Parameter Bahan Kimia Lumpur Porong di
Bawah Baku Mutu

Maryadi - detikcom

Jakarta - Hasil pengujian laboratorium terhadap lumpur panas
di Porong Sidoarjo menunjukan semua parameter bahan kimia di
bawah baku mutu. Oleh karenanya dapat disimpulkan lumpur itu tidak
berbahaya.

Demikian dikatakan Ketua Laboratorium Biolingkungan F-MIPA Universitas
Airlangga di Jakarta, Rabu (20/9/2006).

Setelah melalui beberapa tahap pengujian yang dilakukannya,
kepada detikcom pakar ecotoxicologist ini menunjukkan lebih dari 85
persen parameter bahan kimia yang diukur berada di bawah
batas deteksi alat. Ini berarti, kadar bahan kimia dalam lumpur Lapindo
sangat rendah.

Pengujian toksikologis dilakukan dengan tiga metode, yaitu Toxicity
Characteristic Leaching Procedure (TCLP), pengujian LD50 (letal dosis
50) dan
LC50 (letal concentration). Uji TCLP dan LD50 dilakukan di laboratorium
Sucofindo dan Corelab, sedangkan uji LC50 dilakukan di Bogorlab. "Semua
laboratorium pengujian adalah laboratorium yang telah terakreditasi," urainya.

TCLP dilakukan untuk menguji semua bahan yang belum diketahui
karakteristiknya. LD50 dilakukan untuk menguji dosis bahan pencemar yang
dapat menyebabkan 50 persen hewan uji mati. Sedangkan LC50 untuk menguji
konsentrasi bahan pencemar yang dapat menyebabkan 50 persen hewan uji
mati.

Setelah dilakukan pengujian dengan tiga metode tersebut, diperoleh
kesimpulan ternyata lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 sepertri Arsen,
Barium, Boron, Timbal, Raksa, Sianida Bebas dan sebagainya yang tergolong
anorganik.

Sedangkan yang termasuk organik, seperti, Trichlorophenol, Chlordane,
Chlorobenzene, Chloroform dan sebagainya. Hasil pengujian menunjukkan
semua parameter bahan kimia itu berada di bawah baku mutu.

Dari pengujian enam sampel, diketahui kandungan Arsen paling tinggi 0,045
Mg/L sedangkan Baku Mutu menurut PP Nomor 18/1999 adalah 5 Mg/L.
Barium paling tinggi hanya 1,066 Mg/L atau jauh di bawah baku mutu yang
sebesar 100 Mg/L. Boron maksimal hanya 5,097 Mg/L jauh di bawah baku mutu
yang sebesar 500 Mg/L.

Timbal maksimal 0,05 Mg/L di bawah baku mutu yang sebesar 5 Mg/L. Raksa
hanya 0,004 Mg/L di bawah baku mutu yang sebesar 0,2 Mg/L. Sianida Bebas
di bawah 0,02 Mg/L di bawah baku mutu yang 20 Mg/L.

Kandungan Trichlorophenol rata-rata kurang dari 0,017 Mg/L atau jauh di
bawah baku mutu yang sebesar 2 Mg/L untuk 2,4,6 Trichlorophenol dan 400
Mg/L untuk 2,4,4 Trichlorophenol.

Bila lumpur ini masuk ke perairan, banyak pecinta lingkungan
mengkhawatirkan, ia akan melayang-layang di dalam air dan dapat membunuh
dan mengganggu kehidupan biota air. Pasalnya lumpur Lapindo ini sulit
dipisahkan dari air, karena bersifat koloid dan suspensi.

Mengenai hal itu, Agoes menegaskan, hasil pengujian LC50 terhadap larva
udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia
carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan tidak
beracun bagi biota akuatik.

Soalnya hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki nilai LC50
antara 56.623,93 sampai 70.631,75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP)
terhadap larva udang windu dan di atas 1.000.000 ppm SPP terhadap Daphnia
carinata. Sementara berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina, lumpur
dikatakan beracun bila nilai LC50-nya sama atau kurang dari 30.000 mg/L SPP.
Di beberapa negara, pengujian semacam ini memang diperlukan untuk
membuang lumpur bekas pengeboran (used drilling mud) ke dalam laut. Jika
nilai LC50 lebih besar dari 30.000 Mg/L SPP, lumpur dapat dibuang ke
perairan.

Sedangkan untuk mengetahui apakah lumpur tersebut berbahaya atau tidak
terhadap kehidupan di darat, dilakukan pengujian LD50 yang umumnya
dilakukan terhadap tikus (mus musculus). "Jadi, lumpur itu aman dan dapat
dibuang ke perairan," kata Agoes.(mar/mar)

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke