Bud, Saya tidak tahu, dan juga tdk peduli, apa saya bersama "gajah" atau "kancil". Tetapi sebenarnya saya punya mimpi untuk jadi "pak tani" saja, jadi kalau kancilnya nyolong timun saya yg akan menangkapnya he... he..., dan kalau gajahnya ngrusak kebun orang ..... wah yg ini susah "action"-nya ---- lapor polisi atau tentara saja he...he...
Di-manapun kita, saya pikir kita bisa "berbuat" kok. Kalau kita sedang dengan si Junior (ini pengalaman pribadi), gandenglah "anak-anak negeri" agar mereka tidak jadi penonton terus, misalnya mereka yg aplikasi dan maintain KP/ SIPP dan si Junior yang mengerjakan. Kalau kita sedang dengan "gajah", scenario awal tadi memang agak susah (biasanya para gajah tdk gampang nggandeng "anak negeri" kecuali yg se-level secara ekonomi maupun reputasi) jadi mungkin yg bisa dilakukan ya.... gandenglah konsultan2 nasional. Memang, ini ngomongnya gampang, tapi berat kenyataanya...... kendala paling umum adalah tantangan non-teknis, saya sudah sebut sebelumnya spt masalah kehutanan, kelompok anti tambang, Pak Awang nambahi: ttg otonomi daerah. Yang terakhir ini memang ngribeti betul..... soalnya setiap Kabupaten/ propinsi punya aturan dan "kebiasaan" sendiri yang tidak semua coys (terutama asing) bisa paham. Belum lagi kalau kita mau mengembangkan tambang (setelah FS)... 19 macam (ada yg bilang 27) perijinan harus diurus di berbagai instansi dan level. Melihat list-nya saja sudah awang-awangen........ Tapi kata pak ustad kita gak boleh nglokro kan....... kita kerjakan saja apa yg bisa dan baik kita kerjakan. Salam - Daru -----Original Message----- From: budi santoso [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, September 14, 2006 6:48 PM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Mineral Exploration Coys Baru Masuk Koreksi pak: 500rb-1jt -nya dalam US$ dan "ide-ide konseptuanya" yang benar ide-ide konseptualnya . . . pak Ndaru saat ini sedang dengan "anak gajah" kan? gimana nih strategi untuk "middle sized coy" speerti sampeyan?? setengah gajah setengah junior = gajah junior??? . . . Di minyak kalau gak salah dalam mimpi saya pak, "junior-juniornya" adalah beliau-beliau anak negeri yang paham betul peta penyebaran cekungan potensial kemudian "mengkonsusltan kan" ide itu kepada 'gajah' atau mendirikan perusahaan bersama rekan-rekan kemudian mengapling daerah tersebut . . . kemudian menawarkannya kepada 'gajah-gajah bahkan super gajah yang ngantri' mendapatkan 'bocoran' informasi tersebut . . . kita di mineral sebenarnya bisa juga kan pak? . . . pertanyaanny kapan kita mulai . . kemampuan ada, ide-ide nyata maupun konseptual lebih dari cukup . . hanya satu pak masalahnya . . yaitu: seperti jawaban anak saya 'gak punya teman' untuk mendiksripsikan bahwa dirinya gak berani/takut . . . he he he he --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

