Untuk membuat Kementrian KLH mengambil keputusan mengizinkan pembuangan
lumpur/air ke laut/sungai, mereka harus diyakinkan bahwa resiko
pembuangan lumpur tidaklah sebesar yang dikhawatirkan KLH. 

Permasalahannya, KLH tentunya mempunyai data-data yang mungkin
menyatakan resiko pembuangan akan berdampak besar terhadap
lingkungan/sosial. Meskipun sepertinya resiko tersebut dalam segi kajian
ilmiah belum terekspose (malah yang ada demo sosial dari nelayan).
Seperti pernah diungkapkan Pak Koesoema, KLH seharusnya bisa mengekspose
dasar pertimbangan larangan mereka, sehingga di mengerti oleh publik.

Yang terlihat saat ini, IAGI lah yang memotori resiko pembuangan lumpur
adalah beresiko kecil. Apakah bisa dilakukan bertemu dan berdiskusi
(perbandingan data) antara tim IAGI (Pak Edi dan team) dengan Kementrian
KLH secara langsung, sehingga bisa dicapai kesepakatan pengertian
tentang resiko pencemaran ? Dari titik tolak tersebut, semoga kebijakan
KLH yang sekarang seperti menjadi "bottle neck" bagi banyak pihak, bisa
mengakomodasi kegiatan penanggulanngan yang lain (kesulitan pelaksanaan
relief well maupun ancaman tanggul jebol besar-besaran di musim hujan).

Salut untuk bapak/ibu yang telah bekerja keras dalam kasus ini.

WW

-----Original Message-----
From: PRAKOSO, Anton [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 20 September 2006 14:54
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Dialog Special Metro TV

 ini maju kena mundur kena... memang harus ada yang berani ambil
keputusan, dalam hal ini pemerintah (presiden mungkin), saya sependapat
dengan diskusi tadi malam bahwa lumpur itu bukan limbah sehingga jikalau
seperti itu tidak apa-apa jikalau dialirkan ke laut... mungkin kata-kata
'dibuang' ini yang seakan-akan menunjukkan ini limbah berbahaya



nantinya pasti banyak LSM yang akan menuntut tetapi saya pikir banyak
ahli yang berkompeten dalam menunjukkan bukti-bukti ilmiah bahwa ini
bukan limbah (limbah industri), lha daripada melakukan seminar, diskusi
panel, musyawaroh, sedangkan inti permasalahannya belum juga kelar
dimana lumpur terus keluar kan repot...


BPMIGAS mungkin telah berulangkali mendiskusikan dialirkannya lumpur ke
laut kepada pemerintah... cuman dari pihak pemerintahnya saja yang belum
berani mengambil keputusan..

AP




On 9/20/06, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kayaknya yang bakal tetap dimarahi adalah Lapindo soalnya orang-orang 
> hanya tahu ini "lumpur Lapindo" di media2 kan selalu disebut begitu. 
> Atau kalau KLH dan Pemerintah dimarahi, ya gampang saja mereka 
> kemudian akan memarahi Lapindo. "Tutup Lapindo", begitu kata Rachmat 
> Witoelar di awal kejadian musibah ini.
>
> Maka, Lapindo lagi Lapindo lagi ...(BPMIGAS juga dimarahi, kenapa sih 
> sumur itu disetujui ?). Lo, kalau ada satu perusahaan minyak yang 
> ingin mengeksplorasi migas lebih dalam, daripada main di dangkal saja,

> lalu secara teknis dan anggaran memenuhi syarat, apa alasannya tidak
disetujui ?
>
> salam,
> awang
>
>
> Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalo lumpur diijinkan dibuang kelaut yg dimarahi oleh LSM sama 
> masyarakat pesisir pantai adalah pemerintah alias KLH alias Rahmat 
> Witoelar Kalo lumpur menggenangi warga yg jadi sasaran kemarahan 
> adalah Lapindo
>
> pilih mana coba?
>
> wassalam,
> pr
>
> At 06:18 AM 9/20/2006 +0700, you wrote:
> >Rahmat Witular memang berani menganggung kemarahan rakyat dan dosa 
> >dengan menjalani resiko kalau sudah bahaya baru boleh dibuang kelaut.
> >Beliau sama saja berpendapat bahwa lingkungan biota laut masih lebih 
> >tinggi tingkatnya dibandingkan "lingkungan, kehidupan Manusia".
> >Mudah-mudahan dia mendapat pencerahan.
> >
> >Yanto Salim
> >
> >-----Original Message-----
> >From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> >Sent: Tuesday, September 19, 2006 10:01 PM
> >To: [email protected]
> >Subject: Re: [iagi-net-l] Dialog Special Metro TV
> >
> >Pak Kardaya (BPMIGAS), Pak Edy Sunardi (IAGI), Pak Sarwono 
> >Kusumaatmadja (DPD RI) dan Pak Rudy Rubiandini (ITB, via telpon) 
> >dipandu oleh Frida Lidwina terlibat dalam dialog tersebut.
> >
> > Ada dua pendapat asal semburan ini : underground blow out-UBO 
> >(banyak diikuti para petroleum engineers) dan mud volcano eruption 
> >(banyak diikuti para geologists). Kalau UBO harapannya bisa diatasi 
> >oleh 3 relief well, kalau mud volcano eruption tak akan bisa diatasi 
> >dengan relief well, alamiah saja berhentinya.
> >
> > Ketiga narasumber terkesan setuju lumpur dibuang ke laut saja, tokh 
> >bukan limbah, bukan B3, dan lumpur itu masih satu habitat dengan laut

> >di Selat Madura, hanya beda umur. Pak Sarwono seperti biasa dengan 
> >tegas bilang selamatkan dulu penduduk, baru lingkungan, kalau ada 
> >dampak baru diatasi. Ini keadaan darurat, tak bisa diberlakukan 
> >prosedur KLH yang normal.Kata Pak Kardaya, relief well akan bekerja 
> >dengan baik kalau tak ada serangan lumpur lagi ke titik2 bor relief 
> >well. Kalau lagi ngebor
> >tiba2 lokasinya dibanjiri lumpur, ya tentu gak akan selesai2
ngebornya.
> >
> > Tapi, Pak Rachmat Witoelar, menteri KLH, bilang lumpur boleh dibuang

> >ke laut kalau statusnya sudah bahaya. Selama masih darurat tak boleh.
> >Dan, Pemerintah mau bikin tanggul permanen mengelilingi ratusan 
> >hektar wilayah Banjar Panji, wah berapa lama tuh ngebangunnya ?
> >
> > Di Azerbaijan sana, tempat paling banyak gunung lumpurnya di dunia, 
> >lumpur panas ini dijadikan tempat2 spa, sumber air panas, gas alam 
> >(metan biogenik), dan lumpurnya dijadikan batu-bata. Itu sudah lama 
> >terjadi, berarti lumpur itu aman-aman saja kelihatannya.
> >
> > Dua bulan dari sekarang, kalau lancar, kita akan lihat apakah relief

> >wells bisa membendung Lusi ?
> >
> > salam,
> > awang
> >
> >iagisek wrote:
> > INFORMASI :
> >
> >Pada Hari ini , tanggal 19 September 2006, Jam 20.30 di Metro TV akan

> >ditayangkan acara DIALOG SPECIAL METRO TV antara Ka BPMIGAS, Ketua 
> >PAH2 DPD-RI, wakil IAGI & ITB, Topik Penanganan Semburan Lumpur
Sidoarjo.
> >
> >
> >Salam,
> >Sekretariat Pusat IAGI
> >
> >
> >
> >---------------------------------
> >Do you Yahoo!?
> > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> >----- Call For Papers until 26 May 2006
> >----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> >---------------------------------------------------------------------
> >To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> >IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan 
> >ke:
> >Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> >No. Rek: 123 0085005314
> >Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> >Mulia No. Rekening: 255-1088580
> >A/n: Shinta Damayanti
> >IAGI-net Archive 1: 
> >http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> ----- Call For Papers until 26 May 2006
> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara 
> Mulia No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.
>


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke