah mendekati 100 dr
C.

Mengenai lumpur berasal dari mana, paling tidak ada dua teori;
Menurut Rudi Rubiandini, air panas datang dari bawah (Fm Kujung?) naik
keatas membawa lumpur dari lapisan di kedalaman 5000 - 6000, keluar
keatas liwat belakang casing.  Di kedalaman 1000 ft memecah dan naik
keatas ditempat yang lemah.  Relief well didasarkan atas teori ini.
Teori yang lain, teori Mud volcano, seperti yang dikatakan ADB et al.
Yang ini tidak akan bisa dimatikan.
Menurut saya, masih ada satu kemungkinan lagi, yaitu liwat Lost
Circulation Zone, lalu mencari jalannya sendiri keatas.  Yang ini akan
lebih sulit untuk dimatikan.

Menarik komentar dan masukan dari hadirin;
Alex Frederik: Orang Operation tidak bisa dijadikan tersangka.  Dia
hanya pelaksana perintah.
Prof Purwanto: Ada yang bilang keberhasilan Relief Well Cuma 10%.  Kalau
10% batalkan saja.
Majedi Hasan:  Harus ada satu komando dalam usaha ini.  Kelihatannya ada
banyak tim dan bekerja sendiri-sendiri.
Mustiko Saleh: Relief Well ini adalah try & error.  Harus dihitung
dengan cermat ketersediaan logistik, pompa dll, yang dibutuhkan.
Boy Ticoalu: Pastikan flow rate lumpur dan jumlah pompa yang diperlukan.

Ketua Tim, Rudi Rubiandini sangat yakin Relief Well akan berhasil
mematikan luapan lumpur ini.  Katanya, Relief Well 1 pernah hampir
berhasil, namun lokasi keburu dikejar lautan lumpur, sehingga harus
ditinggalkan.  Anggota Tim: Rudi Rubiandini (Ketua), Kersam S, Robin
Lubron, Slamet Wibisono.

Problem non teknis yang dihadapi, rakyat tidak mau tanahnya dijadikan
tempat Relief Well.  Tanahnya harus dibeli, tidak hanya seluas lokasi,
tetapi seluruh RW.

Demikianlah laporan singkat saya dari pertemuan yang diadakan APMI.
Sayang sekali tidak ada yang hadir dari Tim IAGI.

SR, iagisek


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 14 September 2006 9:13
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Bingung / Keppres Terbit

>
  Pak Ismail

  Ndak perl;u bingung2 , relief well sebenarnya masih mempunyai
   atawa risiko gagal .Tapi tanpa relief well (gagk atawa berhasil)
  kita tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, atau option mana
  dari tiga option yang disebutkan al. di blog- nya RDP.
  Makanya walaupun ada kemungkinan gagal (malahan memang besar
kemungkinan
  ini), tetap harus dilakukan.
  Lihat di blog-nya RDP deh.
  Pengangkatan Pak Basuki yang Ka Balitbang PU menunjukan bahwa
Pemerintah
  sangat concern dengan penanggulangan dipermukaan, ini kan bagus , jadi
  manusia-nya diselamatkan lebih dulu.
  Yah kan better late than never.

  Si-Abah
  Is , rugi lho jadi orang bingung
  gampang ketipu.

  _____________________________________________________________________







  Menyimak beberapa Media hari ini , marake tambah bingung , kasihan
rakyat
> yang jadi korban Menunggu tidak berketentuan disertai was was terkena
> terjangan lumpur ;
> Menteri PU optimis semburan akan bisa diaatasi dan tidak akan dibuang
ke
> Laut.
> Kabalitbang PU Pesimis kalau semburan bisa datasi dg relief well (
> keberhasilannya 10 % ).
> Perbedaan keduanya ini apa karena ilmunya lain ( Geologi dg Sipil,
padahal
> sama sama satu almamater ).
> BPPT menyatakan lumpur porong tidak mengandung B3. sedangkan Walhi
pakai
> datanya Bapelda/KLH  Jatim mengatakan ada B3 .( mbuh sing bener endi )
> Sedangkan Lapindo ( spt yang disampaikan GM nya ) Optimis dg relief
well
> akan berhasil ( diperkirakan desember ) dg mendatangkan 30 pakarnya
dari
> berbagai negara dg biaya 70 Juta $ atau 650 M.( lha kalau dibagi bagi
ke
> korban kan lumyan to... ) Disisi lain Penyelidikan internal Lapindo
yang
> disampaikan oleh PW NU Jatim ( NU juga sudah ketiban pulung biasane
> ngurusi
> santri sekarang ikut ngurusi santriwati alias si Lusi) malah lebih
pesimis
> lagi cuma 5% keberhasilan dari relisef well .( rupanya ada dua aliran
> Optimis ( mungkin yang mewakili engineering) dan Pesimis (yang
mewakili
> scientis ), yo embuh raweruh )
> Dengan kondisi seperti ini , Pemerintah yang seharusnya Menjadi
Pengambil
> Keputusan dg Cepat untuk menyelamatkan korban , akhirnya malah Gamang
> sendiri  , baru setelah seratus hari mengeluarkan maklumat, inipun
> kelihatannya masih coba coba beberapa sekenario ( Kalau di TV ada
Iklan
> obat
> " Anak kok untuk Coba 2 " maka iklan tsb harusnya juga dipakai di
sisni "
> Rakyat ( korban) kok untuk coba coba " )
> Tunggu Tokek saja keputusannya , Buang - Tidak - Buang - Tidak -
> buang...........tidak..... sampai kleleep kabeh karena hujan sudah
mulai
> mintip mintip...
>
> ISM
>
> From: "Supardan" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>> Setelah sedikit tahu kondisi geologi di Porong, maka dari awal saya
>> sudah
>> tidak yakin semburan lumpur tersebut dapat segera teratasi. Maaf...,
>> karena
>> saya geologis yang birokrat, sehingga seandainya tidak ada kasus
>> tersebut,
>> barangkali saya juga tidak akan lebih tahu tentang kondisi geologi
>> setempat.
>> Kalau sekarang banyak pihak mulai tidak yakin akan keberhasilan
>> skenario2
>> *
>> mbumpeti* semburan lumpur...., itu wajar. ..... Saya jadi ingat kata
>> dosen
>> saya dulu, tugas seorang ahli geologi kan... *meyakinkan orang lain
>> dimana
>> dirinya sendiri tidak yakin*. Ha... ha... ha...
>>
>> Banyak paranormal saat ini pada menanam pusaka, ajimat, sesaji dll,
>> seolah
>> beradu cepat dengan skenario kedua (relief well). Mereka kesana dalam
>> rangka
>> ikut meramaikan sayembara yang diadakan oleh seorang Kades setempat.
>> Hebat
>> kan... seorang Kades saja mampu melihat semburan lumpur bukan hanya
>> sebagai
>> bencana, tapi juga peluang. Siapa tahu dia nanti bisa ikut Pilkada
yang
>> akan
>> datang. Paranormal menanam ajimat, sesaji dan pusaka, teman2 kita
>> menanam
>> pipa2, tapi yang lebih penting kita jangan sampai menanam bom waktu
yang
>> akan menjadi bencana yang lebih besar bagi anak-cucu. Amien.
>>
>> Wassalam.
>>
>> On 9/12/06, Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>>>
>>> Yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga.........
>>>
>>> http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=7404
>>> Keppres Terbit
>>>
>>> Pemerintah pesimistis bahwa pengeboran tiga relief well dapat
>>> menghentikan
>>> semburan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas. Untuk itu,
dalam
>>> sepekan ini, pemerintah menyiapkan rencana cadangan bila semburan
>>> lumpur
>>> tidak dapat disumbat.
>>>
>>> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di
>>> kantor
>>> wakil presiden tadi malam mengatakan, kasus semburan lumpur di
Sidoarjo
>>> di
>>> luar perkiraan pemerintah. Bila awalnya pemerintah yakin semburan
>>> lumpur
>>> dapat diatasi dalam tiga bulan, saat ini keyakinan itu mulai luntur.
>>>
>>> "Karena itu, kami tugaskan tim nasional untuk menyiapkan contigency
>>> plan.
>>> Senin depan (18/9) timnas mempresentasikan langkah-langkah yang
bakal
>>> diambil di kantor gubernur Jatim," kata Purnomo.
>>>
>>> Ketua Timnas Penanganan Semburan Lumpur di Sidoarjo Basuki
Hadimuljono
>>> mengakui, kecil kemungkinan semburan lumpur dapat dihentikan dengan
>>> pengeboran tiga relief well. Dia mengatakan, tidak mudah menemukan
>>> rekahan
>>> di perut bumi selebar 12 inci pada kedalaman tiga kilometer di bawah
>>> permukaan tanah.(sat/roz/noe)
>>>
>>>
>>>
---------------------------------------------------------------------
>>> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
>>> -----  Call For Papers until 26 May 2006
>>> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
>>>
---------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>>
---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke